Senin, 17 Desember 2012

FANFICTION: FORGIVE ME (CHAPTER 1)



TITTLE                     : Forgive Me (chapt. 1)
AUTHOR                 : Novarida Mardliatin
FACEBOOK ID        : Fhaa Wanay Min
TWITTER ID          : @NovaRidaa
GENRE                     : Romance, Bit Hurt
LENGTH                   : Two Shoot
RATING                   : GENERAL
MAIN CAST            :
·                     Author a.k.a Kim Hyun Kyo
·                     Super Junior's Kyuhyun a.k.a Cho Kyuhyun
·                     Fauzzia Diny a.k.a Park Ji Soo
·                     And other cast (temukan sendiri..^^)

DESCLAIMER      : ini story milik saya. Alur tentu terserah saya,, kekeke...  masih banyak typo dimana-mana. Jadi jangan kaget.. oh iya,, jika ada kemiripan dengan cerita yang pernah reader baca sebelumnya, itu murni kebetulan. FF ini murni hasil yang keluar dari otaknya author langsung. DILARANG KERAS UNTUK MENG-COPY PASTE FF INI TANPA IZIN DARI AUTHOR..*caps jebol

Happy reading all……

*

*

*

To: Hyun Kyo..
Chagi,, kau kemana saja..? aku mencoba menghubungimu, tapi kau tak pernah membalas satupun pesan maupun telephone dariku. Tak tahukah kau? Betapa rindunya dan tersiksanya aku selama kau menghindari ku..?? entah apa yang terjadi denganmu chagi, sampai kau tiba-tiba bersikap seperti ini padaku. Apa aku melakukan kesalahan yang membuat kau terluka?? Jika memang Ya, kumohon,, maafkan aku chagi.. aku mohon..

Chagi,, ada yang harus aku katakana padamu.. ini mengenai eommaku..
Eomma mengirimku ke Jerman untuk melanjutkan Studyku. Maaf aku tak mengatakan ini terlebih dahulu.. aku ingin mengatakannya padamu, tapi tak satupun panggilan dariku kau jawab. aku tak mau berpisah denganmu chagi.. tapi aku juga tak ingin mengecewakan kedua orang tuaku.  ini keputusan yang sulit. Jika saat itu kau bersamaku, pasti kau bisa memberikan solusi yang tepat untukku..

Chagi,, malam ini aku akan berangkat ke Jerman,, jika kau ingin aku tinggal disini,, kumohon,, datanglah ke Bandara Incheon, maka aku tak akan pergi ke jerman. Aku benar-benar tak ingin pergi, aku ingin bersamamu disini..

Chagi,, kutunggu kedatanganmu malam ini..

_Kyuhyun_

Hyun Kyo hanya terpaku menatap lembaran kertas putih itu dengan air mata yang menggenang di pelupuk matanya. Ia tak tau harus berbuat apa sekarang. Dia tak ingin menghancurkan masa depan kekasihnya, namun disisi lain ia juga tak ingin berpisah dari namja yang sangat dicitainya.

“bagimana ini.. apa yang harus aku lakukan..??” lirihnya.

--

Penunjuk waktu yang terpampang di pergelangan tangan seorang namja berambut coklat itu telah menunjukkan pukul 07:30. Kyuhyun kini diambang keputus asaan. Apakah Hyun Kyo akan datang, atau tidak.

“penumpang pesawat penerbangan 13215 dengan tujuan Jerman di harap untuk segera menaiki pesawat, karena pesawat akan segera take off”

Kecewa, itulah yang dirasakan Kyuhyun. Harapan terakhirnya untuk bisa bersama dengan Kekasihnya pupus sudah. Kini ia harus meninggalkan semua harapannya disini. Seoul dan Jerman telah memisahkan mereka. lautan dan samudera telah menenggelamkan semua cerita dan cita-cita mereka. Kyuhyun harus merelakan semuanya disini.

Ia berjalan gontai menuju ruang keberangkatan dengan perasaan yang hancur berkeping-keping. Ia mencoba untuk bisa bertahan, meski tentu akan sulit baginya jika tanpa Hyun Kyo disisinya.

“Kyo, kenapa kau tak datang,, kau tau? Betapa aku mengharapkan kau datang dan mencegahku pergi dari sini. Apakah aku melakukan kesalahan besar? Sampai kau tak ingin bertemu denganku lagi..? jika memamg ini membuatmu lega, aku tidak apa-apa Kyo,, semoga kau bisa hidup lebih baik disini.. suatu saat nanti aku akan datang kembali dan memastikan kau baik-baik saja. Sampai jumpa Kyo, semoga ini bukan akhir semuanya,,”

Kyu berjalan lurus kedepan. Sesekali dia menoleh ke belakang berharap Kyo berdiri di sana. Namun sayang, berkali-kali dia menoleh, berkali itu pula ia tak mendapatkan yang dicarinya. Namun hanya kekecewaan lah yang didapatinya.

Disisi lain, seorang yeoja mencoba berlari sekuat yang dia mampu untuk menghentikan semuanya. Dia berlari dan terus berlari, meski harus bertatih tatih.. Kyo bukanlah seorang pelari yang baik.. meski dia berfokus pada apa yang ingin dicapainya,, dia tak mengubah apapun.. dia hanya berharap, semoga usahanya tak sia-sia, dan semoga ini semua belum terlambat.

Sia-sia.. ketika di ambang harapan untuk bersama, dia harus merelakan kekasihnya pergi.. elang besi yang membawa Kyuhyun kini terbang memecah langit malam di puncak kepala Hyun Kyo. Dia hanya menatap sendu lampu gemerlap sang penerbang tanpa bisa meraih tangan kekasihnya, tanpa bisa menatap sosok badan yang dia tau pasti akan sangat dirindukannya..

“oppa,, kenapa kau meninggalkanku sendiri..? kenapa kau tak menungguku..?”

Hyun Kyo tak bisa berbuat apapun sekarang. Ia hanya bisa menyesali semuanya. Dia terduduk lemas, dia menangis dan terus menangis. Tak peduli semua mata kini tertuju padanya. tak peduli dengan anggapan orang terhadapnya. Dia hanya ingin menangis, sampai semua yang mengganjal di hati dapat keluar dengan sendirinya.

Sayang, semua tak sesuai dengan yang diharapkan. Bukan merasa lebih baik, tapi justru ini lebih membuat dirinya semakin menyedihkan. Dia berjalan lemah tanpa tujuan, tanpa keinginan, dan tanpa arah.

“menyedihkan.. hhaa.. Tuhan.. apa tak ada hal yang lebih menyedihkan dari ini..” umpatnya.

TTTIIIIIIIIIIIIIIIDDDDDDDDDDDDD……. BRAKKK…
Sebuah Klakson panjang membungkam rutukannya dan menghempaskan tubuhnya ke bahu jalanan.

Sebuah mobil putih kini ternoda merah segar di Cap depannya dengan kaca depan yang sudah tak berwujud. Seorang wanita didalamnya tertunduk dan bersandar pada kemudi yang masih memberikan suara lengkingan yang panjang.

Semua orang kini mengrumuni keduanya. Mencoba memastikan keduanya baik-baik saja. Namun sepertinya tidak begitu. Yeoja yang terkulai di tepian jalan yang ternyata dia adalah Hyun Kyo, penuh dengan luka di hampir seluruh bagian wajahnya. Pecahan kaca kini menancap sepurna di semua bagian wajahnya dan membuat darah segar keluar dengan lancarnya. Seorang Yeoja yang tertunduk didepan kemudi tampak tak separah Hyun Kyo. Dia hanya terluka di pepisnya dan membuat noda merah segar mengotori wajahnya.

Seorang pria paruh baya mencoba menekan tombol di benda yang digenggamnya, sampai tak lama dua buah mobil putih bertuliskan “AMBULANCE” membawa kedua gadis itu.

oOoOoOoOo

seorang yeoja berambut panjang dengan perban didahinya duduk termenung disamping yeoja yang tengah berbaring lemah dengan perban yang melingkar menutupi kedua matanya. Sudah seminggu dia terus berada dalam posisi seperti ini dengan tatapan bersalahnya.

“Ji Soo,, sebaiknya kau istirahat dulu,, nanti kesini lagi..” ajak seorang wanita paruh baya bengan lembut.
“shireo eomma,, aku ingin tetap disini. memastikan semua baik-baik saja..”
“tapikau juga harus istirahat..”
“ani.. ini salahku,, aku harus bertanggung jawab eomma..”
“yasudah..”

Yeoja yang diketahui bernama Park Ji Soo itu menatap kosong pada yeoja yang ada dihadapannya. Dalam hatinya dia merasa bersalah atas kecelakaan yang menimpa mereka.

*flash back
dia terus menekan-nekan tombol pada layar benda kecil berwarna putih dalam genggamannya. Sampai dia lupa dia sedang mengemudi di jalanan kota seoul yang ramai.

PLUKK
Benda kecil itu terjatuh dari genggamannya.

“aishh.. kenapa harus jatuh..”

Ji Soo mencari-cari benda kesayangannya itu di bawah kursi kemudi. Tanpa dia sadari dia telah menerobos lampu merah.

“hh.. akhirnya ketemu..”
Sampai Ji Soo mencoba kembali berfokus pada kemudi, dia menyadari ada seseorang didepannya..
KYAAAAAAA……..
*end Flashback

Jika mengingat itu, perasaannya bagai tersayat. “bagaimana bisa aku seceroboh itu.?” batinnya. Sampai apa yang dikatakan dokter tentang kondisi yeoja itu
nona Hyun Kyo mendapatkan benturan keras akibat kecelakaan itu. posisi kepala yang membentur keras kaca mobil sampai itu (kaca) pecah. Dan pecahannya menancap di sebagian wajahnuya. Dan yang paling parah adalah kaca itu berhasil masuk pada matanya dan melukai kornea matanya..’
‘lalu apa yang akan terjadi dokter?’
‘kemungkinan besar, dia akan mengalami kebutaan permanen, dan bisa sembuh hanya dengan donor mata yang cocok bagi nona Hyun Kyo..

Kristal bening kini lolos keluar dari pelupuk mata indah milik Ji Soo. Dia kini lebih merasa bersalah atas kecerobohannya. Pada awalnya dia berniat membagi matanya untuk Kyun Kyo sebagai bukti tanggung jawabnya. Namun orang tua Hyun kyo tak mengijinkannya.
sudah cukup anakku yang menderita karena kehilangan matanya, kami tak ingin ada gadis lain yang mengalami hal yang sama seperti itu..” ucap wanita yang tak lain eomma dari Hyun Kyo sambil memeluk lembut Ji Soo yang sedang menangis.

“Kyo, maafkan aku telah merusak hidupmu dengan kecerobohanku. Aku berjanji akan melakukan apapun untuk menebus kesalahanku. Meski kau nanti tak bisa melihat lagi,, biarkan aku yang menggantikan matamu. Meski kau hidup dalam gelap, biar aku yang menjadi lilin kecil yang menerangi sekitarmu. Aku berjanji akan menjadi temanu mulai sekarang, dan akan menjagamu dari kekecewaan yang lain.” lirihnya dengan penuh isakan pilu dari bibir tipisnya.

Seharian ini Ji Soo terus menjaga Hyun Kyo yang masih terbaring. Sampai tak terasa kini dia mulai terlelap di samping Hyun Kyo yang perlahan mulai menggerakkan jari-jarinya tanpa sepengetahuan Ji Soo.

oOoOoOoOo

Hyun Kyo kini terduduk bersandar di tempat tidurnya. Tatapannya kosong, matanya memerah, bengkak dan sembab. Gadis disampingnya yang masih membenamkan kepala pada lipatan tangannya kini mulai tersadar dari mimpinya. Dan dia terkejut dengan banyaknya orang yang ada diruangan itu.

“eomma,, kenapa ada disini..”

Eommanya tak menjawab apa yang ditanyakan putrinya. Eommanya hanya tersenyum getir. Ji Soo mengerti, dan kemudian langsung berbalik ke arah Hyun Kyo.

“Hyun Kyo.. aku..” dia tak mampu melanjutkan kata-katanya.
“dia sudah tau semuanya sayang..”
“Hyun kyo,, aku Minta maaf,, sungguh.. aku tak bermaksud menghancurkan semuanya..”

Namun yang diajak bicara tidak sudi membuka mulutnya barang secenti pun. Dia hanya mematung, tak bergerak, tak bicara, tak melakukan apapun. Dia hanya menatap kosong kedepan tanpa ada yang dipikirkannya. Ini begitu sulit untuknya,
‘tuhan benar-benar membuatku hancur, terpojok dalam kegelapan.” Batinnya.
Sesekali air mata merembes keluar dari mata beriris cokelat itu, tanpa ekspresi,

Setiap hari Hyun Kyo hanya diam tak bersuara. Dia hanya menghabiskan waktunya di dalam kamar hanya dengan Kuas dan kanvas di depannya yang masih putih bersih. Ditatapnya kanvas itu meski sebenarnya dia sama sekali tak bisa melihat wujud kanvas itu sendiri. Sesuai janjinya, Ji Soo dengan setia menemani Hyun Kyo. Dia selalu mengajak Hyun Kyo bicara meski tak pernah ditanggapi sedikitpun.

Hari ini Ji Soo kembali mengunjungi Hyun Kyo di rumahnya. Sesekali dia mendengar suara seperti kanvas yang terjatuh, meja yang terguling, atau suara seperti pecahan kaca. Dan seperti suara frustasi dari si pemilik kamar. Ji Soo yang mendengar itu semakin merasa dirinya buruk.

“Kyo..” kyo tak menjawab. Dia hanya mencoba bangkit dari posisinya yang terduduk di lantai akibat terjatuh tadi. Ji Soo mencoba membantunya namun tangannya di tepis oleh Hyun Kyo. Ji Soo hanya diam, dia mengerti situasi yang dialami Hyun Kyo saat ini. Dia mengedarkan pandangannya pada semua penjuru ruangan. “kacau” pikirnya. Namun mata Ji Soo terfokus pada beberapa lukisan yang ada di pojok kamar Hyun Kyo, kemudian mendekatinya. Dia menatap setiap lukisan yang ada dikamar itu yang dia yakini adalah lukisan hasil tangan Hyun Kyo.

Matanya berpindah dari lukisan pantai ke lukisan yang lain. “menakjubkan..” batinnya. Namun matanya tertarik untuk melihat lukisan yang tergeletak di lantai tempat Kyo terjatuh tadi. Dua buah lukisan yang entah gambar apa. Keduanya berbentuk abstrak namun memiliki perasaan. Yang satu penuh dengan warna gelap, biru, hitam, dan itu menunjukkan kekecewaan dirinya. Dan yang satu nya lagi penuh dengan warna terang dan gelap. Merah, cokelat, hitam, seperti warna rasa marah. Dan ketika Ji Soo menyentuh gambar lukisan yang masih basah itu, hatinya seperti merasakan rasa marah si pencipta lukisan ini. “apa dia marah padaku..?” batinnya.

“aku memang tak berguna..”

Lamunan Ji Soo dikejutkan oleh suara Hyun Kyo yang baru pertama kali didengarnya. “suara yang indah, namun sayang selama ini dia bungkam” lagi-lagi batinnya bicara.

“maksudmu..?” Tanya Ji Soo yang langsung membantu Hyun Kyo yang masih mencoba berdiri.
“aku memang tak berguna.. lihat aku sekarang, aku tak bisa berbuat apa-apa. Aku cacat, aku tak bisa melihat, bahkan untuk berdiri dan duduk pun aku harus dibantu. Menyedihkan..”
“jangan berkata seperti itu..”
“memang benar kan..?”
“aku tau.. aku minta maaf, aku yang salah,, aku yang menyebabkan kau menjadi seperti ini,, aku yang salah.. aku minta maaf.. sungguh aku minta maaf….” Katanya dengan nada suara yang bergetar.
“k.kau.. kenapa seperti itu.. aku tak menyalahkan mu.. aku tak bermaksud menyalahkanmu..” Hyun Kyo meraba-raba mencari sosok Ji Soo yang memang berada disampingnya. Dia meraba wajah Ji Soo merasa bersalah atas ucapannya tadi.

“tapi aku memang bersalah.. aku ceroboh.. sampai,,”
“ya..! sudahlah.. aku tidak apa-apa.. aku hanya kesal tadi..”
“kesal..? padaku ya??”
“aa.. bukan..” Kyo mengibas-ngibaskan tangannya ke sembarang arah
“lalu.??’
“sudahlah.. tak perlu di bahas..”

Ji Soo menatap wajah Hyun Kyo disampingnya. Dia melihat Hyun Kyo tidak seburuk dulu. Hari ini terlihat segaris senyum ada di wajah Hyun Kyo. Meski itu masih samar terlihat. Sejenak dia melihat lukisan yang tergeletak sembarangan di lantai. “apa itu yang jadi pelampiasan Hyun Kyo..?”

Perlahan Hyun Kyo mulai melunak. Dia tak lagi selalu diam jika di ajak bicara. Perlahan dia sudah bisa menerima kenyataan bahwa dia tidak bisa melihat lagi. meski dalam hatinya dia masih sakit atas kejadian ini,, dia tak ingin membuat Ji Soo, yang kini menjadi sahabatnya lebih merasa bersalah. Dan ternyata diam-diam, Hyun Kyo mendengar janji Ji Soo ketika mereka dirumah sakit dulu.

oOoOoOoOo

“kyo..”
“eumm..?”
“kau suka melukis ya..?”
“kok tau?”
“aku melihat lukisan mu,, dan semuanya menakjubkan..”
“hm.. jinjja..padahal itu lukisan yang sudah lama sekali?”
“nde.. aku suka semuanya..”
“gomapta chagii.. kau orang pertama yang menyukai lukisanku..”
“hheeuuhh.. harusnya aku mendapat tanda tangan mu..”
“hhaha.. kau ada-ada saja..”
Tanpa sepenglihatan Kyo, Ji Soo tersenyum haru melihat sahabatnya itu kini bisa tertawa lepas kembali..

“ya.. Kyo.. lukisan pantai itu.. kau tak memberinya judul..?”
“ee? Apa harus?”
“harus.. kau beri judul apa? Biar kutuliskan di lukisanmu itu..”
“eumm.. apa ya..?? SILUET mungkin..”
“nama yang cocok.. hheuu.. apa sejarah dibalik itu?”
“itu tempat favoritku bersama namjachingu ku dulu.”
“jinjja..? ceritakan padaku seperti apa hubungan kalian” Ji Soo mulai tertarik dengan cerita itu.

Dengan penuh perasaan, Hyun Kyo menceritakan semua yang terjadi dari awal bertemu dengan Kyuhyun sampai dia bertemu dengan Ji Soo. Lebih tepatnya mengenal Ji Soo. Diam-diam Ji Soo menuliskannya dalam laptop yang selalu dibawanya.

“apa kau ingin mengatakan sesuatu tentang tempat itu..?” sejenak Hyun Kyo berfikir.
“ne.. ada..”
“apa?”
“tempat ini,,” mengambil nafas panjang “meski kakiku tak bisa menginjak bumi lagi, meski mataku tak bisa melihat keagungan itu lagi, tapi aku akan tetap disini, menunggumu untuk kembali datang padaku. Meski aku tak dapat pergi dan melihat peraduan sang mentari dengan bumi lagi, tapi aku yakin, tempat ini akan membawamu datang padaku dengan caranya sendiri.”

Ji Soo tercengang mendengar itu semua. Matanya tak sedikitpun beranjak dari lukisan pantai berhiaskan sunset yang ada di hadapannya. Tanpa sepengetahuan Hyn Kyo, Ji Soo menuliskan semua yang dia dengar dari Hyun kyo mengenai perjalanan hidupnya juga cintanya. Ji Soo menyimpan catatan itu dengan judul “A Life Less Ordinary” *judul terinspirasi dari buku karangan baby Holder dengan judul yang sama.

oOoOoOoOoOo

sudah hampir empat tahun Hyun Kyo hidup dengan kegelapan yang menyelimutinya. Sudah hampir empat tahun Pula Ji Soo bersamanya. Ji Soo benar-benar menjadi lilin yang memberi cahaya disekitar Hyun Kyo. 

“Kyo, kenapa kau tak mengadakan pameran?”
“pameran apa..?”
“tentu lukisan mu..”
“tidak.. lukisanku tak cukup bagus untuk dipamerkan.. aku tidak sehebat Leonardo Da Vinci yang memberikan adikarya seperti ‘jamuan Makan Malam’ atau ‘Monalisa’. Aku juga tak sehebat Pablo Picasso yang membuat karya lukis ‘Guernica’.. jadi aku belum pantas untuk mengadakan pameran. Kau juga tau sendiri kan seperti apa kondisiku..?”
“yaa.. jangan seperti itu.. paling tidak kau harus memublikasikan karyamu itu..”
“hh.. terserah kau saja lah.. aku tak bisa membantahmu..”
“yee.. begitu lebih baik..  oh iya, ada satu hal lagi..”
“apa?”
“aku membuat sebuah karya tulis.. “
“jinjja? Wah,, hebat sekali..”
“kau tau aku menulis apa..?”
“apa?”
“otobiografimu.. termasuk didalamnya kisah cinta kau dan kyuhyun mu itu..”
“ya.. jangan ..!!”
“kenapa? Itu cerita yang keren.. “
“bagaimana jika orang lain tau..?”
“tidak mungkin.. aku mengubah namamu dan nama Kyuhyun mu itu..”
“ah.. kau itu..”
“jadi? Boleh kah..?”
“terserah maumu..”
“kyaa… gumawo..^^” Ji Soo memeluk Hyun kyo dengan begitu erat.
“ya.. kau mau membuatku mati kehabisan nafas eohh..?/”
“hhee.. mina mian..”

oOoOoOo

@Germany

Seorang namja berambut cokelat yang memakai kaos dan celana putih dengan dilengkapi blazer maroon tengah duduk di sebuah bangku taman di tengah kota. Matanya tak henti berfokus pada sebuah buku tebal ditangannya seolah tak ingin terlewat satu katapun darinya.

“Kyu..!!” teriak seseorag yang dengan sukses membuat mata cokelat itu perpindah dari buku ditangannya.
“ada apa? Aiden Lee..”
“ada buku baru kiriman dari Seoul..”
“novel?”
“entah lah.. bisa disebut novel, bisa juga disebut biografi..”
“memang ada yang seperti itu..?”
“ada,, ini..” jawabnya sambil menunjukkan buku bersampul tebal berwarna cokelat dengan tinta emas yang menambah manis buku tersebut.
“’A Life Less Ordinary’.. apa menariknya buku ini..?” kembali mata cokelat itu berfokus pada buku tebal yang sedari tadi dibacanya
“sangat menarik Kyu.. disini diceritakan tentang seorang yang bernama Jung Hyun Hoon yang menjadi seorang pelukis yang tidak bisa melihat.”
“oya..?” Tanya nya acuh.
“ah.. kau ini.. aku mengarti.. kau tak suka membaca novel fiksi..”
“itu kau tau..”
“tapi sayangnya ini kisah nyata..”
“lalu..?”
“ahh.. ya sudah jika kau tak mau membacanya.”
“…”
“Kyu, kapan kau akan pulang ke Korea..?”
“molla.. aku belum memikirkannya..”
“kau tak merindukan gadismu itu?”
Kyu menutup buku tebalnya, menatap lurus kedepan dan memikirkan sesuatu.

“aku merindukannya, bahkan sangat merindukannya. Tapi dia sepertinya tak merindukanku.,”
“eh, aku baru ingat, di buku ini juga diceritakan bahwa Jung Hyun Hoon ditinggalkan oleh kekasihnya ke Jerman Lho..?”
“oya? Hh” Kyu hanya tersenyum simpul.
“aku serius.. cerita kau dan yeojachingumu itu hampir sama dengan cerita buku ini..”
“kau sendiri, kapan kau ke Korea..?”
“appa sama eommaku masih sibuk disini, tak mungkin kami pindah. Paling juga hanya sekedar leommaran saja..”
“bagaimana jika pergi bersama. Aku pulang, dan kau berleommar di tempatku..”
“aahh.. ide yang bagus. Aku ikut.. kapan?”
“lusa?”
“oke..”

Kyuhyun dan Aiden pergi bersama ke korea. Sejenak Kyuhyun berfikir apa dia harus senang dapat pulang atau bagaimana. Disatu sisi dia memang senang bisa pulang ke tanah airnya, namun disisi lain,. ada perasaan cemas menghantui hatinya. Siapa lagi jika bukan Hyun Kyo.
‘cerita dalam buku ini sama seperti cerita cinta kau dan yeojachingu mu kyu..’
Perkataan aiden itu terdengar dengan jelas ditelinga Kyuhyun. “apa iya cerita itu sama seperti ku?” gumamnya.

Tanpa sengaja dia melihat buku bersampul cokelat itu tergeletak sembarangan dI meja pesawat yang membawa mereka. diraihnya buku itu dan dibaca halaman per halaman. Saat membuka sapul tebalnya, bisa dilihat potret seorang gadis yang sedang menggenggam tongkat, termenung menatap langit sore dari jendela. Namun sayang, wajah orang itu tak dapat terlihat dengan jelas karena terbias oleh cahaya sore.

Pada halaman halaman awal menceritakan kehidupannya, sekolahnya, kesehariannya sampai menceritakan bagai mana pada akhirnya namja yang sangat dicintainya memiliki perasaan yang sama dengannya.

aku mencintaimu..’

Dialah Kim Jong Woon, namja yang selama ini selalu bertahan dengan sikap dinginnya padaku telah membuat jantungku berhenti seketika. Dia namja yang selama ini telah mencuri cinta pertamaku kini berlutut dihadapanku, tangan hangatnya  menggenggam lembut tanganku, menatapku dengan tatapan yang penuh arti.

Dialah Kim Jong Woon yang selalu membuat jantungku berhenti seketika jika berada didekatnya. Pria dingin yang dengan kebekuannya mampu meluluhkan hati seorang wanita biasa sepertiku.  Pria yang tampak angkuh namun memiliki hati bak malaikat yang berterbangan indah memberi kebahagiaan pada semua manusia dimataku.

Dialah Kim Jong Woon, namja yang kini berlutut dihadapanku, memintaku untuk menemaninya berjalan menapaki masa depan yang indah. Sungguh hati siapa yang tak tersentuh atas apa yang dilakukannya malam ini. Meski aku mencoba mencari titik kebohongan dan kepalsuan dari sorot mata indahnya, namun tak juga ku temukan itu.

Semakin jauh dan dalam aku menatap mata tajamnya, semakin hatiku tertarik kuat untuk masuk kedalamnya, semakin aku menatap lekat irisan mata cokelatnya, semakin hatiku terikat kuat padanya. semakin aku mengelak dari tatapan tanjam mata elangnya, semakin kelu lidahku ini untuk mengatakan..

“Nado..”

Kalimat itu terucap sempurna dari bibirku yang tak bisa berhenti bergetar seirama dengan debaran jantungku yang tak menentu.

Tubuhnya menghambur memeluk tubuhku yang sedari tadi lemas dan mati rasa. Dia memelukku seolah tak ingin melepaskanku darinya. Dia mendekap tubuhku begitu erat sampai aku tak bisa bergerak seinchi pun. Meski terasa sesak nafasku ini, namun aku tak ingin melepaskan dekapan hangat darinya.

“gumawo Hyunnie,, jeongmal gumawo..”

Dia menggenggam erat kedua tanganku, menatapku lembut dan senyumnya tak pernah lepas dari bibirnya. Aku yang diperlakukan demikian oleh namja yang begitu kucintai tak bisa mengucapkan sepatah kata pun. Aku hanya bisa menganggukkan kepalaku, sebagai tanda balasan atas apa yang diucapkannya.

“secepatnya akan ku ajak kau bertemu dengan kedua orang tuaku..”
“apakah itu tidak terlalu cepat, oppa..?” dia menggeleng kan kepalanya dengan lembut.
“tidak.” Jawabnya yakin.

Aku memang lemah terhadapnya. Aku tak bisa menolak apapun yang terucap dari bibir indahnya. Seperti terhipnotis, aku akan menuruti apapun yang dikatakannya. Meski sejujurnya, aku tidak begitu yakin apakah kedua orang tuanya akan menerimaku yang berasal dari keluarga yang sederhana ini..

Jong Woon oppa menarik lembut tanganku, seolah memaksaku untuk mengikuti kemanapun langkah kaki jenjangnya pergi.

“oppa,, sebenarnya kau mau mengajakku kemana..?”
“sudahlah chagi,, ikuti saja aku..”
“nde,, arasso..”

Lagi, ucapannya membuatku mati kutu, tak berdaya untuk menolaknya bahkan hanya untuk mengatakan “tidak”. Ucapannya yang berpadu harmonis dengan suara malaikatnya sungguh membuatku tersihir. Dihadapannya aku bagaikan jin lampu yang hanya mampu berkata “ nde oppa.. apa pun untukmu akan kulakukan..” pada tuannya.’

Kyuhyun tertegun membaca halaman demi halaman. Pikirannya telah sampai pada sosok Hyun Hoon  disana. “mengapa aku merasa Jung Hyun Hoon adalah Kyun Kyo..?” batinnya.. Kyuhyun sebenarnya enggan melanjutkan apa yang dibacanya sekarang, tapi rasa penasaran akan bagaimana selenjutnya cerita ini mengalahkan keraguannya.

‘aku dipertemukan dengan kedua orang tuanya. Jujur aku sangat senang dengan hal itu. tapi di sisi yang lain, aku pun merasa ragu apakah kedua orang tuanya akan menerimaku yang berasal dari kalangan biasa sepertiku? Pertanyaan itu selalu menghantui langkahku menyusuri inchi demi inchi rumah besar itu. kulihat Jong Woon oppa tak merasakan apa yang kurasa. Tentu.. dia berhadapan dengan orang tuanya sendiri, sedangkan aku? aku merasa sebagai orang asing disini. Aku merasa seperti orang yang paling aneh dimukabumi ini. Aku mencoba menepis bayangan itu, tapi tak bisa.

“apa kau yankin akan hidup bersamanya? Jong Woon..apa kau akan memilih gadis penghkayal itu dibanding aku? eommamu?”

Kalimat itu yang berhasil membungkamku malam itu.. kalimat itu yang berhasil meruntuhkan keyakinanku untuk dapat bersama dengan namja yang amat kucintai ini. Tapi tidak, aku tak ingin egois dan mememtingkan perasaan pribadiku sendiri. Siapa aku? aku hanya gadis biasa yang memang betul kata eomma jong woon oppa, aku hanya seorang gadis pengkhayal yang tak pantas bersanding dengan namja berpikiran realistis seperti jong woon. Eommanya lebih berhak atas dirinya. Bukan aku. kuputuskan untuk menyudahi ini semua. Meski perasaanku tersayat, tapi aku tak ingin menghancurkan mereka.’

PUKK..
Kyuhyun menutup buku itu dengan kasar. Dia sudah tau bagaimana selanjutnya. Kini dia merasa yakin yang dimaksud Hyun Hoon dalam buku itu adalah Hyun Kyo kekasihnya.
buku ini menceritakan seorang pelukis yang tak bisa melihat’
Kembali Kyuhyun harus memikirkan ini dengan baik. Memahami apa maksud perkataan Aiden ketika itu.
“tidak,, Hyun Kyo tak mungkin menjadi seorang pelukis yang tak bisa melihat. Itu pasti bukan dia.. cerita seperti ini sudah banyak terpublish.. novel adalah cerita fiksi. Aku yakin..” gumamnya pelan.
‘sayang sekali, ini kisah nyata..’ lagi-lagi perkataan Aiden itu merasuki pikirannya.
“aaarrrhhh..” Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi.

oOoOoOo

Hyun Kyo kini berdiri di depan sebuah jendela besar di galeri miliknya yang kini penuh dengan banyak orang yang berminat dengan lukisannya, juga untuk bertemu langsung dengan Ji Soo yang telah menerbitkan sebuah buku yang ternyata menjadi bestseller.

“kyo, kau tak mau turun..?”
“tidak. Aku disini saja..?”
“ayolah..”
“kau saja.. aku sedang ingin sendirian sekarang..”
“hh.. baik lah.. jika kau membutuhkanku,, panggil aku ya..”
“ne.. arasso..”

Disisi yang lain Ji Soo sedang sibuk dengan kegiatannya. Bahkan tak jarang banyak yang bertanya mengenai lukisan yang terpampang dengan jelas. Dengan senang hati dia menceritakan setiap detail lukisan yang ada.
“annyeong.. permisi agasshi..”
“ne..?
“choneun Aiden lee imnida, dan ini teman saya..”
“Kyuhyun imnida..”
“ah.. aku Ji Soo.. mwo? Kau?” Ji Soo tampak terkejut.
“iya. Kebetulan aku bisa bertemu langsung dengan anda. aku sangat menyukai buku anda.”
“ah.. gamshahamnida aiden-ssi..”

Ji Soo terus meneliti setiap inci dari namja yang datang kepadanya. Namja itu begitu acuh. Dia hanya memperhatikan semua lukisan yang terpampang didinding. “apa ini namja bernama Kyuhyun yang dimaksud Hyun Kyo? Dia pria yang lumayan tampan, tapi memang benar dia namja yang sangat dingin, seperti yang dikatakan Hyun Kyo. Bagaimana bisa Kyo menyukai namja seperti ini?” pikirnya. Ji Soo terus menerus memperhatikan Kyuhyun sampai dia tak terlihat di ujung matanya karena membaur dengan pengunjung lain.

Kyuhyun tampak tekjub atas apa yang dilihatnya. Sampai matanya tertuju pada sebuah lukisan pantai dengan langit sore berwarna jingga. Seulas senyum tergambar dari paras tampannya. Dia menyentuh lukisan itu dan memejamkan mata seolah dia masuk kedalam lukisan itu. semilir angin segar tiba-tiba menerpa wajahnya. Ia membuka matanya perlahan dan membiasakan diri dengan cahaya yang menyulaukan. Dilihatnya Hyun Kyo sedang berdiri ditepi garis pantai menghadap lurus pada lautan lepas. Mata sayunya tempak terbiasa dengan sinar matahari senja yang begitu menyolok indera penglihat. Rambut panjang yang terbawa deburan angin pantai membuat dirinya tampak sempurna.

“Kyo..” Dipanggilnya gadis itu oleh Kyuhyun. Sang gadis menoleh padanya dengan senyum yang terlukis indah disana. Dihampirinya gadis pujaan hatinya itu dengan perasaan rindu yang tak terbendung. Namun jarak antara keduanya dirasa tak berkurang oleh Kyuhyun. Dia tak menyerah,, dia terus berjalan meski dia tau itu sia-sia. Sampai dia merasa lelah dan putus asa, dia melihat kebali Kyo yang masih berdiri memandanginya. Ketika kyo menampakkan senyum manisnya, pandangan Kyuhyun mulai memudar, seperti banyak kabut yang menghalangi pandangannya.

Dia tersadar dari buaiannya, perlahan dia membuka matanya dan menyadari kini dia berada di penghujung sebuah ruangan. Basah, itu yang dirasakan Kyuhyun pada kedua pipi tirusnya saat dia mencoba menyadarkan dirinya. Dia menatap sekeliling,
“sepi.. aku dimana? Seingatku aku tadi didepan sebuah lukisan dan…. Hh..apa yang terjadi..?” pikirnya bingung.

Kyuhyun menatap pintu terbuka yang ada disampingnya. Dia memasuki ruangan itu dan mendapati seorang wanita yang berdiri didekat jendela. Kyuhyun memicingkan matanya memastikan siapa wanita yang berdiri dihadapannya. Dia terbelalak mendapati siapa yang dihadapannya.
“Kyo..” lirihnya.

Hyun kyo yang berdiri ditempat yang sama dengan Kyuhyun tak mengerti dengan yang terjadi dihadapannya. Gelap, itu yang dilihatnya. Hanya detak jantungnya yang tak berhenti berdengup kencang. Entah perasaan apa yang menghinggapi Kyo saat ini. Dia membalikkan tubuh nya lemah, sehingga membuatnya seolah menghindari tatapan Kyuhyun yang terpaku dihadapannya.

“Kyo.. Kau kim Hyun Kyo?”

Kyo terkejut namanya dipanggil seseorang. Dia mencari asal sumber suara itu. dia meraba-raba apa yang ada didepannya, meski tak ada satu pun yang dia temukan.

“ya..?? kau siapa?? Apa kau yang memanggilku..?”

Kyo berjalan perlahan, yang tanpa diketahui dia berjalan lurus kearah Kyuhyun sampai kakinya membentur sesuatu hingga membuatnya hampir jatuh terjerambab. Beruntung Kyu yang berada tepat di depan meja tersebut dapat menjangkau tubuh Kyo yang hampir tersungkur.

Dapat dirasakan oleh Hyun Kyo tangan Kyu yang bergetar dan terasa dingin di indera perabanya. Kyo bergegas bembenarkan posisi berdirinya dia menggapai tubuh yang kini menopangnya berdiri. Dia meraba tangan Kyuhyun sampai tangan kecil Kyo berhasil menangkup kedua belah pipi Kyuhyun. Dia meraba semua lekuk wajah namja yang ada dihadapannya sekarang. Pipinya, matanya, hidungnya, bibirnya, dahi sampai rambutnya tak ada satupun yang terlewatkan.

Kyuhyun segera menyadari kondisi Hyun Kyo saat ini. Hatinya bagai tercabik mendapati kekasihnya kini tak bisa melihatnya lagi. dia merindukan gadis yang ada dihadapannya, dia merindukan sentuhan lembutnya, dia merindukan senyuman manisnya, dia juga merindukan tatapan hangat dari gadisnya. Namun kini apa yang didapatinya jauh bertolak belakang dengan harapannya. Dia hanya mengepalkan tangan menahan emosi yang bergemuruh dihatinya.

“Kyo.. kau.. k..”
Ji Soo langsung terdiam melihat Kyo yang sedang bersama dengan Kyuhyun. Dilihatnya Kyuhyun sedang terdiam tak percaya melihat kekasihnya seperti itu.

“Ji Soo, kau kah itu..?”
“nde Kyo.. ini aku..” jawabnya lemah.
“apa kau melihat tongkat ku? aku tak bisa menemukannya..”
“apa..?? ahh.. iya.. ini..”  Ji Soo memberikan sebuah tongkat, alat bantu penunjuk jalan untuk Kyo yang bersandar di kanvas disamping Kyo.
“ah.. gumawo Ji Soo.. dan,, tuan? Apa kau yang memanggilku tadi..?”
“….” Namja itu hanya diam tertunduk. Kristal bening itu kini lolos menganak sungai dipipi tirusnya.
“Kyo.. dia.. Kyuhyun..”
“m..mwo..??”

**

*

*To be Continued...

gimana..?? apa masih gaje? pasti.. ini kali pertama author menulis FF dengan jangka waktu yang panjaaaaanngg.. hhhahaha...
yang kena tag jail author..tentu author mengharapkan  RCL dari para readers sekalian.. plis.. koreksi FF yang masih aneh ini.. ne ne ne..
gamsha..
mian kalo ada bahasa yang kurang dimengerti atau salah.. hhhee
*bow with Kyu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar