Senin, 17 Desember 2012

FANFICTION: FORGIVE ME (CHAPTER 2: END)



TITTLE                                   : Forgive Me
AUTHOR                              : Novarida Mardliatin (Kim Hyun Kyo)
FACEBOOK ID                    : Fhaa Wanay Min / Kim Elfrida Missevilkyu
TWITTER ID                         : @NovaRidaa
GENRE                                  : Romance, Bit Hurt
LENGTH                               : Two Shoot
RATING                                : GENERAL
MAIN CAST                         :
  • Author a.k.a Kim Hyun Kyo
  • Super Junior's Kyuhyun a.k.a Cho Kyuhyun
  • Fauzzia Diny a.k.a Park Ji Soo
And other cast.

ini adalah lanjutan FF Rorgive Me yang sebelumnya author publish. Bagi yang belum membaca silahkan copy-paste link dibawah ini

FF ini murni hasil yang keluar dari otaknya author langsung. DILARANG KERAS UNTUK MENG-COPY PASTE FF INI TANPA IZIN DARI AUTHOR..*caps jebol

Happy reading all……

*

*

 “Kyo.. Kau Kim Hyun Kyo?”

Kyo terkejut namanya dipanggil seseorang. Dia mencari asal sumber suara itu. dia meraba-raba apa yang ada didepannya, meski tak ada satu pun yang dia temukan.

“ya..?? kau siapa?? Apa kau yang memanggilku..?”

Kyo berjalan perlahan, yang tanpa diketahui dia berjalan lurus kearah Kyuhyun sampai kakinya membentur sesuatu hingga membuatnya hampir jatuh terjerambab. Beruntung Kyu yang berada tepat di depan meja tersebut dapat menjangkau tubuh Kyo yang hampir tersungkur.

Dapat dirasakan oleh Hyun Kyo tangan Kyuhyun yang bergetar dan terasa dingin di indera perabanya. Kyo bergegas bembenarkan posisi berdirinya dia menggapai tubuh yang kini menopangnya berdiri. Dia meraba tangan Kyuhyun sampai tangan kecil Kyo berhasil menangkup kedua belah pipi Kyuhyun. Dia meraba semua lekuk wajah namja yang ada dihadapannya sekarang. Pipinya, matanya, hidungnya, bibirnya, dahi sampai rambutnya tak ada satupun yang terlewatkan.

Kyuhyun segera menyadari kondisi Hyun  Kyo saat ini. Hatinya bagai tercabik mendapati kekasihnya kini tak bisa melihatnya lagi. dia merindukan gadis yang ada dihadapannya, dia merindukan sentuhan lembutnya, dia merindukan senyuman manisnya, dia juga merindukan tatapan hangat dari gadisnya. Namun kini apa yang didapatinya jauh bertolak belakang dengan harapannya. Dia hanya mengepalkan tangan menahan emosi yang bergemuruh dihatinya.

“Kyo.. kau.. k..”
Ji Soo langsung terdiam melihat Kyo yang sedang bersama dengan Kyuhyun. Dilihatnya Kyuhyun sedang terdiam tak percaya melihat kekasihnya seperti itu.

“Ji Soo, kau kah itu..?”
“nde Kyo.. ini aku..” jawabnya lesu.
“apa kau melihat tongkat ku? aku tak bisa menemukannya..”
“apa..?? ahh.. iya.. ini..”  Ji Soo memberikan sebuah tongkat, alat bantu penunjuk jalan untuk Kyo yang bersandar di kanvas disamping Kyo.
“ah.. gumawo Ji Soo.. dan,, tuan? Apa kau yang memanggilku tadi..?”
“….” Namja itu hanya diam tertunduk. Kristal bening itu kini lolos menganak sungai dipipi tirusnya.
“Kyo.. dia.. Kyuhyun..”
“m..mwo..??”

Hyun Kyo terkejut mendengar bahwa namja yang sedari tadi bersamanya adalah Kyuhyun, namja yang sangat dicintai dan dirindukannya selama ini. Perlahan ia melangkah mundur menjauhkan diri dari namjanya. Dimatanya kini menggenang buliran suci yang menyakitkan. Dia merasa belum bisa menemui Kyuhyun saat ini. Dia merasa ini bukan waktu yang tepat baginya untuk bertemu dengan Kyuhyun, namja yang selalu terlihat jelas di pandangan matanya yang gelap.

Sedangkan Kyuhyun, dia hanya diam memantung ditempatnya. Tak ada satu kata pun yang terlontar dari bibirnya. Dia hanya diam seribu bahasa, membatu bagai patung meski sesungguhnya dia ingin sekali memeluk yeojanya itu.

Seketika semua terasa membeku. Tak ada seorang pun yang bersuara guna memecahkan keheningan diantara mereka. Baik Hyun  Kyo, Kyuhyun, Ji Soo bahkan Aiden Lee yang entah sejak kapan dia berada di ujung pintu ruangan pun hanya membungkam. Semua larut dalam pikiran dan emosi masing-masing. Terlebih Kyuhyun yang hanya memandang nanar yeoja yang bahkan kini dari mata almondnya membuahkan aliran sungai kecil.

Kyuhyun mencoba melangkahkan kakinya menghampiri Hyun Kyo yang kini sudah teduduk lemas ditempatmya. Namun niatnya ia urungkan. Perlahan Kyuhyun mulai melangkah mundur dan dalam sekian detik langkahnya semakin cepat dan menghilang dibalik daun pintu.

Ji Soo mencoba mengejar dan menghentikan Kyuhyun, tapi niat tersebut diurungkannya mengingat sahabatnya lebih membutuhkannya saat ini. Dilihatnya lagi oleh Ji Soo sahabatnya, Hyun Kyo yang masih terduduk diam dibawah meja kecil itu. melihat Kyo yang seperti itu, rasa bersalah itu kembali mencuat setelah selama ini dapat tersirnakan. Ji Soo kemudian duduk disamping Hyun  Kyo yang diam tak bergeming.

semenjak hari itu Hyun Kyo kembali menutup dirinya dari semua orang. Termasuk dengan Ji Soo yang sudah menjadi sahabatnya. Entah apa yang membuatnya menjadi seperti ini. Pikiran, hati dan jiwanya terpisah jauh.. dia kembali menjadi Hyun Kyo yang pendiam seperti saat 4 tahun lalu.

Sudah beberapa hari Hyun Kyo bertahan dengan diamnya. Dia bagai orang bisu yang tak keluar satu kata pun dari bibirnya. Bahkan ketika diajak bicara pun dia lebih memilih untuk menghindar dibanding untuk menjawab bahkan hanya sekedar mendengarkan pun tidak. Hyun Kyo yang seperti ini lebih buruk daripada Kyo empat tahun lalu yang ketika itu masih bisa diajak bicara meski tak sedikit pun memawab, atau Kyo yang dulu selalu berteriak saat dia frustasi dengan keadaannya. Bagi kedua orang tua Hyun Kyo lebih baik Kyo berteriak daripada Kyo yang diam seperti ini. Ini justru membuat keduanya lebih Khawatir.

Tok.. tok..
“Kyo..” panggil Ji Soo pada Kyo yang masih menutup dirinya dalam kamar.
Namun si pemilik kamar tak kunjung membuka-kan pintu kamarnya.. sampai Ji Soo harus beberapa kali memanggil nama Hyun Kyo, tapi dia tetap tak mendapatkan sahabat yang di panggilnya,

“Kyo.. kumohon..”

Entah sudah berapa banyak Ji Soo mengetuk pintu kamar sahabatnya,, tapi Kyo masih tetap mengunci diri di dalam ruangannya. Ji Soo menyerah.. dia memutuskan untuk beranjak dari tempatnya berdiri. Dan ketika ia berbalik dan melangkahkan kakinya yang terasa berat, samar-samar ia mendengar sebuah pintu yang terbuka. dia kembali berbalik pada pintu di belakangnya dan mendapatkan Hyun Kyo yang berdiri dengan tongkat yang membantunya. Wajahnya lusuh, tatapannya kosong dan terlihat jelas garis kehitaman dibawah kantung matanya yang sedikit membengkak.

“Kyo..” Ji Soo menghampiri dan memeluk sahabatnya dengan erat..

oOoOoOoOo

‘Aku merasa bersalah pada Jong Woon oppa.. Tak semestinya aku mengacuhkannya ketika itu merupakan hari dimana terakhir kalinya aku bertemu dengannya dan melihat wajahnya. Jika aku mengetahui itu adalah hari dimana kegelapan akan menyelimutiku,, dapat kupastikan aku akan menatapnya sepuasku,, selama mungkin sampai kegelapan itu mulai datang. Aku menyesali diriku sendiri, mengapa ini semua bisa terjadi. aku sempat berada ditepi jurang kehancuran ketika aku mulai menyalahkan Tuhan. Saat semua pergi dariku, saat aku kehilangan cinta, cita-cita dan juga penglihatanku, aku merasa tuhan tak adil padaku. Mengapa ini semua terjadi padaku di waktu yang bersamaan?

Namun sayang, semua sudah terjadi. aku tak bisa berbuat apapun terhadap tangan Tuhan Yang Maha Kekar dan Maha Kuasa. Siapalah aku yang tak berdaya.. biar bagaimana pun, aku bersyukur telah diberikan oleh tuhan lilin kecil yang selalu bersama ku setiap hari, menerangi gelapku, memberikan kehangatan dalam sudut hati yang kelam..’

Puk..
Kyuhyun menutup lembaran terakhir buku yang dibacanya. Dia tak mampu berkata apa-apa terhadap itu. secara tidak langsung, dengan membaca buku bersampul cokelat itu, Kyuhyun mendengar semua isi hati dan keluh kesah kekesihnya yang sempat tak dia dengar beberapa waktu lalu.

“hhh… eomma,, apa yang harus aku lalukan sekarang?? Aku bersalah Karena telah bersikap seperti itu padanya,, seharusnya aku bersamanya di saat seperti ini,, bukan pergi dan lari darinya..”

Kyuhyun terus bicara pada seorang wanita paruh baya yang tergolek lemah di tempat tidurnya. Kyuhyun Nampak frustasi ketika menyadari wanita yang bersamanya ternyata tak mampu memberikan solusi seperti apa yang biasa dilakukannya ketika dulu.

“Kyu..” sapa seseorang yang baru masuk keruangan serba putih itu.
“ohh.. kau, masuklah..”
“bagaimana keadaan eomma mu..?”Tanya Aiden kemudian yang duduk di tepi tempat tidur yang ditempati wanita paruh baya yang masih menutup matanya rapat-rapat.
“masih sama.. belum ada perubahan yang berarti. Malah mungkin keadaannya semakin memburuk.. lihatlah, dia semakin pucat..”
“sabarlah Kyu,, kau harus yakin,, eomma mu akan baik-baik saja..”
“ne,, semoga..”

Kyuhyun terus memandang sendu pada wanita paruh baya yang dipanggilnya eomma itu, berharap eommanya dapat membuka mata dan memberikan senyum yang seperti biasa diberikannya pada Kyuhun. Ya, sudah seminggu ini Kyuhyun eomma terbaring koma di rumah sakit akibat penyakit kanker yang dideritanya.

Sudah lima tahun ini kanker ganas itu menggerogoti tubuh eomma dari Kyuhyun. Dan selama itu pula eommanya menyembunyikannya dari puteranya itu. sampai seminggu yang lalu, saat Kyuhyun menemukan eommanya tak sadarkan diri di rumahnya pun Kyuhyun belum mengetahui apapun tentang penyakit eommanya. Dia dapat mengetahui semuanya pun dari dokter yang merawatnya ketika itu.

*Flashback

“Kyo,, apa yang terjadi dengan mu?? Bagaimana ini semua terjadi..? kupikir saat aku kembali, kau akan menyambutku dengan senyuman dan keceriaanmu seperti yang selalu kau berikan padaku.. tapi sekarang sudah tidak lagi..”  lirih namja itu sambil memandangi potret yang terbingkai dan sengaja diletakkan di depan mejanya.

GEDEBUGG….
Tiba-tiba suara gaduh membuat Kyuhyun tersadar dari pikirannya. Dia mencari apa yang membuat suara gaduh itu tercipta, dia mencari ke semua penjuru ruangan rumah megahnya,, namun tak ada satupun yang ditemukan. Kamar eommanya adalah tujuan terakhirnya menemukan sumber suara. Betapa terkejutnya Kyuhyun  ketika mendapati pemandangan yang mengejutkan sekaligus menusuk hatinya. Bagaimana tidak, dia harus melihat eomma yang dicintainya tak sadarkan diri.

“eomma,, kau kenapa..? apa yang terjadi..?” tanyanya panik meski ia tau eommanya tak akan bisa menjawabnya.

‘ya tuhan,, apa yang harus aku lakukan..?? ahh.. Kyu, mengapa kau mendadak pabbo..!!!’ rutuknya dalam hati, bingung apa yang harus dilakukannya.

“Kyu..?? apa kau ada dirumah..??” ‘Aiden,, itu seperti suaranya..’ batinnya.
“Aiden.. kau kah itu? aku di kamar eomma.. cepat kemari..” teriaknya panik.
“Yaa..!! Kyu apa yang terjadi?” Tanya aiden yang terkejut melihat Kyuhyun  eomma yang tak sadarkan diri.
“molla.. aku sendiri bingung..”
“yak.. kenapa kau diam saja eoh..? kenapa kau tak memanggil ambulance..”
“aiiss.. jinja,, kenapa aku melupakan itu..”
“yak!! Sejak kapan kau menjadi pabbo seperti itu..” mereka berdua terus berdebat tentang ini.

==skip==

seorang Pria berperawakan tinggi kekar keluar dari ruangan ICU dengan wajah yang sedikit lesu.
“dokter,, bagaimana keadaan eomma saya? apa dia tidak apa-apa?” Tanya Kyuhyun  masih dengan rasa panik dalam hatinya.
“tenanglah Kyu..” Aiden menenangkan.
“begini,, penyakit yang eomma anda derita kini sudah mencapai stadium lanjut. Saya sudah mengingatkan eomma anda sebelumnya bahwa dia harus istirahat total dan melakukan kemotheraphy, tapi dia tak kunjung datang menemuiku..”
“mwo? Kemotheraphy? Memangnya apa yang terjadi dengan eommaku..?”
“apa eomma anda tidak mengatakannya?” Kyuhyun  hanya menggelengkan kepala dengan cepat..
“jadi begini, beberapa tahun lalu eomma anda didiagnosis mengidap kanker hati. Namun ketika itu masih tahap stadium awal. Saya sudah berkali-kali meminta agar eomma anda melakukan theraphy, tapi eomma anda tak pernah datang. Hanya pernah sekali dua kali eomma anda datang untuk theraphy, namun itu juga sudah lama sekali. Dan yang lebih mengejutkan lagi, adalah perkembangan sel kanker itu berkembang dengan cepat menjalar di tubuhnya. Ini dikarenakan factor metabolisme tubuh eomma anda yang kurang terjaga sehingga system ketahanan tubuhnya tak mampu menghambat sel kanker yang terus menyebar.”

Kyu hanya diam membatu mendengarkan penuturan dokter yang baru diketahuinya telah menjadi dokter pribadi eommanya. Entah apa yang dipikirkan Kyuhyun  saat ini. Apakah diamnya karena dia tak percaya dengan apa yang didengarnya? Atau dia diam karena dia tak memahami apa yang dikatakan dokter itu padanya. entahlah,, hanya Kyuhyun  yang tau.

*End Flashback

“Kyu…” sapaan aiden itu sukses membuat Kyuhyun  terkesiap keluar dari pikirannya.
“ne??”
“boleh aku bertanya sesuatu..?”
“tanyakan saja..”
“tentang yeoja yang buta itu….”
“namanya Hyun Kyo..”
“ya,, maksudku Hyun Kyo, apa kau sudah menemuinya lagi?”
“…” Kyuhyun  hanya menggelengkan kepalanya.
“wae?”
“kau kan tau sendiri,, eomma ku sedang sakit… bagiku eomma lebih penting dari apapun..”
“kau yakin hanya itu? kau bukan berniat menghindarinya kan?”
“jangan bicara seolah kau mengetahui pikiranku..”
“Kyu,, kita sudah berteman sangat lama. 4 tahun adalah waktu yang cukup untuk aku mengenal seperti apa dirimu. Aku juga tau betapa kau sangat mencintainya.. tapi kenapa sekarang kau seperti ini? Kyu, dia juga merasakan hal yang sama sepertimu. Kau merindukannya, dia juga. Kau masih mencintainya, dia juga sama.. ku terpukul dia justru lebih terpukul daripada kamu.. kamu tersiksa dengan keadaan? Dia jauh lebih tersiksa dengan ini semua.. apa kau tak mengerti itu? atau kau berpura-pura tak mengerti?”

“dia sendiri yang sejak awal menghindariku.. dia yang sejak awal menjauhi aku..”
“bukankah itu sudah dia jelaskan? Dia berusaha menemuimu ketika itu,, tapi waktu yang tak menghendakinya..”

Sejenak Kyuhyun  berfikir, “mungkin apa yang dikatakan Aiden memang benar.. ini bukan keinginan kita semua. Melainkan ini sudah diatur oleh tuhan. Ya tuhan.. betapa egoisnya aku selama ini.. “ batinnya.

oOoOoOoOo

Kyuhyun  mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh. Ya, setelah pembicaraannya dengan Aiden tempo hari, Kyuhyun  berfikir mungkin perkataan Aiden ada benarnya, sehingga Kyuhyun  memiutuskan untuk menemui Hyun Kyo hari ini juga.

Dan kini, Kyuhyun  tengah berdiri di depan sebuah rumah bergaya minimalis milik keluarga Kim. Kyuhyun  berniat menekan tombol kecil disamping pagar rumah itu, namun berkali-kali Kyuhyun  hendak melakukan itu, berkali-kali pula dia mengurungkan niatnya. Rindu dan ragu kini menggelayuti hatinya, rindu karena telah lama tidal berjumpa dengan Hyun Kyo, namun ragu karena dia merasa belum siap untuk menemui Hyun Kyo saat ini.

Kyuhyun  kembali memasuki mobil biru kesayangannya dan berniat menancap gas, pergi dari rumah itu. namun disaat yang bersamaan dia menangkap dua orang wanita keluar dari rumah itu. dan bisa dipastikan itu adalah Hyun Kyo, gadis yang di carinya. 

Kyuhyun  yang semula berniat untuk kembali pulangpun pada akihirnya berubah. Dia memutuskan untuk mengikuti kemana langkah kaki Hyun Kyo dan orang yang bersamanya pergi. sampai tiba di sebuah taman yang tak jauh dari tempat tinggal Hyun Kyo. Hyun Kyo duduk di sebuah bangku kayu menghadap sebuah danau buatan di tengah taman yang cukup luas itu. di ujung penglihatan Kyuhyun, Hyun Kyo tampak menikmati suasana sejuk taman itu. tampak Hyun Kyo tersenyum dengan manisnya meski Kyuhyun  sendiri mengetahui Hyun Kyo saat ini sedang merasakan sesuatu yang menyakitkan.

“Kyo,, harusnya aku yang duduk disana dan mengiburmu..” desis Kyuhyun  tertahan. Sekali lagi dia menatap nanar dua orang sahabat yang duduk di bangku itu. namun tiba-tiba, dia melihat dirinya lah yang kini duduk bersama Hyun Kyo dan tertawa bersama. Namun bayangan indah itu kembali memudar setelah menyadari sesuatu membasahi pipinya. Ia kemudian berbalik dan kembali kedalam mobil birunya pergi dari tempat itu.

Sementara itu,, Hyun Kyo dengan sahabatnya masih enggan untuk beranjak dari taman itu meski mentari mulai menampakkan sengah wujud nya di muka bumi.
“Kyo..”
“wae Ji Soo..??”
“mm.. tadi ada kiriman surat untuk mu..”
“jinjja..?? dari siapa..?”
“Harvard university..”
“mwo..??”
“iya..”
“lalu,, isinya apa??”
“mereka menyatakan, kau.. mendapat beasiswa untuk belajar disana..”
“…” Hyun Kyo hanya diam menanggapi ucapan Ji Soo barusan.
“dan kau tau.. jurusan apa yang mereka rekomendasikan untukmu..??” Hyun Kyo hanya menggelengkan kepalanya “Art Of Science”
“MWO.. ya! Kau.. bercanda jangan keterlaluan.. tidak mungkin universitas yang termasuk kedalam kategori terbaik se-dunia mau memberikan beasiswa di bidang yang sangat berkelas seperti itu..”
“yak! Ini bukan lelucon.. ini sungguhan..”
“sudah lah.. jikapun iya, kau sendiri tau kan.. aku seperti apa?? Aku tak mungkin bisa belajar sekarang..”
“ya! Jangan begitu.. kau tak percaya keajaiban..? mana kita tau jika tuhan mungkin mempunyai rencana indah untuk mu..”

Hyun Kyo terdiam, mencoba memikirkan apa yang dikatakan sahabatnya. “keajaiban.. mungkinkah keajaiban itu benar-banar ada dan diberikan padaku..??” batinnya.

Setiap hari Kyuhyun  rutin mengikuti kemanapun Hyun Kyo pergi. tindak tanduknya kini bagai seorang penguntit yang mengincar sasarannya. Ini dia lakukan setelah dia tau bahwa Hyun Kyo selalu pergi keluar untuk berjalan-jalan setiap sorenya. Namun meski begitu, tak sekali pun Kyuhyun  menemui Hyun Kyo secara dekat. Dia merasa tak kuasa untuk bertatap muka dengan Hyun Kyo. Dia merasa tak sanggup jika Hyun Kyo melihatnya seperti ini. Meski dia tau ini konyol karena tak mungkin jika Hyun Kyo bisa melihatnya sekarang.

oOoOoOo

jalan raya kota Seoul kini dipenuhi atribut-atribut perhelatan akbar yang telah menjadi rutinitas semua warga Korea Selatan bahkan seluruh dunia setiap tahunnya. Ya, kurang lebih tiga hari lagi adalah hari terakhir di bulan Desember tahun 2012.

Dua orang gadis kini tengah duduk bersantai di bangku taman belakang rumahnya.
 “ya,, Kyo.. gwaenchanha-yo?” namun Kyo hanya diam dan menundukkan wajahnya dalam.

‘sudah hampir dua bulan ini aku tak mendengar suaranya.. apa dia baik-baik saja? Ya, semoga dia baik-baik saja. Tapi,, kenapa perasaanku tidak enak.. ya tuhan,, semoga ini bukan firasat yang buruk. Semoga semuanya baik-baik saja.’ Batinnya.

===

Krilililililing… krililililing…

Suara telephone rumah memecah keheningan Kediaman Hyun Kyo pagi ini. Semua anggota rumah yang mendengarkan suara yang cukup memekakan telinga itu satu persatu mendekati sumber suara, termasuk Hyun Kyo juga Ji Soo yang memang menginap dirumah Hyun Kyo. Dan Appa Hyun Kyo yang berdiri lebih dekat dengan sang empunya suara mau tak mau harus mengangkat telephone itu dengan malas.

“yeoboseo..”
“yeoboseo, apa kami bicara dengan keluarga Kim?”
“iya betul, saya sendiri..”
“kami dari Rumah Sakit Mata kota Seoul.. hanya ingin megatakan bahwa putri anda harus secepatnya datang kerumah sakit ini.”
“mwo? Memangnya ada apa? Apa ada masalah?”
“ah.. tidak Tuan Kim, hanya nona Kim Hyun Kyo diminta untuk segera melengkapi data-data yang diperlukan untuk operasi mata putri anda..”
“MWO…” appa Hyun Kyo tampak Shock mendengar penuturan dari orang yang disebrang sana. Dan membuat yang lainnya ikut terkejut. Sang appa kini hanya diam terduduk di sofa ruang tamu itu dan membuat semuanya penasaran dengan apa yang dikatakan pihak rumah sakit itu.

“appa,, apa yang dikatakan pihak rumah sakit itu?” Hyun Kyo eomma tampak cemas.
“Kyo… dia diminta untuk datang ke Rumah Sakit Mata kota Seoul secepatnya.. karna… karna..” ucapan Hyun Kyo appa tersendat sendat.
“kenapa appa?” kini Hyun Kyo yang bertanya.
“Kyo,, mereka mengatakan… mereka.. mereka..”
“ya.. apa yang mereka katakan appa..” Hyun Kyo eomma mulai tak sabar.
“mereka mengatakan..telah.. mendapatkan donor mata untuk Kyo putri kita..”
“MWO..?” pekik semua bersamaan..
“Kyo..” appa merdiri dan menghampiri puteri kesayangannya. “apa kau bahagia chagi.. sebentar lagi penglihatanmu akan kembali..”
“benarkah itu appa..? kau tak membohongiku kan?”
“anni chagi,, kau benar-benar akan melihat lagi..” Hyun Kyo appa kemudian memeluk puterinya yang mulai terisak dengan penuh rasa sayang.

Ya, semua yang mendengar kabar itu kini mulai menitikan air mata. Bukan air mata kepedihan yang seperti biasa mereka hadapi, namun  kali ini merupakan air mata kebahagiaan yang paling besar untuk mereka.

oOoOoOo

Kyo kini terduduk di sebuah bangsal rumah sakit dengan berbalut perban yang melingkar menutupi mata dan pelipisnya. Ya, hari ini adalah hari penentuan apakah Kyo benar-benar dapat melihat lagi atau tidak.

“Hyun Kyo-ssi,, apa kau sudah siap..?” Tanya seorang wanita berjas putih itu. 

Kyo hanya menarik nafas panjang dan mengangguk dengan mantap sebagai jawaban pertanyaan Dokternya itu. dengan perasaan yang berdebar, Hyun Kyo berdoa dalam hati, semoga tuhan masih berbaik hati memberikan kesempatan lagi pada Kyo untuk bisa melihat keindahan alam semesta, yang menjadi bukti tuhan maha kuasa.
Tuhan,, aku tau aku adalah ciptaanmu yang tak tau malu. Aku merutuki kehendakmu, aku menyangkal karunia yang secara tak sadar itu adalah karunia terbesar untukku. Tapi tuhan, kumohon, berikan kesempatan padaku untuk bisa melihat dunia ini lagi agar aku dapat bersyukur betapa besar nikmat yang telah kau beri padaku. Secara tak sadar aku mengingkari betapa nikmatnya memiliki penglihatan, betapa berharganya semua yang telah kau berikan.. kumohon tuhan,, dengarkan pinta hambamu yang tak tau malu ini..’ batinnya.

Perlahan dokter itu membuka balutan yang mengelilingi mata dan pelipisnya, kemudian satu persatu perban yang menutupi kedua kelopak mata almond Hyun Kyo pun ditanggalkan..

“nah Hyun Kyo-ssi,, coba, buka matamu dengan perlahan…” perintah dokter itu lembut.

Kyo pun menuruti apapun yang dikatakan dokter itu. secara perlahan ia membuka matanya,, namun, tak sampai dua detik dia membuka matanya, secara reflex matanya tertutup kembali merasakan sengatan yang terasa ngilu.

“kenapa..?”
“perih dokter..” jawabnya sambil sesekali mencoba menyentuh matanya namun behasil dicegah oleh dokter itu.
“jangan disentuh Hyun Kyo-ssi.. kau cukup mengerjapkan mata saja untuk penyesuaian..”
“ne dokter,, aku mengerti..”

Sekali lagi Hyun Kyo mencoba membuka matanya lagi sesuai dengan permintaan dokter itu. berkali-kali itu pula dia mencoba membukanya, namun rasa perih itu selalu dirasakannya.  Dia tak menyerah,, dia terus mencoba membuka kembali matanya dan kini matanya sudah bisa terbuka sempurna.

“Kyo..?” panggil Ji Soo pada Hyun Kyo yang tiba-tiba terdiam.
“ji Soo..?” Hyun Kyo memanggil sahabatnya itu dengan nada suara yang tak enak didengar. Dan yang dipanggil hanya menatap intens pada Hyun Kyo. “kaukah itu..?” Ji Soo makin tak mengerti dengan sahabatnya ini. “kau kah,, yang berdiri didepanku dan memasang wajah jelek memakai baju cokelat pastel itu..? Ji Soo..?” senyum yang mengembang kini terukir sempurna diwajah Kyo, sepersekian detik kemudian Ji Soo menghambur memeluk sahabatnya itu dengan erat.. appa dan eommanya pun tampak bahagia mendapatkan puterinya yang kini benar-benar bisa melihat kembali..

oOoOoOo

Hyun Kyo kini berada dalam sebuah mobil bersama Ji Soo dengan memakai pakaian yang serba hitam. Kacamata hitam kini menutupi hampir di sebagian wajah kecilnya untuk menyamarkan sembab yang menghiasi matanya. Dia hanya diam mengingat apa yang dikatakan Ji Soo semalam.
Kyo,, ada kabar duka.. dan ini sungguh membuat kita semua tercengang.. ny. Cho,, eomma Kyuhyun  .. dia,, sudah berpulang.. kabanrnya ny. Cho mengidap kanker yang menggerogotinya selama 4 tahun terakhir..

Kini mereka sampai di rumah duka yang masih penuh dengan para pelayat yang berdatangan silih berganti, Hyun Kyo berjalan menemui Kyuhyun  appa dan juga noonnanya yang berdiri di depan peti jenazah. Pertama Hyun Kyo memberi penghormatan terakhir untuk Kyuhyun  eomma dan berdoa disana. Setelah itu kemudian dia menghampiri Kyuhyun  appa dan noonnanya. Tanpa di duga, Kyuhyun  appa menangkup wajah Hyun Kyo dan menatapnya dengan lekat kemudian memeluknya dengan erat. Kyo pun dibuat tak mengerti atas apa yang dilakukan appa dari Kyuhyun  itu..

“eommhh.. eonni.. dimana Kyuhyun  oppa..??” tanyanya.
“dia dikamar eomma.. sedari semalam dia tak mau keluar dari sana.”
“bolehkah aku kesana..?”
“tentu.. pergilah..” jawab Kyuhyun appa.

Tanpa menunggu lama, Hyun Kyo pergi meninggalkan mereka dan bergegas menuju kamar yang ditunjukkan Kyuhyun  noonna. Sejenak Hyun Kyo mematung dihadapan kamar yang masih tertutup rapat. Pikirannya kembali ketika dulu pertama kali dia bertemu dengan Kyuhyun  eomma..

“ya! Cho Kyuhyun  .. apa kau yakin akan hidup bersamanya.. eoh??”
“ne eomma.. aku yakin..”
“tak sadarkah kau..? dia berbeda dengan kita..”
“sejak kapan eomma membeda-bedakan seseorang..??”
“tapi kali ini berbeda Kyu..”
“sama saja eomma..”
“Cho Kyuhyun  .. dia itu seorang pelukis.. kau tau itu..”
“memangnya kenapa? Aku mencintainya eomma..”
“mwo? jadi..?? kau tetap akan hidup bersamanya? Kyuhyun  .. apa kau akan memilih gadis penghkayal itu dibanding aku? eommamu?”
“eomma..!!”

Perkataan Kyuhyun  eomma dibalik pintu kamarnya ketika itu masih terekam jelas di telinga Hyun Kyo. Dan perkataan itu lah yang membuatnya menjauh dari Kyuhyun  .

Diketuknya pintu besar itu secara perlahan.. namun tak ada jawaban dari dalam, seolah didalam ruangan itu tak berpenghuni. Namun Hyun Kyo tau persis Kyuhyun  ada di dalam sana. Dibukanaya pintu yang sengaja tak dikunci itu dengan perlahan..

“Kyu,,,” sapa Hyun Kyo. Namun yang dipanggil tak menjawabnya.

Dilihatnya Kyuhyun  sedang duduk bersandar di tepi tempat tidur besarnya sembari memeluk potret dirinya dengan sang eomma yang terbingkai indah. Dia memejamkan matanya, tapi tidak tertidur. Hyun Kyo mendekat kearahnya dan duduk menyandar di tepi tempat tidur disamping Kyuhyun  . Hyun Kyo memandang nanar sosok namja yang sudah lebih dari empat tahun tak dilihatnya. Dibelainya surai caramel milih namja itu, dan tanpa diperintah, Kyuhyun  kini menjatuhkan dirinya dalam pangkuan Hyun Kyo dan menumpahkan kesesakkannya disana dengan terus memegangi potret itu.

Dengan setia, Hyun Kyo menemani Kyuhyun  disana, meski tak ada sepatah kata pun keluar dari bibir Kyuhyun. Cukup dengan seperti ini, semua kesesakannya dapat terbagi. Cukup dengan sebuah pelukan dan belaian hangat lah yang mampu meredam semua kesakitan yang Kyuhyun  rasakan.

Sudah satu minggu lebih setelah kepergian eommanya, kini Kyuhyun sudah bisa bangkit dari kesedihannya. Meski terkadang sedih itu masih dirasakannya, namun dia terus mencoba setegar mungkin dan mencoba melupakan semua sedih dihatinya. Appa dan noonanya tentu ambil andil dalam hal ini.

“sekarang, apa yang akan kau lakukan..?” Tanya Hyun Kyo pada namja dihadapannya.
“entahlah.. mungkin aku akan bekerja di perusahaan appa. Aku ingin menyibukkan diriku agar aku tidak terlalu sedih lagi. noona ku juga akan tinggal disini mulai sekarang..”
“nde, syukurlah.. itu ide yang sangat bagus..”
“lalu kau?”
“mm.. mungkin aku akan melanjutkan sekolahku. Aku mendapat beasiswa untuk belajar di Harvard university.. dan aku akan mengambil kesempatan itu..”
“jadi.. kau akan pergi..”
“mm.. begitulah..”
“balas dendam padaku..?” goda Kyuhyun.
“ya! Apa maksudmu..??”
“ahaha.. anio.. aku hanya bercanda.. kau tak banyak berubah..” suasana di antara mereka berdua mulai serius.
“kau tau.. aku mengalami banyak hal sepeninggalmu.. mungkin kau tak banyak tau tentangku empat tahun ke belakang”
“tidak.. meski sudah empat tahun, kau masih Hyun Kyo ku yang dulu..”
“aku bukan Hyun Kyo mu lagi oppa..”
“maksudmu..? apa kau berfikir kita sudah berakhir..?”
“entahlah.. empat tahun bukan waktu yang sebentar untuk ku melewati ini semua. Empat tahun bukanlah waktu yang sebentar untukku memikirkan bahwa, mungkin apa yang dikatakan eommamu tempo hari memang benar. Jadi,, aku sudah memutuskannya ketika itu..”

“jadi.. kau menghindariku karena eomma..?”
“aku tak mungkin mementingkan diriku sendiri ketika aku tau, aku tidak lebih berhak atas dirimu. Maka dari itu, aku memutuskan untuk mengakhiri semuanya..”
“lalu apa kau bisa?”
“…..” Kyo hanya diam tak menjawab pertanyaan dari Kyuhyun  .
“kau tau,, aku tak bisa jika tanpamu..”
“…” Kyo lagi-lagi membungkam mulutnya.

“Aku tau.. sesungguhnya kau memiliki perasaan yang sama denganku. Meski kau tak mengatakannya padaku, tapi aku tau itu.  aku terlalu banyak tau tentangmu. Jadi, tak ada satu pun yang bisa kau elakkan dariku.” Batin Kyuhyun  . Dia ingin mengatakannya pada yeoja dihadapannya. Tapi dia merasa, biarlah hanya dia yang tau perasaan itu.

“jadi,, benar-benar berakhir..?”
“entahlah oppa.. kita lihat saja nanti. Mungkin tuhan mempunyai rencana lain untuk kita. kita tidak pernah tau apa rencana tuhan yang telah digariskan untuk kita, kan?”

oOoOoOoOo

3 tahun kemudian..

Seorang yeoja berbalut dress selutut berjalan dengan tangan kiri yang menarik sebuah koper besar keluar dari sebuah ruangan berpintu kaca Incheon Internasional airport. Bibirnya tak henti menyunggingkan senyuman dari paras cantiknya. Rambut sepunggung yang tampak sengaja digerainya menambah cantik dirinya. Dia mengedarkan pandangannya ke segala penjuru bandara berharap seseorang berdiri dan menunggunya. Benar saja, dari kejauhan, dia melihat seorang yeoja tengah berdiri tersenyum sambil melambaikan tangannya tinggi-tinggi.

“Kyo..!!!” teriak yeoja itu yang ternyata adalah Ji Soo.
“Ji Soo..” balas Hyun Kyo kemudian menghampiri Ji Soo.
“nan bogohsippo..” ji Soo kemudian memeluk sahabatnya erat
“nadoo…” Hyun Kyo pun membalas pelukan sahabatnya.
“Kau tampak berbeda Kyo..”
“jinjja…? Kau juga.. eemmmmhh.. aku tau.. selamat ya.. kau sudah jadi penulis ternama sekarang..”
“ah.. kau bisa saja.. kau sendiri? Kapan akan menggelar pameranmu..?”
“mmm masih kupikirkan..”
“cepatlah.. penggemar mu sudah menantimu..”
“ah, kau ini.. ada-ada saja..”
“kajja.. kita pulang. Appa dan eomma mu sudah menunggu..”
“ne..”

Keduanya kemudian berlalu meninggalkan bandara itu dan bergegas menuju rumah Hyun Kyo dengan mobil putih kesayangan Ji Soo.

Sampai di rumah, Hyun Kyo langsung disambut dengan gembira oleh orang tuanya. Kegembiraan mereka tak cukup sampai disitu, karena mereka kini mengetahui bahwa Hyun Kyo telah menemukan serpihan hatinya yang sudah lama hilang.

Drrrttt drrttt… ponsel Hyun Kyo bergetar hebat pertanda sebuah panggilan masuk.
“yeoboseo..?? ah.. oppa..” Kyo kemudian pergi menjauh dari keramaian keluarga itu.
“kau sudah sampai?”
“sudah oppa..”
“jam berapa?’
“eemmhh.. sekitar satu jam yang lalu.. memangnya kenapa?”
“ani.. aku hanya ingin mengajak mu ke suatu tempat. Tapi tampaknya kau lelah.. sebaik nya ditunda besok saja.. kau istirahat lah..”
“ne oppa.. mianhae..”
“gwaenchanha.. kalau begitu besok siang kau ku jemput.. ne?”
“ne..”
“ya sudah.. istirahatlah.. jaljayo..”
Piipp.. Hyun Kyo menutup sambungan telpon nya dengan senyum yang mengembang..

“nugu..?” Tanya Ji Soo mengagetkan.
“mwo..?”
“yang menelpon mu barusan. Dia kah..?”
“ahh.. ne.. besok dia mengajakku pergi ke suatu tempat.” Jawabnya singkat.
“kemana..?”
“mollayo.. dia tak mengatakannya.”


Malam ini berlalu dengan cepat dan mentari pagi mulai bersinar cerah. Hyun Kyo kini mematut dirinya dicermin. Memakai baju yang cocok untuknya, riasan wajah alakadarnya, dan merapihkan rambut panjangnya yang dia ikat seperti ekor kuda. Dia menatap lekat cermin besar dihadapannya dan tersenyum.

“wahai pemilik mata ini sebelumnya.. terima kasih banyak. Karena dengan ini, aku bisa kembali menjadi diriku dahulu. Tanpa mata darimu, hidupku mungkin tak akan berguna lagi. kini aku bisa mengucap syukur sebanyak mungkin, karena tuhan lagi-lagi menunjukkan kebaikannya melalui mu. Aku tak tau siapa kamu sebenarnya, namun satu yang kuyakini, kau adalah orang terbaik dan penyelamat hidupku.”

Sesaat kemudian ia kembali teringat ketika Kyuhyun  appa memandang dirinya dengan tatapannya yang aneh dan kemudian memeluk dirinya dengan begitu erat. Perlakuan appanya ketika itu sungguh meninggalkan tanda Tanya besar di kepalanya. “sebenarnya ada apa dengan Cho ahjussi??” pertanyaan itu selalu keluar dari bibirnya manakala memikirkan hal itu.

Drrrtt.. drrtt.. sebuah pesan masuk ke layar ponselnya.
“aku sudah di depan rumahmu..”

Dengan segera, Hyun Kyo mengambil tasnya dan bergegas turun menemui namja yang menjemputnya.
“mau kemana kita oppa..”
“sudah ikut saja dengan ku..”
“baiklah..”

Dengan senang hati Hyun Kyo menuruti kemanapun namja itu membawanya. Meski dia tak tau akan dibawa kemana, tapi dia seolah percaya pada namja itu. sampai tiba di sebuah perbukitan, namja itu membuka kan pintu untuk Hyun Kyo dan membimbingnya menaiki bukit itu. dan kini, Hyun Kyo tampak bingung dengan segundukan tanah yang terawat.

“makam..?” Tanya Hyun Kyo bingung.
“inilah yang aku maksud.”
“mwo,.. ah.. aku belum mengerti.. “ Tanya-nya lagi.

Namja itu kemudian menaruh sebuah kotak berukuran sedang di atas segundukan tanah itu,,
“sebaiknya eomma berikan sendiri padanya..” ucap namja itu didepan makam yang dipanggilnya eomma.

Hyun Kyo mengerti. Sesaat dia menatap namja yang sedang tersenyum kepadanya kemudian matanya beralih pada kotak itu. diambilnya kotak itu kemudian dia buka. ada sebuah kotak lagi yang berukuran lebih kecil dan selembar surat disampingnya.
“surat..?”
“ne.. bacalah..”

Untuk Kim Hyun Kyo.

Hyun Kyo-ssi.. bagaimana kabarmu? Semoga kau selalu baik-baik saja. Ya, aku tau itu. kau anak yang sangat kuat, bahkan ebih kuat dari yang eomma pikir selama ini.
Apa? Eomma..? apa pantas aku dipanggil eomma oleh mu? Kau terlalu baik untuk memanggil eomma pada yeoja tua yang jahat sepertiku.

Hyun Kyo-ssi.. apa kau masih membenciku? Ya, aku pantas kau benci mengingat apa yang telah ku lakukan padamu, sampai kecelakaan yang menimpa mu,, aku sadar, secara tak langsung aku juga ambil andil pada peristiwa yang menyebabkanmu menjadi gadis yang buta. Tapi tau kah kau? Aku menyesal ketika itu. sungguh-sungguh menyesal.

Dan kini, tuhan telah membalas perbuatanku. Penyakit ini terus menggerogoti tubuhku. Kematian kini terus menghantuiku setiap hari. Bayangan tentang dirimu sungguh membuatku sesak. Sesak bukan karena aku membencimu, tapi sesak dengan apa yang aku lakukan terhadapmu. Memisahkan Kyuhyun  denganmu adalah keputusan yang salah. Itu yang kulihat setelah melihat betapa terpukulnya dia saat dia dipaksa pergi meninggalkan Seoul.

Hyun Kyo-ssi.. mungkin saat surat ini sampai ke tangan berhargamu, aku sudah tak bisa berdiri dihadapanmu. Aku hanya bisa berbaring kaku tanpa memeluk mu dan meminta maaf langsung padamu. Tapi dari sini aku sungguh mengatakan ini.

Melalui surat yang tak berharga ini, aku ingin meminta kau untuk anakku. Aku berharap kamu bisa menggantikanku menjaga Kyuhyun  , aku berharap, kamu bisa menggantikanku mengawasi Kyuhyun puteraku. Dia anak yang manja dan anak yang sedikit nakal. Tapi dibalik itu, dia anak yang baik dan penyayang. Meski aku tak terlalu dekat dengannya, tapi aku tau semuanya.

Hyun Kyo-ssi.. aku tak bisa memberimu sesuatu yang berharga. Aku hanya bisa memberimu dunia ini yang hampir kau lupakan. Aku tau waktuku tak banyak saat ini, tapi ijinkan aku menebus semua yang pernah hilang darimu. Sebagian dariku kini ada pada dirimu, ku harap, ini dapat berguna untukmu. Jika aku memberikannya langsung padamu, ku tau kau akan menolakku, sama seperti ketika orang tuamu menolak temanmu untuk memberikan dunianya padamu. Jadi, kuputuskan untuk memberikannya diam-diam tanpa seorangpun yang tau. Bahkan doktermu pun tak kuijinkan mengatakannya pada siapa pun sebelum aku mati.

Hyun Kyo-ssi, terakhir dariku, aku sangat menyayangimu. Sungguh. Sejak pertama Kyuhyun  membawamu datang padaku, sejujurnya aku menyukaimu. Tapi keadaan yang memaksaku berbohong dan kesalah pahaman itu terjadi, mianhae Hyun Kyo.. jeongmal Mianhae.. sekarang, restuku selalu bersama kalian.. hiduplah dengan baik. Aku percaya Kyuhyun  akan bahagia bersama mu.

Kuberikan sebuah hadiah kecil untuk kalian.. ini adalah cincin pernikahan eomma dengan appa Kyuhyun  dulu. Semoga kalian menyukainya. Tuhan bemberkahi kalian semua.

Salam.. Eomma.

Buliran bening itu tak hentinya mengalir deras dari mata almond milik Hyun Kyo. Tak pernah ia bayangkan akan seperti ini pada akhirnya. Dia sama sekali tak menyangka Kyuhyun  eomma akan memberi dunia yang sempat hilang darinya. Dia sama sekali tak menyangka, Kyuhyun  eomma lah yang membawanya dari gelap kepada terang.

Kyuhyun  yang berdiri disamping Hyun Kyo hanya memberikan pelukan untuk kekasihnya itu. sampai dia rasa kekasihnya sudah merasa lebih baik sekarang,
“lalu? Apa yang akan kau lakukan..?”
“kau sendiri, apa yang ingn kau lakukan..?”
“menikahlah denganku..”
Tanpa menjawab apa yang dikatakan Kyuhyun  padanya, Hyun Kyo langsung menghambur memeluk kekasihnya itu.
“apapun, akan kulakukan untukmu oppa. Apapun..”
Kyuhyun  hanya tersenyum dan menbalas pelukan kekasihnya itu.


Namun di tempat yang lain, seorang wanita paruh baya kini tersenyum haru melihat pasangan ini. Airmata kini lolos dari pelupuk mata sipitnya, dan senyum terus tersungging indah dari bibir tipisnya.
“Kyuhyun  ,, puteraku.. “

-End-


Tissue.. tissue ku mana.. ada yang lihat kah..???
Huwe.. pada akhirnya.. setelah sekian lama.. author akhirnya bisa menyelesaikan ini. Meskipun masih rada gaje bin ajaib *Plakk#abaikan.
Author minta kritik dan sarannya ya.. juga argument para readers yang tentunya berbeda-beda tentang tulisan ini..
Gomawo udah sempetin baca FF yang masih banyak Typo nya ini.. jeongmal gomawo,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar