TITTLE : Forgive Me
AUTHOR : Novarida
Mardliatin (Kim Hyun Kyo)
FACEBOOK ID : Fhaa Wanay Min / Kim Elfrida Missevilkyu
TWITTER ID : @NovaRidaa
GENRE : Romance, Bit
Hurt
LENGTH : Two Shoot
RATING : GENERAL
MAIN
CAST :
- Author a.k.a Kim Hyun Kyo
- Super Junior's Kyuhyun a.k.a Cho Kyuhyun
- Fauzzia Diny a.k.a Park Ji Soo
And other
cast.
ini adalah
lanjutan FF Rorgive Me yang sebelumnya author publish. Bagi yang belum membaca
silahkan copy-paste link dibawah ini
FF ini murni
hasil yang keluar dari otaknya author langsung. DILARANG KERAS UNTUK MENG-COPY
PASTE FF INI TANPA IZIN DARI AUTHOR..*caps jebol
Happy reading
all……
*
*
“Kyo.. Kau Kim Hyun Kyo?”
Kyo
terkejut namanya dipanggil seseorang. Dia mencari asal sumber suara itu. dia
meraba-raba apa yang ada didepannya, meski tak ada satu pun yang dia temukan.
“ya..??
kau siapa?? Apa kau yang memanggilku..?”
Kyo
berjalan perlahan, yang tanpa diketahui dia berjalan lurus kearah Kyuhyun sampai
kakinya membentur sesuatu hingga membuatnya hampir jatuh terjerambab. Beruntung
Kyu yang berada tepat di depan meja tersebut dapat menjangkau tubuh Kyo yang
hampir tersungkur.
Dapat
dirasakan oleh Hyun Kyo tangan Kyuhyun yang bergetar dan terasa dingin di
indera perabanya. Kyo bergegas bembenarkan posisi berdirinya dia menggapai
tubuh yang kini menopangnya berdiri. Dia meraba tangan Kyuhyun sampai tangan
kecil Kyo berhasil menangkup kedua belah pipi Kyuhyun. Dia meraba semua lekuk
wajah namja yang ada dihadapannya sekarang. Pipinya, matanya, hidungnya,
bibirnya, dahi sampai rambutnya tak ada satupun yang terlewatkan.
Kyuhyun
segera menyadari kondisi Hyun Kyo saat
ini. Hatinya bagai tercabik mendapati kekasihnya kini tak bisa melihatnya lagi.
dia merindukan gadis yang ada dihadapannya, dia merindukan sentuhan lembutnya,
dia merindukan senyuman manisnya, dia juga merindukan tatapan hangat dari
gadisnya. Namun kini apa yang didapatinya jauh bertolak belakang dengan
harapannya. Dia hanya mengepalkan tangan menahan emosi yang bergemuruh dihatinya.
“Kyo..
kau.. k..”
Ji
Soo langsung terdiam melihat Kyo yang sedang bersama dengan Kyuhyun. Dilihatnya
Kyuhyun sedang terdiam tak percaya melihat kekasihnya seperti itu.
“Ji
Soo, kau kah itu..?”
“nde
Kyo.. ini aku..” jawabnya lesu.
“apa
kau melihat tongkat ku? aku tak bisa menemukannya..”
“apa..??
ahh.. iya.. ini..” Ji Soo memberikan
sebuah tongkat, alat bantu penunjuk jalan untuk Kyo yang bersandar di kanvas
disamping Kyo.
“ah..
gumawo Ji Soo.. dan,, tuan? Apa kau yang memanggilku tadi..?”
“….”
Namja itu hanya diam tertunduk. Kristal bening itu kini lolos menganak sungai
dipipi tirusnya.
“Kyo..
dia.. Kyuhyun..”
“m..mwo..??”
Hyun
Kyo terkejut mendengar bahwa namja yang sedari tadi bersamanya adalah Kyuhyun,
namja yang sangat dicintai dan dirindukannya selama ini. Perlahan ia melangkah
mundur menjauhkan diri dari namjanya. Dimatanya kini menggenang buliran suci
yang menyakitkan. Dia merasa belum bisa menemui Kyuhyun saat ini. Dia merasa
ini bukan waktu yang tepat baginya untuk bertemu dengan Kyuhyun, namja yang
selalu terlihat jelas di pandangan matanya yang gelap.
Sedangkan
Kyuhyun, dia hanya diam memantung ditempatnya. Tak ada satu kata pun yang
terlontar dari bibirnya. Dia hanya diam seribu bahasa, membatu bagai patung
meski sesungguhnya dia ingin sekali memeluk yeojanya itu.
Seketika
semua terasa membeku. Tak ada seorang pun yang bersuara guna memecahkan
keheningan diantara mereka. Baik Hyun
Kyo, Kyuhyun, Ji Soo bahkan Aiden Lee yang entah sejak kapan dia berada
di ujung pintu ruangan pun hanya membungkam. Semua larut dalam pikiran dan
emosi masing-masing. Terlebih Kyuhyun yang hanya memandang nanar yeoja yang
bahkan kini dari mata almondnya membuahkan aliran sungai kecil.
Kyuhyun
mencoba melangkahkan kakinya menghampiri Hyun Kyo yang kini sudah teduduk lemas
ditempatmya. Namun niatnya ia urungkan. Perlahan Kyuhyun mulai melangkah mundur
dan dalam sekian detik langkahnya semakin cepat dan menghilang dibalik daun pintu.
Ji
Soo mencoba mengejar dan menghentikan Kyuhyun, tapi niat tersebut diurungkannya
mengingat sahabatnya lebih membutuhkannya saat ini. Dilihatnya lagi oleh Ji Soo
sahabatnya, Hyun Kyo yang masih terduduk diam dibawah meja kecil itu. melihat Kyo
yang seperti itu, rasa bersalah itu kembali mencuat setelah selama ini dapat
tersirnakan. Ji Soo kemudian duduk disamping Hyun Kyo yang diam tak bergeming.
semenjak
hari itu Hyun Kyo kembali menutup dirinya dari semua orang. Termasuk dengan Ji
Soo yang sudah menjadi sahabatnya. Entah apa yang membuatnya menjadi seperti
ini. Pikiran, hati dan jiwanya terpisah jauh.. dia kembali menjadi Hyun Kyo
yang pendiam seperti saat 4 tahun lalu.
Sudah
beberapa hari Hyun Kyo bertahan dengan diamnya. Dia bagai orang bisu yang tak
keluar satu kata pun dari bibirnya. Bahkan ketika diajak bicara pun dia lebih
memilih untuk menghindar dibanding untuk menjawab bahkan hanya sekedar
mendengarkan pun tidak. Hyun Kyo yang seperti ini lebih buruk daripada Kyo
empat tahun lalu yang ketika itu masih bisa diajak bicara meski tak sedikit pun
memawab, atau Kyo yang dulu selalu berteriak saat dia frustasi dengan
keadaannya. Bagi kedua orang tua Hyun Kyo lebih baik Kyo berteriak daripada Kyo
yang diam seperti ini. Ini justru membuat keduanya lebih Khawatir.
Tok..
tok..
“Kyo..”
panggil Ji Soo pada Kyo yang masih menutup dirinya dalam kamar.
Namun si pemilik kamar tak kunjung membuka-kan
pintu kamarnya.. sampai Ji Soo harus beberapa kali memanggil nama Hyun Kyo,
tapi dia tetap tak mendapatkan sahabat yang di panggilnya,
“Kyo.. kumohon..”
Entah sudah berapa banyak Ji Soo mengetuk
pintu kamar sahabatnya,, tapi Kyo masih tetap mengunci diri di dalam
ruangannya. Ji Soo menyerah.. dia memutuskan untuk beranjak dari tempatnya
berdiri. Dan ketika ia berbalik dan melangkahkan kakinya yang terasa berat, samar-samar
ia mendengar sebuah pintu yang terbuka. dia kembali berbalik pada pintu di
belakangnya dan mendapatkan Hyun Kyo yang berdiri dengan tongkat yang
membantunya. Wajahnya lusuh, tatapannya kosong dan terlihat jelas garis
kehitaman dibawah kantung matanya yang sedikit membengkak.
“Kyo..” Ji Soo menghampiri dan memeluk
sahabatnya dengan erat..
oOoOoOoOo
‘Aku
merasa bersalah pada Jong Woon oppa.. Tak semestinya aku mengacuhkannya ketika
itu merupakan hari dimana terakhir kalinya aku bertemu dengannya dan melihat
wajahnya. Jika aku mengetahui itu adalah hari dimana kegelapan akan
menyelimutiku,, dapat kupastikan aku akan menatapnya sepuasku,, selama mungkin
sampai kegelapan itu mulai datang. Aku menyesali diriku sendiri, mengapa ini
semua bisa terjadi. aku sempat berada ditepi jurang kehancuran ketika aku mulai
menyalahkan Tuhan. Saat semua pergi dariku, saat aku kehilangan cinta,
cita-cita dan juga penglihatanku, aku merasa tuhan tak adil padaku. Mengapa ini
semua terjadi padaku di waktu yang bersamaan?
Namun
sayang, semua sudah terjadi. aku tak bisa berbuat apapun terhadap tangan Tuhan
Yang Maha Kekar dan Maha Kuasa. Siapalah aku yang tak berdaya.. biar bagaimana
pun, aku bersyukur telah diberikan oleh tuhan lilin kecil yang selalu bersama
ku setiap hari, menerangi gelapku, memberikan kehangatan dalam sudut hati yang
kelam..’
Puk..
Kyuhyun menutup lembaran terakhir buku yang
dibacanya. Dia tak mampu berkata apa-apa terhadap itu. secara tidak langsung,
dengan membaca buku bersampul cokelat itu, Kyuhyun mendengar semua isi hati dan
keluh kesah kekesihnya yang sempat tak dia dengar beberapa waktu lalu.
“hhh…
eomma,, apa yang harus aku lalukan sekarang?? Aku bersalah Karena telah
bersikap seperti itu padanya,, seharusnya aku bersamanya di saat seperti ini,,
bukan pergi dan lari darinya..”
Kyuhyun
terus bicara pada seorang wanita paruh baya yang tergolek lemah di tempat
tidurnya. Kyuhyun Nampak frustasi ketika menyadari wanita yang bersamanya
ternyata tak mampu memberikan solusi seperti apa yang biasa dilakukannya ketika
dulu.
“Kyu..”
sapa seseorang yang baru masuk keruangan serba putih itu.
“ohh..
kau, masuklah..”
“bagaimana
keadaan eomma mu..?”Tanya Aiden kemudian yang duduk di tepi tempat tidur yang
ditempati wanita paruh baya yang masih menutup matanya rapat-rapat.
“masih
sama.. belum ada perubahan yang berarti. Malah mungkin keadaannya semakin
memburuk.. lihatlah, dia semakin pucat..”
“sabarlah
Kyu,, kau harus yakin,, eomma mu akan baik-baik saja..”
“ne,,
semoga..”
Kyuhyun
terus memandang sendu pada wanita paruh baya yang dipanggilnya eomma itu,
berharap eommanya dapat membuka mata dan memberikan senyum yang seperti biasa
diberikannya pada Kyuhun. Ya, sudah seminggu ini Kyuhyun eomma terbaring koma
di rumah sakit akibat penyakit kanker yang dideritanya.
Sudah
lima tahun ini kanker ganas itu menggerogoti tubuh eomma dari Kyuhyun. Dan
selama itu pula eommanya menyembunyikannya dari puteranya itu. sampai seminggu
yang lalu, saat Kyuhyun menemukan eommanya tak sadarkan diri di rumahnya pun Kyuhyun
belum mengetahui apapun tentang penyakit eommanya. Dia dapat mengetahui
semuanya pun dari dokter yang merawatnya ketika itu.
*Flashback
“Kyo,,
apa yang terjadi dengan mu?? Bagaimana ini semua terjadi..? kupikir saat aku
kembali, kau akan menyambutku dengan senyuman dan keceriaanmu seperti yang
selalu kau berikan padaku.. tapi sekarang sudah tidak lagi..” lirih namja itu sambil memandangi potret yang
terbingkai dan sengaja diletakkan di depan mejanya.
GEDEBUGG….
Tiba-tiba suara gaduh membuat Kyuhyun tersadar
dari pikirannya. Dia mencari apa yang membuat suara gaduh itu tercipta, dia
mencari ke semua penjuru ruangan rumah megahnya,, namun tak ada satupun yang
ditemukan. Kamar eommanya adalah tujuan terakhirnya menemukan sumber suara.
Betapa terkejutnya Kyuhyun ketika
mendapati pemandangan yang mengejutkan sekaligus menusuk hatinya. Bagaimana
tidak, dia harus melihat eomma yang dicintainya tak sadarkan diri.
“eomma,, kau kenapa..? apa yang terjadi..?”
tanyanya panik meski ia tau eommanya tak akan bisa menjawabnya.
‘ya tuhan,, apa yang harus aku lakukan..??
ahh.. Kyu, mengapa kau mendadak pabbo..!!!’ rutuknya dalam hati, bingung apa
yang harus dilakukannya.
“Kyu..?? apa kau ada dirumah..??” ‘Aiden,, itu
seperti suaranya..’ batinnya.
“Aiden.. kau kah itu? aku di kamar eomma..
cepat kemari..” teriaknya panik.
“Yaa..!! Kyu apa yang terjadi?” Tanya aiden
yang terkejut melihat Kyuhyun eomma yang
tak sadarkan diri.
“molla.. aku sendiri bingung..”
“yak.. kenapa kau diam saja eoh..? kenapa kau
tak memanggil ambulance..”
“aiiss.. jinja,, kenapa aku melupakan itu..”
“yak!! Sejak kapan kau menjadi pabbo seperti
itu..” mereka berdua terus berdebat tentang ini.
==skip==
seorang Pria berperawakan tinggi kekar keluar
dari ruangan ICU dengan wajah yang sedikit lesu.
“dokter,, bagaimana keadaan eomma saya? apa
dia tidak apa-apa?” Tanya Kyuhyun masih
dengan rasa panik dalam hatinya.
“tenanglah Kyu..” Aiden menenangkan.
“begini,, penyakit yang eomma anda derita kini
sudah mencapai stadium lanjut. Saya sudah mengingatkan eomma anda sebelumnya
bahwa dia harus istirahat total dan melakukan kemotheraphy, tapi dia tak
kunjung datang menemuiku..”
“mwo? Kemotheraphy? Memangnya apa yang terjadi
dengan eommaku..?”
“apa eomma anda tidak mengatakannya?” Kyuhyun hanya menggelengkan kepala dengan cepat..
“jadi begini, beberapa tahun lalu eomma anda
didiagnosis mengidap kanker hati. Namun ketika itu masih tahap stadium awal.
Saya sudah berkali-kali meminta agar eomma anda melakukan theraphy, tapi eomma
anda tak pernah datang. Hanya pernah sekali dua kali eomma anda datang untuk
theraphy, namun itu juga sudah lama sekali. Dan yang lebih mengejutkan lagi,
adalah perkembangan sel kanker itu berkembang dengan cepat menjalar di
tubuhnya. Ini dikarenakan factor metabolisme tubuh eomma anda yang kurang
terjaga sehingga system ketahanan tubuhnya tak mampu menghambat sel kanker yang
terus menyebar.”
Kyu hanya diam membatu mendengarkan penuturan
dokter yang baru diketahuinya telah menjadi dokter pribadi eommanya. Entah apa
yang dipikirkan Kyuhyun saat ini. Apakah
diamnya karena dia tak percaya dengan apa yang didengarnya? Atau dia diam
karena dia tak memahami apa yang dikatakan dokter itu padanya. entahlah,, hanya
Kyuhyun yang tau.
*End
Flashback
“Kyu…”
sapaan aiden itu sukses membuat Kyuhyun terkesiap
keluar dari pikirannya.
“ne??”
“boleh
aku bertanya sesuatu..?”
“tanyakan
saja..”
“tentang
yeoja yang buta itu….”
“namanya
Hyun Kyo..”
“ya,,
maksudku Hyun Kyo, apa kau sudah menemuinya lagi?”
“…”
Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya.
“wae?”
“kau
kan tau sendiri,, eomma ku sedang sakit… bagiku eomma lebih penting dari
apapun..”
“kau
yakin hanya itu? kau bukan berniat menghindarinya kan?”
“jangan
bicara seolah kau mengetahui pikiranku..”
“Kyu,,
kita sudah berteman sangat lama. 4 tahun adalah waktu yang cukup untuk aku
mengenal seperti apa dirimu. Aku juga tau betapa kau sangat mencintainya.. tapi
kenapa sekarang kau seperti ini? Kyu, dia juga merasakan hal yang sama sepertimu.
Kau merindukannya, dia juga. Kau masih mencintainya, dia juga sama.. ku
terpukul dia justru lebih terpukul daripada kamu.. kamu tersiksa dengan
keadaan? Dia jauh lebih tersiksa dengan ini semua.. apa kau tak mengerti itu?
atau kau berpura-pura tak mengerti?”
“dia
sendiri yang sejak awal menghindariku.. dia yang sejak awal menjauhi aku..”
“bukankah
itu sudah dia jelaskan? Dia berusaha menemuimu ketika itu,, tapi waktu yang tak
menghendakinya..”
Sejenak
Kyuhyun berfikir, “mungkin apa yang
dikatakan Aiden memang benar.. ini bukan keinginan kita semua. Melainkan ini
sudah diatur oleh tuhan. Ya tuhan.. betapa egoisnya aku selama ini.. “
batinnya.
oOoOoOoOo
Kyuhyun mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh.
Ya, setelah pembicaraannya dengan Aiden tempo hari, Kyuhyun berfikir mungkin perkataan Aiden ada
benarnya, sehingga Kyuhyun memiutuskan
untuk menemui Hyun Kyo hari ini juga.
Dan
kini, Kyuhyun tengah berdiri di depan
sebuah rumah bergaya minimalis milik keluarga Kim. Kyuhyun berniat menekan tombol kecil disamping pagar
rumah itu, namun berkali-kali Kyuhyun hendak
melakukan itu, berkali-kali pula dia mengurungkan niatnya. Rindu dan ragu kini
menggelayuti hatinya, rindu karena telah lama tidal berjumpa dengan Hyun Kyo,
namun ragu karena dia merasa belum siap untuk menemui Hyun Kyo saat ini.
Kyuhyun kembali memasuki mobil biru kesayangannya dan
berniat menancap gas, pergi dari rumah itu. namun disaat yang bersamaan dia
menangkap dua orang wanita keluar dari rumah itu. dan bisa dipastikan itu adalah
Hyun Kyo, gadis yang di carinya.
Kyuhyun yang semula berniat untuk kembali pulangpun
pada akihirnya berubah. Dia memutuskan untuk mengikuti kemana langkah kaki Hyun
Kyo dan orang yang bersamanya pergi. sampai tiba di sebuah taman yang tak jauh
dari tempat tinggal Hyun Kyo. Hyun Kyo duduk di sebuah bangku kayu menghadap
sebuah danau buatan di tengah taman yang cukup luas itu. di ujung penglihatan Kyuhyun,
Hyun Kyo tampak menikmati suasana sejuk taman itu. tampak Hyun Kyo tersenyum
dengan manisnya meski Kyuhyun sendiri
mengetahui Hyun Kyo saat ini sedang merasakan sesuatu yang menyakitkan.
“Kyo,,
harusnya aku yang duduk disana dan mengiburmu..” desis Kyuhyun tertahan. Sekali lagi dia menatap nanar dua
orang sahabat yang duduk di bangku itu. namun tiba-tiba, dia melihat dirinya
lah yang kini duduk bersama Hyun Kyo dan tertawa bersama. Namun bayangan indah
itu kembali memudar setelah menyadari sesuatu membasahi pipinya. Ia kemudian
berbalik dan kembali kedalam mobil birunya pergi dari tempat itu.
Sementara
itu,, Hyun Kyo dengan sahabatnya masih enggan untuk beranjak dari taman itu
meski mentari mulai menampakkan sengah wujud nya di muka bumi.
“Kyo..”
“wae
Ji Soo..??”
“mm..
tadi ada kiriman surat untuk mu..”
“jinjja..??
dari siapa..?”
“Harvard
university..”
“mwo..??”
“iya..”
“lalu,,
isinya apa??”
“mereka
menyatakan, kau.. mendapat beasiswa untuk belajar disana..”
“…”
Hyun Kyo hanya diam menanggapi ucapan Ji Soo barusan.
“dan
kau tau.. jurusan apa yang mereka rekomendasikan untukmu..??” Hyun Kyo hanya
menggelengkan kepalanya “Art Of Science”
“MWO..
ya! Kau.. bercanda jangan keterlaluan.. tidak mungkin universitas yang termasuk
kedalam kategori terbaik se-dunia mau memberikan beasiswa di bidang yang sangat
berkelas seperti itu..”
“yak!
Ini bukan lelucon.. ini sungguhan..”
“sudah
lah.. jikapun iya, kau sendiri tau kan.. aku seperti apa?? Aku tak mungkin bisa
belajar sekarang..”
“ya!
Jangan begitu.. kau tak percaya keajaiban..? mana kita tau jika tuhan mungkin
mempunyai rencana indah untuk mu..”
Hyun
Kyo terdiam, mencoba memikirkan apa yang dikatakan sahabatnya. “keajaiban.. mungkinkah
keajaiban itu benar-banar ada dan diberikan padaku..??” batinnya.
Setiap
hari Kyuhyun rutin mengikuti kemanapun Hyun
Kyo pergi. tindak tanduknya kini bagai seorang penguntit yang mengincar
sasarannya. Ini dia lakukan setelah dia tau bahwa Hyun Kyo selalu pergi keluar
untuk berjalan-jalan setiap sorenya. Namun meski begitu, tak sekali pun Kyuhyun menemui Hyun Kyo secara dekat. Dia merasa tak
kuasa untuk bertatap muka dengan Hyun Kyo. Dia merasa tak sanggup jika Hyun Kyo
melihatnya seperti ini. Meski dia tau ini konyol karena tak mungkin jika Hyun
Kyo bisa melihatnya sekarang.
oOoOoOo
jalan raya kota Seoul kini dipenuhi
atribut-atribut perhelatan akbar yang telah menjadi rutinitas semua warga Korea
Selatan bahkan seluruh dunia setiap tahunnya. Ya, kurang lebih tiga hari lagi
adalah hari terakhir di bulan Desember tahun 2012.
Dua orang gadis kini tengah duduk bersantai di
bangku taman belakang rumahnya.
“ya,, Kyo..
gwaenchanha-yo?” namun Kyo hanya diam dan menundukkan wajahnya dalam.
‘sudah hampir dua bulan ini aku tak mendengar
suaranya.. apa dia baik-baik saja? Ya, semoga dia baik-baik saja. Tapi,, kenapa
perasaanku tidak enak.. ya tuhan,, semoga ini bukan firasat yang buruk. Semoga
semuanya baik-baik saja.’ Batinnya.
===
Krilililililing… krililililing…
Suara telephone rumah memecah keheningan
Kediaman Hyun Kyo pagi ini. Semua anggota rumah yang mendengarkan suara yang
cukup memekakan telinga itu satu persatu mendekati sumber suara, termasuk Hyun
Kyo juga Ji Soo yang memang menginap dirumah Hyun Kyo. Dan Appa Hyun Kyo yang
berdiri lebih dekat dengan sang empunya suara mau tak mau harus mengangkat
telephone itu dengan malas.
“yeoboseo..”
“yeoboseo,
apa kami bicara dengan keluarga Kim?”
“iya betul, saya sendiri..”
“kami dari
Rumah Sakit Mata kota Seoul.. hanya ingin megatakan bahwa putri anda harus
secepatnya datang kerumah sakit ini.”
“mwo? Memangnya ada apa? Apa ada masalah?”
“ah..
tidak Tuan Kim, hanya nona Kim Hyun Kyo diminta untuk segera melengkapi
data-data yang diperlukan untuk operasi mata putri anda..”
“MWO…” appa Hyun Kyo tampak Shock mendengar
penuturan dari orang yang disebrang sana. Dan membuat yang lainnya ikut
terkejut. Sang appa kini hanya diam terduduk di sofa ruang tamu itu dan membuat
semuanya penasaran dengan apa yang dikatakan pihak rumah sakit itu.
“appa,, apa yang dikatakan pihak rumah sakit
itu?” Hyun Kyo eomma tampak cemas.
“Kyo… dia diminta untuk datang ke Rumah Sakit
Mata kota Seoul secepatnya.. karna… karna..” ucapan Hyun Kyo appa tersendat
sendat.
“kenapa appa?” kini Hyun Kyo yang bertanya.
“Kyo,, mereka mengatakan… mereka.. mereka..”
“ya.. apa yang mereka katakan appa..” Hyun Kyo
eomma mulai tak sabar.
“mereka mengatakan..telah.. mendapatkan donor
mata untuk Kyo putri kita..”
“MWO..?” pekik semua bersamaan..
“Kyo..” appa merdiri dan menghampiri puteri
kesayangannya. “apa kau bahagia chagi.. sebentar lagi penglihatanmu akan
kembali..”
“benarkah itu appa..? kau tak membohongiku
kan?”
“anni chagi,, kau benar-benar akan melihat
lagi..” Hyun Kyo appa kemudian memeluk puterinya yang mulai terisak dengan
penuh rasa sayang.
Ya, semua yang mendengar kabar itu kini mulai
menitikan air mata. Bukan air mata kepedihan yang seperti biasa mereka hadapi,
namun kali ini merupakan air mata
kebahagiaan yang paling besar untuk mereka.
oOoOoOo
Kyo kini terduduk di sebuah bangsal rumah
sakit dengan berbalut perban yang melingkar menutupi mata dan pelipisnya. Ya,
hari ini adalah hari penentuan apakah Kyo benar-benar dapat melihat lagi atau
tidak.
“Hyun Kyo-ssi,, apa kau sudah siap..?” Tanya
seorang wanita berjas putih itu.
Kyo hanya menarik nafas panjang dan mengangguk
dengan mantap sebagai jawaban pertanyaan Dokternya itu. dengan perasaan yang
berdebar, Hyun Kyo berdoa dalam hati, semoga tuhan masih berbaik hati
memberikan kesempatan lagi pada Kyo untuk bisa melihat keindahan alam semesta,
yang menjadi bukti tuhan maha kuasa.
‘Tuhan,,
aku tau aku adalah ciptaanmu yang tak tau malu. Aku merutuki kehendakmu, aku
menyangkal karunia yang secara tak sadar itu adalah karunia terbesar untukku.
Tapi tuhan, kumohon, berikan kesempatan padaku untuk bisa melihat dunia ini
lagi agar aku dapat bersyukur betapa besar nikmat yang telah kau beri padaku.
Secara tak sadar aku mengingkari betapa nikmatnya memiliki penglihatan, betapa
berharganya semua yang telah kau berikan.. kumohon tuhan,, dengarkan pinta
hambamu yang tak tau malu ini..’ batinnya.
Perlahan dokter itu membuka balutan yang
mengelilingi mata dan pelipisnya, kemudian satu persatu perban yang menutupi
kedua kelopak mata almond Hyun Kyo pun ditanggalkan..
“nah Hyun Kyo-ssi,, coba, buka matamu dengan
perlahan…” perintah dokter itu lembut.
Kyo pun menuruti apapun yang dikatakan dokter
itu. secara perlahan ia membuka matanya,, namun, tak sampai dua detik dia
membuka matanya, secara reflex matanya tertutup kembali merasakan sengatan yang
terasa ngilu.
“kenapa..?”
“perih dokter..” jawabnya sambil sesekali
mencoba menyentuh matanya namun behasil dicegah oleh dokter itu.
“jangan disentuh Hyun Kyo-ssi.. kau cukup
mengerjapkan mata saja untuk penyesuaian..”
“ne dokter,, aku mengerti..”
Sekali lagi Hyun Kyo mencoba membuka matanya
lagi sesuai dengan permintaan dokter itu. berkali-kali itu pula dia mencoba
membukanya, namun rasa perih itu selalu dirasakannya. Dia tak menyerah,, dia terus mencoba membuka
kembali matanya dan kini matanya sudah bisa terbuka sempurna.
“Kyo..?” panggil Ji Soo pada Hyun Kyo yang
tiba-tiba terdiam.
“ji Soo..?” Hyun Kyo memanggil sahabatnya itu
dengan nada suara yang tak enak didengar. Dan yang dipanggil hanya menatap
intens pada Hyun Kyo. “kaukah itu..?” Ji Soo makin tak mengerti dengan
sahabatnya ini. “kau kah,, yang berdiri didepanku dan memasang wajah jelek memakai
baju cokelat pastel itu..? Ji Soo..?” senyum yang mengembang kini terukir
sempurna diwajah Kyo, sepersekian detik kemudian Ji Soo menghambur memeluk
sahabatnya itu dengan erat.. appa dan eommanya pun tampak bahagia mendapatkan
puterinya yang kini benar-benar bisa melihat kembali..
oOoOoOo
Hyun Kyo kini berada dalam sebuah mobil
bersama Ji Soo dengan memakai pakaian yang serba hitam. Kacamata hitam kini
menutupi hampir di sebagian wajah kecilnya untuk menyamarkan sembab yang
menghiasi matanya. Dia hanya diam mengingat apa yang dikatakan Ji Soo semalam.
‘Kyo,,
ada kabar duka.. dan ini sungguh membuat kita semua tercengang.. ny. Cho,,
eomma Kyuhyun .. dia,, sudah berpulang..
kabanrnya ny. Cho mengidap kanker yang menggerogotinya selama 4 tahun
terakhir..’
Kini mereka sampai di rumah duka yang masih
penuh dengan para pelayat yang berdatangan silih berganti, Hyun Kyo berjalan
menemui Kyuhyun appa dan juga noonnanya
yang berdiri di depan peti jenazah. Pertama Hyun Kyo memberi penghormatan
terakhir untuk Kyuhyun eomma dan berdoa
disana. Setelah itu kemudian dia menghampiri Kyuhyun appa dan noonnanya. Tanpa di duga, Kyuhyun appa menangkup wajah Hyun Kyo dan menatapnya
dengan lekat kemudian memeluknya dengan erat. Kyo pun dibuat tak mengerti atas
apa yang dilakukan appa dari Kyuhyun itu..
“eommhh.. eonni.. dimana Kyuhyun oppa..??” tanyanya.
“dia dikamar eomma.. sedari semalam dia tak
mau keluar dari sana.”
“bolehkah aku kesana..?”
“tentu.. pergilah..” jawab Kyuhyun appa.
Tanpa menunggu lama, Hyun Kyo pergi
meninggalkan mereka dan bergegas menuju kamar yang ditunjukkan Kyuhyun noonna. Sejenak Hyun Kyo mematung dihadapan
kamar yang masih tertutup rapat. Pikirannya kembali ketika dulu pertama kali
dia bertemu dengan Kyuhyun eomma..
“ya! Cho Kyuhyun .. apa kau yakin akan hidup bersamanya..
eoh??”
“ne
eomma.. aku yakin..”
“tak
sadarkah kau..? dia berbeda dengan kita..”
“sejak
kapan eomma membeda-bedakan seseorang..??”
“tapi kali
ini berbeda Kyu..”
“sama saja
eomma..”
“Cho Kyuhyun .. dia itu seorang pelukis.. kau tau itu..”
“memangnya
kenapa? Aku mencintainya eomma..”
“mwo? jadi..?? kau tetap akan hidup bersamanya? Kyuhyun .. apa kau akan memilih gadis penghkayal itu
dibanding aku? eommamu?”
“eomma..!!”
Perkataan
Kyuhyun eomma dibalik pintu kamarnya
ketika itu masih terekam jelas di telinga Hyun Kyo. Dan perkataan itu lah yang
membuatnya menjauh dari Kyuhyun .
Diketuknya
pintu besar itu secara perlahan.. namun tak ada jawaban dari dalam, seolah
didalam ruangan itu tak berpenghuni. Namun Hyun Kyo tau persis Kyuhyun ada di dalam sana. Dibukanaya pintu yang
sengaja tak dikunci itu dengan perlahan..
“Kyu,,,”
sapa Hyun Kyo. Namun yang dipanggil tak menjawabnya.
Dilihatnya
Kyuhyun sedang duduk bersandar di tepi
tempat tidur besarnya sembari memeluk potret dirinya dengan sang eomma yang
terbingkai indah. Dia memejamkan matanya, tapi tidak tertidur. Hyun Kyo
mendekat kearahnya dan duduk menyandar di tepi tempat tidur disamping Kyuhyun . Hyun Kyo memandang nanar sosok namja yang
sudah lebih dari empat tahun tak dilihatnya. Dibelainya surai caramel milih namja
itu, dan tanpa diperintah, Kyuhyun kini
menjatuhkan dirinya dalam pangkuan Hyun Kyo dan menumpahkan kesesakkannya
disana dengan terus memegangi potret itu.
Dengan
setia, Hyun Kyo menemani Kyuhyun disana,
meski tak ada sepatah kata pun keluar dari bibir Kyuhyun. Cukup dengan seperti
ini, semua kesesakannya dapat terbagi. Cukup dengan sebuah pelukan dan belaian
hangat lah yang mampu meredam semua kesakitan yang Kyuhyun rasakan.
Sudah
satu minggu lebih setelah kepergian eommanya, kini Kyuhyun sudah bisa bangkit
dari kesedihannya. Meski terkadang sedih itu masih dirasakannya, namun dia
terus mencoba setegar mungkin dan mencoba melupakan semua sedih dihatinya. Appa
dan noonanya tentu ambil andil dalam hal ini.
“sekarang,
apa yang akan kau lakukan..?” Tanya Hyun Kyo pada namja dihadapannya.
“entahlah..
mungkin aku akan bekerja di perusahaan appa. Aku ingin menyibukkan diriku agar
aku tidak terlalu sedih lagi. noona ku juga akan tinggal disini mulai sekarang..”
“nde,
syukurlah.. itu ide yang sangat bagus..”
“lalu
kau?”
“mm..
mungkin aku akan melanjutkan sekolahku. Aku mendapat beasiswa untuk belajar di
Harvard university.. dan aku akan mengambil kesempatan itu..”
“jadi..
kau akan pergi..”
“mm..
begitulah..”
“balas
dendam padaku..?” goda Kyuhyun.
“ya!
Apa maksudmu..??”
“ahaha..
anio.. aku hanya bercanda.. kau tak banyak berubah..” suasana di antara mereka
berdua mulai serius.
“kau
tau.. aku mengalami banyak hal sepeninggalmu.. mungkin kau tak banyak tau
tentangku empat tahun ke belakang”
“tidak..
meski sudah empat tahun, kau masih Hyun Kyo ku yang dulu..”
“aku
bukan Hyun Kyo mu lagi oppa..”
“maksudmu..?
apa kau berfikir kita sudah berakhir..?”
“entahlah..
empat tahun bukan waktu yang sebentar untuk ku melewati ini semua. Empat tahun
bukanlah waktu yang sebentar untukku memikirkan bahwa, mungkin apa yang
dikatakan eommamu tempo hari memang benar. Jadi,, aku sudah memutuskannya
ketika itu..”
“jadi..
kau menghindariku karena eomma..?”
“aku
tak mungkin mementingkan diriku sendiri ketika aku tau, aku tidak lebih berhak
atas dirimu. Maka dari itu, aku memutuskan untuk mengakhiri semuanya..”
“lalu
apa kau bisa?”
“…..”
Kyo hanya diam tak menjawab pertanyaan dari Kyuhyun .
“kau
tau,, aku tak bisa jika tanpamu..”
“…”
Kyo lagi-lagi membungkam mulutnya.
“Aku
tau.. sesungguhnya kau memiliki perasaan yang sama denganku. Meski kau tak
mengatakannya padaku, tapi aku tau itu.
aku terlalu banyak tau tentangmu. Jadi, tak ada satu pun yang bisa kau
elakkan dariku.” Batin Kyuhyun . Dia
ingin mengatakannya pada yeoja dihadapannya. Tapi dia merasa, biarlah hanya dia
yang tau perasaan itu.
“jadi,,
benar-benar berakhir..?”
“entahlah
oppa.. kita lihat saja nanti. Mungkin tuhan mempunyai rencana lain untuk kita.
kita tidak pernah tau apa rencana tuhan yang telah digariskan untuk kita, kan?”
oOoOoOoOo
3 tahun kemudian..
Seorang
yeoja berbalut dress selutut berjalan dengan tangan kiri yang menarik sebuah
koper besar keluar dari sebuah ruangan berpintu kaca Incheon Internasional
airport. Bibirnya tak henti menyunggingkan senyuman dari paras cantiknya.
Rambut sepunggung yang tampak sengaja digerainya menambah cantik dirinya. Dia
mengedarkan pandangannya ke segala penjuru bandara berharap seseorang berdiri
dan menunggunya. Benar saja, dari kejauhan, dia melihat seorang yeoja tengah
berdiri tersenyum sambil melambaikan tangannya tinggi-tinggi.
“Kyo..!!!”
teriak yeoja itu yang ternyata adalah Ji Soo.
“Ji
Soo..” balas Hyun Kyo kemudian menghampiri Ji Soo.
“nan
bogohsippo..” ji Soo kemudian memeluk sahabatnya erat
“nadoo…”
Hyun Kyo pun membalas pelukan sahabatnya.
“Kau
tampak berbeda Kyo..”
“jinjja…?
Kau juga.. eemmmmhh.. aku tau.. selamat ya.. kau sudah jadi penulis ternama
sekarang..”
“ah..
kau bisa saja.. kau sendiri? Kapan akan menggelar pameranmu..?”
“mmm
masih kupikirkan..”
“cepatlah..
penggemar mu sudah menantimu..”
“ah,
kau ini.. ada-ada saja..”
“kajja..
kita pulang. Appa dan eomma mu sudah menunggu..”
“ne..”
Keduanya
kemudian berlalu meninggalkan bandara itu dan bergegas menuju rumah Hyun Kyo
dengan mobil putih kesayangan Ji Soo.
Sampai
di rumah, Hyun Kyo langsung disambut dengan gembira oleh orang tuanya.
Kegembiraan mereka tak cukup sampai disitu, karena mereka kini mengetahui bahwa
Hyun Kyo telah menemukan serpihan hatinya yang sudah lama hilang.
Drrrttt
drrttt… ponsel Hyun Kyo bergetar hebat pertanda sebuah panggilan masuk.
“yeoboseo..??
ah.. oppa..” Kyo kemudian pergi menjauh dari keramaian keluarga itu.
“kau sudah sampai?”
“sudah
oppa..”
“jam berapa?’
“eemmhh..
sekitar satu jam yang lalu.. memangnya kenapa?”
“ani.. aku hanya ingin mengajak mu ke
suatu tempat. Tapi tampaknya kau lelah.. sebaik nya ditunda besok saja.. kau
istirahat lah..”
“ne
oppa.. mianhae..”
“gwaenchanha.. kalau begitu besok
siang kau ku jemput.. ne?”
“ne..”
“ya sudah.. istirahatlah.. jaljayo..”
Piipp..
Hyun Kyo menutup sambungan telpon nya dengan senyum yang mengembang..
“nugu..?”
Tanya Ji Soo mengagetkan.
“mwo..?”
“yang
menelpon mu barusan. Dia kah..?”
“ahh..
ne.. besok dia mengajakku pergi ke suatu tempat.” Jawabnya singkat.
“kemana..?”
“mollayo..
dia tak mengatakannya.”
Malam
ini berlalu dengan cepat dan mentari pagi mulai bersinar cerah. Hyun Kyo kini
mematut dirinya dicermin. Memakai baju yang cocok untuknya, riasan wajah
alakadarnya, dan merapihkan rambut panjangnya yang dia ikat seperti ekor kuda.
Dia menatap lekat cermin besar dihadapannya dan tersenyum.
“wahai
pemilik mata ini sebelumnya.. terima kasih banyak. Karena dengan ini, aku bisa
kembali menjadi diriku dahulu. Tanpa mata darimu, hidupku mungkin tak akan
berguna lagi. kini aku bisa mengucap syukur sebanyak mungkin, karena tuhan
lagi-lagi menunjukkan kebaikannya melalui mu. Aku tak tau siapa kamu
sebenarnya, namun satu yang kuyakini, kau adalah orang terbaik dan penyelamat
hidupku.”
Sesaat
kemudian ia kembali teringat ketika Kyuhyun
appa memandang dirinya dengan tatapannya yang aneh dan kemudian memeluk
dirinya dengan begitu erat. Perlakuan appanya ketika itu sungguh meninggalkan
tanda Tanya besar di kepalanya. “sebenarnya ada apa dengan Cho ahjussi??”
pertanyaan itu selalu keluar dari bibirnya manakala memikirkan hal itu.
Drrrtt..
drrtt.. sebuah pesan masuk ke layar ponselnya.
“aku
sudah di depan rumahmu..”
Dengan
segera, Hyun Kyo mengambil tasnya dan bergegas turun menemui namja yang
menjemputnya.
“mau
kemana kita oppa..”
“sudah
ikut saja dengan ku..”
“baiklah..”
Dengan
senang hati Hyun Kyo menuruti kemanapun namja itu membawanya. Meski dia tak tau
akan dibawa kemana, tapi dia seolah percaya pada namja itu. sampai tiba di
sebuah perbukitan, namja itu membuka kan pintu untuk Hyun Kyo dan membimbingnya
menaiki bukit itu. dan kini, Hyun Kyo tampak bingung dengan segundukan tanah
yang terawat.
“makam..?”
Tanya Hyun Kyo bingung.
“inilah
yang aku maksud.”
“mwo,..
ah.. aku belum mengerti.. “ Tanya-nya lagi.
Namja
itu kemudian menaruh sebuah kotak berukuran sedang di atas segundukan tanah
itu,,
“sebaiknya
eomma berikan sendiri padanya..” ucap namja itu didepan makam yang dipanggilnya
eomma.
Hyun
Kyo mengerti. Sesaat dia menatap namja yang sedang tersenyum kepadanya kemudian
matanya beralih pada kotak itu. diambilnya kotak itu kemudian dia buka. ada
sebuah kotak lagi yang berukuran lebih kecil dan selembar surat disampingnya.
“surat..?”
“ne..
bacalah..”
Untuk Kim Hyun Kyo.
Hyun Kyo-ssi.. bagaimana kabarmu?
Semoga kau selalu baik-baik saja. Ya, aku tau itu. kau anak yang sangat kuat,
bahkan ebih kuat dari yang eomma pikir selama ini.
Apa? Eomma..? apa pantas aku dipanggil
eomma oleh mu? Kau terlalu baik untuk memanggil eomma pada yeoja tua yang jahat
sepertiku.
Hyun Kyo-ssi.. apa kau masih
membenciku? Ya, aku pantas kau benci mengingat apa yang telah ku lakukan
padamu, sampai kecelakaan yang menimpa mu,, aku sadar, secara tak langsung aku
juga ambil andil pada peristiwa yang menyebabkanmu menjadi gadis yang buta. Tapi
tau kah kau? Aku menyesal ketika itu. sungguh-sungguh menyesal.
Dan kini, tuhan telah membalas
perbuatanku. Penyakit ini terus menggerogoti tubuhku. Kematian kini terus
menghantuiku setiap hari. Bayangan tentang dirimu sungguh membuatku sesak.
Sesak bukan karena aku membencimu, tapi sesak dengan apa yang aku lakukan
terhadapmu. Memisahkan Kyuhyun denganmu
adalah keputusan yang salah. Itu yang kulihat setelah melihat betapa
terpukulnya dia saat dia dipaksa pergi meninggalkan Seoul.
Hyun Kyo-ssi.. mungkin saat surat ini
sampai ke tangan berhargamu, aku sudah tak bisa berdiri dihadapanmu. Aku hanya
bisa berbaring kaku tanpa memeluk mu dan meminta maaf langsung padamu. Tapi
dari sini aku sungguh mengatakan ini.
Melalui surat yang tak berharga ini,
aku ingin meminta kau untuk anakku. Aku berharap kamu bisa menggantikanku
menjaga Kyuhyun , aku berharap, kamu
bisa menggantikanku mengawasi Kyuhyun puteraku. Dia anak yang manja dan anak
yang sedikit nakal. Tapi dibalik itu, dia anak yang baik dan penyayang. Meski
aku tak terlalu dekat dengannya, tapi aku tau semuanya.
Hyun Kyo-ssi.. aku tak bisa memberimu
sesuatu yang berharga. Aku hanya bisa memberimu dunia ini yang hampir kau
lupakan. Aku tau waktuku tak banyak saat ini, tapi ijinkan aku menebus semua
yang pernah hilang darimu. Sebagian dariku kini ada pada dirimu, ku harap, ini
dapat berguna untukmu. Jika aku memberikannya langsung padamu, ku tau kau akan
menolakku, sama seperti ketika orang tuamu menolak temanmu untuk memberikan
dunianya padamu. Jadi, kuputuskan untuk memberikannya diam-diam tanpa
seorangpun yang tau. Bahkan doktermu pun tak kuijinkan mengatakannya pada siapa
pun sebelum aku mati.
Hyun Kyo-ssi, terakhir dariku, aku
sangat menyayangimu. Sungguh. Sejak pertama Kyuhyun membawamu datang padaku, sejujurnya aku
menyukaimu. Tapi keadaan yang memaksaku berbohong dan kesalah pahaman itu
terjadi, mianhae Hyun Kyo.. jeongmal Mianhae.. sekarang, restuku selalu bersama
kalian.. hiduplah dengan baik. Aku percaya Kyuhyun akan bahagia bersama mu.
Kuberikan sebuah hadiah kecil untuk
kalian.. ini adalah cincin pernikahan eomma dengan appa Kyuhyun dulu. Semoga kalian menyukainya. Tuhan bemberkahi
kalian semua.
Salam.. Eomma.
Buliran
bening itu tak hentinya mengalir deras dari mata almond milik Hyun Kyo. Tak
pernah ia bayangkan akan seperti ini pada akhirnya. Dia sama sekali tak
menyangka Kyuhyun eomma akan memberi
dunia yang sempat hilang darinya. Dia sama sekali tak menyangka, Kyuhyun eomma lah yang membawanya dari gelap kepada
terang.
Kyuhyun yang berdiri disamping Hyun Kyo hanya
memberikan pelukan untuk kekasihnya itu. sampai dia rasa kekasihnya sudah merasa
lebih baik sekarang,
“lalu?
Apa yang akan kau lakukan..?”
“kau
sendiri, apa yang ingn kau lakukan..?”
“menikahlah
denganku..”
Tanpa
menjawab apa yang dikatakan Kyuhyun padanya,
Hyun Kyo langsung menghambur memeluk kekasihnya itu.
“apapun,
akan kulakukan untukmu oppa. Apapun..”
Kyuhyun hanya tersenyum dan menbalas pelukan
kekasihnya itu.
Namun
di tempat yang lain, seorang wanita paruh baya kini tersenyum haru melihat
pasangan ini. Airmata kini lolos dari pelupuk mata sipitnya, dan senyum terus
tersungging indah dari bibir tipisnya.
“Kyuhyun ,, puteraku.. “
-End-
Tissue.. tissue ku mana.. ada yang
lihat kah..???
Huwe.. pada akhirnya.. setelah sekian
lama.. author akhirnya bisa menyelesaikan ini. Meskipun masih rada gaje bin
ajaib *Plakk#abaikan.
Author minta kritik dan sarannya ya..
juga argument para readers yang tentunya berbeda-beda tentang tulisan ini..
Gomawo udah sempetin baca FF yang
masih banyak Typo nya ini.. jeongmal gomawo,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar