Tittle : Memories
Author : Novarida Mardliatin
Facebook ID: Fhaa Wanay Min / Kim Elfrida Missevilkyu
Twitt ID : @NovaRidaa
Gendre: Sad and Happy Ending
Legth : One Shoot
Rating : General
Cast :
- Kim Hyun Kyo as you
- Cho Kyuhyun (Super Junior) as your boy friend
- Jung Hyun Hoon as your friend
- Kim Jun Su (JYJ) as your first love
And other cast
Happy reading..^^
Date nya mohon diperhatikan
*
*
*
*
February,
13th 2012 >> 14:30
Hari ini kelabu, awan hitam membentang sejauh
mata memandang hamparan langit yang maha luas. Seorang anak manusia kini
berdiri kaku di tengah hamparan padang Savana merenungi semua yang telah
terjadi dalam hidupnya. Sesekali dia memandang nanar pada layar sebuah benda
kecil yang selalu dibawanya kemanapun dia pergi.
=Kim Hyun Kyo POV=
From:
Hyunnie
Kuharap
kau memikirkan ini baik-baik.
Jangan
sampai masa lalumu membuat
mata
hatimu semakin tertutup rapat.
Masa lalu? Ya,, masalalu itu terlalu
menguasaiku. Rasa bersalah itu selalu muncul tiba-tiba saat hatiku terpaut pada
seseorang yang berarti. Masa lalu itu membuat hatiku tertutup rapat dan enggan
mencoba membukanya terhadap satu hal, cinta.
Ini begitu rumit bagiku. Jika aku bisa
mengatur jalannya kehidupan,, maka aku akan selalu menghadirkan kebahagiaan di
dunia ini. Akan kuhapuskan semua keburukan dan kesedihan. Jika aku Sang maha
memiliki kehidupan, maka akan kupastikan tak akan ada yang namanya kematian dan
perpisahan. Tapi kenyataannya aku hanyalah seorang anak manusia yang tak
memiliki daya dan upaya dalam hidup ini. Aku hanya wayang panggung dunia yang
diatur oleh Sang Maha Mendalangi kehidupan.
Masa lalu, jika itu bisa kuhapus dari memori
otakku, aku akan sangat berterimakasih. Namun sayang, masa lalu itu tak bisa
kuhapus. Dia begitu erat melekat dalam hidupku, dan dia juga lah yang mengatur
kehidupan cintaku.
*flashback
=author POV=
June,
27th 2007
Seorang gadis remaja berdiri bingung dengan
sebuah tas besar di tangannya. Baru pertama kalinya dia berjalan sendiri sampai
sejauh ini. Ia menatap sekeliling tempatnya berdiri sampai ada seorang namja
yang menghampirinya.
“ada yang bisa kubantu?”
“nde,,? Eh.. aku mencari alamat ini..” gadis
remaja itu menunjukkan secarik kertas yang berisi sebuah alamat yang harus dia
datangi.
“asrama Shinhwa..? apa kau murid baru di
sekolah Shinhwa?”
“ne..” gadis itu menunjukkan wajah yang ceria.
“kebetulan sekali.. aku juga siswa di sana.
Aku tingkat 2. Kau?”
“aku masih tingkat 1..”
“aahh.. kita belum berkenalan.. choneun, Kim
Jun Su imnida..” namja remaja itu mengulurkan tangannya.
“Kim Hyun Kyo imnida. Bangapseumnida..” gadis
manis itu membalas uluran tangan namja bernama Jun Su itu. gadis bernama Hyun
Kyo tampaknya sangat senang sekali sudah mendapatkan teman sekarang. Kini di
kota Seoul yang besar ini, Hyun Kyo tak sendirian lagi.
****
Jun Su adalah orang pertama yang Hyun Kyo
kenal di Seoul. Dia juga lah teman pertama bagi Hyun Kyo. Jun Su adalah seorang
anak yang baik, terbukti walau pun Jun Su senior bagi Hyun Kyo, tapi dia tak
ragu dan tak malu untuk menunjukkan seluk beluk Sekolah Shinhwa.
Untuk ukuran senior dan junior, mereka bisa
dibilang sangat dekat. Ketika Kyo lelah dengan semua aktivitas di sekolah dan
di asrama, Jun Su-lah yang selalu datang menyemangati Hyun Kyo. Ditambah
perlakuan para senior yeoja yang buruk terhadap Hyun Kyo, sempat membuatnya
frustasi dan ingin kembali tinggal bersama kedua orang tuanya, dan Jun Su lah
yang berdiri menguatkan Kyo.
Jun Su memang namja baik untuk seukuran anak
tingkat 2 di SMU. Normalnya, anak seusia itu cenderung ingin menikmati masa
remajanya yang penuh warna dengan bersenang-senang. Tapi tidak dengan Jun Su.
Dia lebih memilih tinggal dan belajar sendiri di asrama dibanding ikut bersama
teman sebaya-nya yang pergi melepas kepenatan yang selama sepekan selalu
dijejali dengan materi-materi yang cukup membosankan bagi mereka. Latar
belakang keluarganya yang terbilang sederhana telah membentuk pribadi yang baik
dan bertanggung jawab pada diri seorang Kim Jun Su.
“Jun Su oppa, kau tak ikut bersama
teman-temanmu pergi?” Tanya Hyun Kyo yang terkejut dengan keberadaan Jun Su di
atap asrama, tempat mereka berdua melepaskan rasa lelah setelah seharian
belajar.
“tidak.”
“wae oppa?”
“Lebih baik aku belajar dan menata masa
depanku kan? Orang tuaku telah mencari uang untuk membiayai sekolahku disini
dengan susah payah, jadi aku tak mungkin membuang uang mereka dengan percuma
kan?”
“tapi kan kau masuk ke Shinhwa karena mendapat
beasiswa oppa..?”
“justru itu aku harus memanfaatkannya dengan
baik. Kau juga, banyak orang di luar sana yang iri terhadap kita karena bisa
bersekolah. Tidak seperti mereka yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena tak
punya biaya untuk itu. jadi.. kita harus bersyukur. Benar tidak?”
“mm.. kau benar oppa.. ^^”
“kau sendiri? Kau tak ikut pergi bersama teman
mu?”
“kau jangan meledekku oppa, (=,=”) kau kan tau
sendiri aku tak ada teman disini. Mereka tetap bersikap dingin dan sinis
padaku. Jadi kuputuskan untuk tinggal saja disini.. tak kusangka kau juga
disini. Hhee.. :D”
“ne.. lebih baik kita belajar bersama.
Sebentar lagi kan ujian.. kau mau?”
“mm… tentu..^^”
****
Ujian tiba. Semua tampak serius
mengerjakan semua soal-soal yang diberikan. Raut kacau tergambar jelas dari
wajah mereka. tapi tidak dengan Hyun Kyo dan Jun Su. Bahkan Kyo dapat mengerjakannya dengan cepat.
Selesai ujian, Kyo langsung bergegas
pergi ke tempat favoritnya, tentu itu juga merupakan tempat favoritnya bersama
Jun Su.
“oppa..!!” dia memanggil seorang namja
berpakaian seragam sekolah yang sedang berdiri menikmati udara segar kota Seoul
di sore hari.
“cepat sekali..”
“hehe… tapi aku justru merasa itu
sangat lama. Berkat kemarin aku belajar bersama oppa, jadi aku bisa
menyelesaikannya dengan baik. Gumawo oppa.. ^_^ ..” Jun Su hanya membalasnya
dengan senyuman hangat.
****
Desember, 20th 2008
Dua remaja itu berdiri di tempat yang
biasa mereka kunjungi setiap sore. Sesekali sang namja mencoba meredakan
tangisan gadis yang berdiri bersamanya. Wajah gadis itu terlihat sangat kacau.
Dia merasa inilah batas kesabarannya.
“jangan kau buat keputusan yang
mungkin akan kau sesali Kyo..”
“ani oppa, keputusanku sudah bulat.
Aku sudah tak kuat lagi disini.. aku harus keluar dari Shinhwa..” jawab gadis
bernama Kyo sesegukan.
“tapi kenapa? Apa karena senior
itu..?” gadis itu tidak menjawabnya. "bagai mana bisa? Kau ini gadis kuat
yang ku kenal, sudah berapa kali seniormu itu mengganggumu? Tapi selama ini kau
mampu menahannya.. “
“tapi kali ini aku benar-benar sudah
tak bisa menahannya oppa…” tangis gadis manis itu semakin menjadi. Namun namja
itu tetap tak habis akal.
“Kyo, kau tak perlu mereka, kau masih
banyak teman di Shinhwa..”
“tidak ada tempat untukku disini
oppa.. sudahlah.. apapun yang kau katakan, keputusanku sudah bulat.. lebih baik
aku pindah saja.. aku sudah membicarakan ini pada appa dan eomma, mereka akan
menjemputku nanti malam..” gadis itu langsung meninggalkan namja itu sendirian
sambil Sesekali dia mengusap kasar pipi yang sudah basah dengan air mata.
Tepat pukul 20:00, kedua orang tua
gadis itu datang dan langsung menemui kepala asrama Shinhwa. Selagi orang
tuanya masih bicara dengan kepala asrama, kyo mengemasi semua barang-barangnya
yang masih tersimpan rapi di kamarnya. Semua penghuni asrama putri itu
berkerumun di kamar Kyo. Entah apa yang senior-senior itu pikirkan, mereka
hanya menatap lekat sosok Kim Hyun Kyo yang berkemas tanpa membantunya sama
sekali.
Selesai urusannya dengan kepala
asrama, Hyun kyo beserta kedua orang tuanya langsung meninggalkan asrama dan
pulang kembali ke kampung halamannya. Ada perasaan sedih saat dia meninggalkan
asrama itu. bukan karena dia menyesali keputusannya, hanya saja ada satu yang
hilang yang dia rasakan saat meninggalkan lingkungan Shinhwa.
September, 17th 2010
Waktu terus berlalu. Tak terasa kini
Hyun Kyo yang awalnya seorang gadis kecil manis berubah menjelma menjadi seorang
Kim Hyun Kyo yang dewasa. Kini dia telah lulus dari sekolah SMU dengan nilai
terbaik.
Kembali dia harus berhijrah ke Seoul,
kali ini bukan karena dikirim orang tuanya untuk belajar, namun kini dia harus ikut
bersama orang tuanya pindah ke Seoul karena urusan pekerjaan. Dia pun mendaftar
di sebuah universitas terkemuka di seoul.
Kini dia duduk di sebuah bangku taman
di tengah kota seoul dengan memangku sebuah benda biru kesayangannya. Tak lama
seorang yeoja yang tampak sebaya dengannya datang menghampiri dan duduk
disampingnya.
“mian ya, kau lama menungguku, Kyo..”
“ne, gwaenchanha..”
Lama mereka berbincang-bincang di
taman itu sampai seseorang menghampiri mereka berdua.
“Hyun Kyo..? kau Kim Hyun Kyo kan?”
kyo menengadahkan wajahnya ke arah seseorang yang memanggilnya barusan..
“Jun Su oppa?” namja itu tersenyum
ramah. ya, dia Jun Su.. teman Kyo ketika di Shinhwa dulu.
“lama tak bertemu.. ^_^ bagaimana
kabarmu?”
“kabarku baik.. oh iya, kenalkan ini
temanku, Hyun Hoon..” kyo memperkenalkan temannya pada Jun Su.
“hallo, Hyun Hoon imnida..” hyun Hoon
dan Jun Su berjabatan tangan.
“Kim Jun Su imnida..^^. Aku temannya
Hyun kyo ketika dulu dia masih di Shinhwa..”
“oh, jadi ini Jun Su yang selalu di
ceritakan itu..??”
“memangnya Kyo suka cerita apa?”
“ah.. anni oppa.. jangan percaya,, dia
bohong..” kedua teman Kyo itu hanya tertawa mendapati polah Hyun Kyo yang masih
sedikit polos.
Setelah bertemu kembali, kedua sahabat
ini semakin dekat. Mereka sering bertemu, bercerita sama seperti saat-saat
mereka di Shinhwa dulu. Kyo banyak bercerita tentang sekolahnya selepas dari
Shinhwa, dan Jun Su juga bercerita tentang dirinya setelah Kyo pergi
meninggalkan Shinhwa. Kini mereka sering pergi bersama dan menghabiskan waktu
bersama menebus waktu kebersamaan yang terputus dengan kepindahan Kyo dulu.
February, 11th 2011
‘Eonjenganeun uri dasi mannari
Eodiro ganeunji amudo moreujiman
Eonjenganeun uri dasi mannari
Heeojin moseup idaero..’
Lagu
Someday yang berdering dari ponsel
Hyun Kyo cukup membuat perhatiannya dari layar computer berpindah pada layar
ponselnya
“Jun
Su oppa? Mau apa dia telpon?” tanpa basa basi dia mengangkat telponnya.
“yeoboseo?
Jun Su oppa?”
“kyo.. kau sedang apa?” Tanya Jun Su dari
balik telpon.
“hanya
mengerjakan tugas..”
“oohh.. mian ya mengganggu.. Cuma mau tanya,
besok kau ada waktu?”
“eehh..?
memangnya kenapa? Tumben oppa bertanya seperti itu?”
“ani.. Cuma Tanya aja.. kalau kau ada waktu,
oppa mau bertemu denganmu..”
“oohh..
boleh.. tapi aku harus kuliah dulu. Mungkin sekitar jam 2 siang baru bisa..”
“baiklah.. oppa tunggu di taman ya..”
“ne
oppa..”
“kau harus jaga kesehatan mu.. “
“ee..
kau kenapa oppa, tak biasanya kau seperti itu..”
“ah, ani.. ya sudah, kau istirahatlah..” tuut
tuut tuut.. telpon terputus.
Kyo
hanya menatap heran ponselnya. Merasa ada yang aneh dengan seseorang yang baru
menelponnya. Tapi dia tak ambil pusing dengan itu. kembali dia terfokus dengan
layar komputernya tanpa menghiraukan apa yang dikatakan Jun Su barusan.
****
February, 12th 2011
Seorang namja kini tengah duduk di
sebuah bangku kayu di tepian danau buatan yang terletak di tengah taman kota
Seoul. Tampaknya namja itu sedang menunggu seseorang disana. Dengan perasaan
yang bercampur aduk, sang namja tetap sabar menunggu meski waktu yang
dijanjikan telah terlewat jauh. Sesekali namja itu melirik ke arah jam yang
melingkar di pergelangan tangan kirinya. 03:15. Sudah satu jam lebih namja itu
menunggunya, namun tak sedikitpun tergambar raut kekesalan dari wajah
tampannya.
Disisi lain seorang yeoja manis sedang
sibuk bersama dengan seorang pria paruh baya yang sedang memeriksa tumpukan
kertas dimejanya. Yeoja itu terus menerus melirik jam yang menempel di dinding
ruangan itu. 03:25. Resah kini yang dirasakan yeoja itu, pikirannya entah
melayang kemana, namun dia tak bisa berbuat apa-apa. Resahnya terkalahkan oleh
pria yang duduk dihadapannya.
“baiklah Kyo, tak ada yang kurang. Ini
semua sudah cukup. Kau boleh pulang sekarang..”
“baik Proff, saya permisi..” seulas
senyum kini terpatri indah menghiasi paras manisnya.
Yeoja itu langsung mengambil langkah
seribu menuju arah taman kota. Berharap seseorang masih ada untuknya. Senyumnya
kembali terulas dari bibirnya mendapati sosok seseorang yang tengah duduk sabar
menunggu dirinya datang..
“Jun Su oppa….” Namja itu menoleh dan
memberikan senyum kelegaan pada Kyo, kyo melambaikan tangan padanya dan langsung
menghampiri namja itu.
“mianhe oppa, aku terlambbat..
professor memintaku memeriksa tugas teman-teman semuanya.. kau pasti sudah
menunggu lama”
“tak apa..^_^ duduk Kyo..” Kyo pun
menuruti apa yang dikatakan Jun Su padanya.
“ngomong-ngomong ada apa oppa
memintaku bertemu?”
“sebenarnya ada yang ingin oppa
ceritakan.. tapi oppa bingung harus cerita pada siapa..”
“yah oppa, kenapa tak lewat telpon
saja..”
“tak bisa.. oppa lebih suka bercerita
langsung.”
“baiklah, sekarang cerita lah..”
“tapi oppa malu..” wajah putih namja
itu seketika berubah kemerahan.
“yak oppa,, bukan kali ini kau cerita
padaku.. aahh.. aku tau pasti yeoja kan..?”
“mm… begitu lah..”
“ah kau oppa.. hhhee..” kyo tersenyum,
tapi sedetik kemudian wajahnya berubah serius.
“begini, sebetulnya ada yeoja yang
oppa sukai..”
“lalu?”
“oppa sudah menyukainya dari sejak
pertama bertemu. Dia yeoja yang baik menurutku.. belakangan ini oppa lebih
dekat dengannya.. ada perasaan aneh yang oppa rasakan sejak dulu padanya.
Setiap oppa dekat dengannya, oppa merasa senang sekali. Tapi saat dia jauh dari
oppa, oppa sangat kehilangan dia.. oppa ingin untuk sekali saja mengatakan
‘saranghae’ padanya. Takut semuanya terlambat..”
Jun Su menceritakannya dengan ekspresi
yang mungkin hanya dia sendiri yang mengerti itu. tapi berbalik dengan Hyun Kyo
yang memasang wajah datar mendengarnya. Entah ada apa dengan diri Hyun Kyo saat
mendengar ada yeoja lain di antara mereka.
“lalu, apa yeoja itu tau oppa
menyukainya?”
“entahlah, oppa sendiri tidak tau..”
“kalau boleh tau siapa yeoja yang
berhasil membuat oppa seperti itu?”
“dia yeoja yang manis.. manja..”
“siapa?” suara Hyun Kyo mulai
terdengar bergetar. Jun Su meatap lekat yeoja dismpingnya..
“kau..” diam, Itu lah Hyun Kyo
sekarang. Dia tak mampu mengucapkan apapun setelah itu.
Lama keduanya hanya saling tatap satu
sama lain. tak ada yang mengucapkan sepatah katapun diantara mereka. Jun Su
menatap Hyun Kyo dengan penuh harap, tapi Hyun Kyo memandang Jun Su dengan
sebuah tanda tanya besar berputar di kepalanya dan mencoba mencerna apa yang
dikatakan Jun Su barusan.
“oppa.. kau? Bagaimana bisa..”
“entahlah.. oppa juga tak mengerti.
Itu lah yang oppa rasakan padamu. Sekarang oppa tegas kan padamu, oppa menyukaimu.
Bukan sebagai seorang oppa terhadap yeodongsaengnya, bukan juga sebagai senior
terhadap juniornya, tapi sebagai seorang namja dewasa terhadap yeoja dewasa. “
“oppa, aku bingung..”
“jangan bingung. Oppa mengatakan itu
bukan semata ingin kau menjadi kekasihku. Aku hanya ingin mengucapkan apa yang
selama ini tersendat diujung lidahku. Seperti yang oppa katakan di awal, oppa
hanya ingin kau mengetahui apa yang oppa rasakan selama ini, oppa juga hanya
ingin mengucapkan itu padamu sebelum semua terlambat.”
Kyo hanya menatap Jun Su dalam. Meski
genangan itu hampir meluber ketepian pelupuk mata. Entah dia harus senang atau bagaimana,
dia sendiri merasa ini sangat rumit..
“kyo..”
“nde oppa?”
“saranghae..”
“aku…??”
“aku tak perlu jawaban mu.. aku hanya
perlu tau kau mencintai ku juga atau tidak.. hanya itu. supaya aku tenang.”
“entahlah oppa aku tak tau.. kenapa
semuanya jadi rumit seperti ini..” Kyo menunduk pasrah.
“cinta memang rumit. Membingungkan.
Kita harus mencari titik temunya saja. Baru semuanya jelas. Ya sudahlah..
perasaanmu padaku tak ku persoalkan. Aku cukup lega telah mengutarakannya
padamu..” namja itu mengulaskan senyum termanisnya pada yeoja disampingnya.
*****
February, 13th 2011
Pagi ini semua kembali seperti
biasanya. Kejadian kemarin tak membuat perubahan yang berarti pada Kyo. Dia
hanya sesekali termenung, berfikir tentang perasaannya sendiri. Hyun Hoon,
sahabat Hyun Kyo dari sejak mereka di SMU tentu paham benar sahabatnya ini. Dan
Hyun kyo pun menceritakan semuanya pada Hyun Hoon berharap bisa membantu
menjawab pertanyaan buntu di otaknya.
“kau sendiri bagaimana?” Tanya Hyun
Hoon pada Kyo yang duduk didepannya.
“itulah Hyunnie, aku tak tau.. aku
senang bersamanya. Aku bergantung padanya… sejak dulu sampai sekarang, dia yang
selalu ada untukku..”
“sebelum kau tau dia menyukaimu,
maksudku saat dia berkata menyukai yeoja.. perasaan mu bagaimana..” tanya Hyun
Hoon lagi.
“jelas aku tidak terima. Karna jika
begitu, maka perhatian Jun Su oppa akan berpaling dariku..”
“itu kau tau..”
“maksudmu..?” giliran Kyo yang
menanyai Hyun Hoon.
“tanpa kau sadari, sebetulnya kau itu
mencintainya, dan tak bisa jika oppa mu itu berpaling pada yeoja lain. itu
menurutku”
“begitukah..?”
“mm.. kusarankan, kau bicara lagi pada
Jun Su..”
“baiklah.. nanti ku temui dia..”
Siang itu terasa berat bagi Hyun kyo.
Dia sudah bertekad menemui Jun Su, namun entah mengapa professor selalu
memintanya untuk tinggal di kampus membantu mengoreksi tugas mahasiswanya.
Perasaan Hyun Kyo sudah tak karuan.
‘Eonjenganeun uri dasi mannari
Eodiro ganeunji amudo moreujiman
Eonjenganeun uri dasi mannari
Heeojin moseup idaero..’
Ponsel
Kyo berdering hebat. Sayangnya dia sengaja tak mengangkat bahkan tak melirik
siapa yang menghubunginya. Sampai ponsel Kyo berdering berulang-ulang, namun
tak satupun dia jawab. Panggilan demi panggilan yang masuk ke ponsel Kyo
menambah keresahan hatinya. Pikirannya masih terpusat pada namja di luar sana,
Jun Su. Terlihat Hyun Hoon yang menemani Kyo di ruangan itu sama resahnya dengan
Kyo.
Akhirnya
selesai. Lega kini dirasakan kedua gadis itu. Kyo yang menyadari ponselnya
menerima panggilan berulang-ulang segera mencari tau siapa yang menelponnya.
“kenapa
Kyo..”
“dari
tadi ada yang menelponku terus. Tapi tak ada namanya..”
“coba
kau panggil ulang. Siapa tau penting..” tanpa basa basi Kyo langsug menekan
tombol CALL.
“yeoboseo..” suara di sebrang telpon
terdengar berat seperti suara orang yang menangis hebat. “apa kau Kim Hyun Kyo?” lanjutnya.
“ne..
maaf ini dengan siapa?”
“saya ibunya Jun Su..” Kyo mulai gelisah
mendengar ibunya Jun Su berbicara dengan nada lirih seperti itu.
“oh,
maaf, jika aku boleh tau.. bibi kenapa menelponku..?”
“Jun Su.. Jun Su..” suara isak tangis
ibunya Jun Su semakin terdengar jelas dan membuat Kyo semakin bertambah resah,,
matanya mulai memerah dan genangan itu kembali mencuat.
“ada
apa dengan Jun Su oppa..?”
“Jun Su Kecelakaan…. Cepatlah kemari,, dia
menunggumu…!! kumohon”
Saat
itu tubuh Hyun Kyo melemas seketika. Dia kalut, dia tak tau harus bagaimana
sekarang. Berdiripun tak bisa. Hyun Hoon yang merasa ada yang tidak beres
langsung mengambil alih ponsel yang digenggam Hyun Kyo.
“hallo,
bibi.. ada apa? Apa? Jun Su? Dimana sekarang..? baiklah aku akan membawa Kyo ke
sana.. bibi tenang ya..”
****
February, 13th
2011 >> 16:45
Gadis
manis itu menatap kosong ruangan dingin dihadapannya. Manis diwajahnya seketika
berubah masam dimata semua orang yang memandangnya. awan putih nan cerah yang
selama ini selalu menghiasinya kini berubah kelabu. Tak ada rona cerah
terpancar lagi dari wajahnya.
Gadis
itu meratapi kepergian sosok raga yang baru dia sadari arti keberadaannya. Ada
rasa penyesalan yang kini dia rasakan dalam hatinya. Dalam diam hatinya
menjerit merutuki semua yang terjadi:
‘Kenapa aku tak menyadari ini sejak
awal.. kenapa dia harus pergi tanpa mengatakan apapun padaku.. oppa, kenapa kau
meninggalkanku sendiri. Aku tak bisa jika tanpamu oppa.. seharusnya kau
menungguku sebentar lagi.. aku mencoba datang secepat yang ku mampu untuk
mengatakan apa yang mungkin ingin kau dengar dariku.. oppa, maafkan aku.. aku
tak sempat,, harusnya aku mengatakan ini saat kemarin kau menanyakannya
padaku.. naddo oppa.. naddo saranghae.. mungkin memang sudah terlambat aku
mengatakan ini padamu,, ragamu yang kaku dihadapanku mungkin tak bisa mendengar
apa yang aku katakan ini.. tapi aku yakin, ragamu yang lain mendengar ini kan
oppa..??
February, 14th
2011
Kyo
masih menatap kaku raga yang terbujur di pembaringannya. Perasaannya
menginginkan semua ini hanya mimpi semu, tapi dia mencoba menguatkan diri
dihadapan pembaringan Jun Su. Dia ingin tetap terlihat sebagai yeoja yang kuat
seperti yang selalu Jun Su katakan padanya. Pikirannya masih terngiang ketika
detik detik kepergian Jun Su yang tak sempat bertemu dengan Kyo. Ketika kyo
sampai di depan ruangan ICU rumah sakit, kyo hanya mendapati kedua orang tua
Jun Su menangis sejadinya..
Kyo memberanikan diri menghampiri
pintu kaca ruang ICU. Sedikit dia bisa melihat jasad Jun So yang perlahan
tertutupi kain putih.. ‘sebelumnya dia terus memanggil namamu, berharap bisa
melihatmu untuk yang terakhir kalinya,, tapi sayang, tuhan berkehendak lain..’ suara appa Jun Su ketika itu masih terdengar
jelas..
Pertahanan
Kyo akhirnya runtuh dipelukan sahabatnya. Tanpa Jun Su, Kyo tak bisa menjadi
yeoja yang kuat lagi. jun Su-lah yang menjadi sumber kekuatan Hyun Kyo. Dan
sumber kekuatan itu kini telah sirna. Tak ada lagi yang bisa memberikan
kekuatan besar pada Hyun Kyo.
February
15th – April 2011
Setiap
hari setelah kepergian Jun Su, Kyo terus menerus hidup dalam bayang-bayang
penyesalan terhadap Jun Su. Dia terus menutup dirinya sendiri dari orang luar.
Bahkan sahabatnya sendiri pun tak sanggup berbuat apa-apa…
Hyun
Hoon merasa tak tega dengan situasi Kyo saat ini. Hyun memperkenalkan Kyo
dengan seorang namja bernama Cho Kyuhyun yang tak lain adalah sepupunya
sendiri. Hyun berharap, setidaknya Kyo tak terus menerus larut dalam keputus
asaan-nya atas kepergian Jun Su.
Pada
awalnya Hyun Kyo tak menanggapi serius namja bermarga Cho itu. tapi lambat
laun, Hyun Kyo bisa menata kembali perasaanya dengan bantuan Kyuhyun. Dengan
sabar Kyuhyun membuat Hyun Kyo dapat bangkit dan membuat Kyo menyadari bahwa
hidup itu masih terus berjalan. Tak ada gunanya menyesali semua yang terjadi.
Jun Su sudah bahagia di sana, jika pun dia disini, dia tak akan rela melihat Kyo
seperti ini. Kyuhyun selalu meyakinkan bahwa meski Kyo tak sempat mengatakan
semuanya, tapi Jun Su pasti bisa mendengar dan melihat isi hatimu.
Hyun
Kyo menyadari hal itu. tak ada gunanya dia seperti ini. Hidup harus terus
berjalan. Dia yakin, suatu saat nanti, tuhan akan mempertemukannya kembali
dengan Jun Su. Di kehidupan lain diluar sana.
February, 13th
2012 >> 09:00
Waktu
berjalan. Seiringan dengan itu, Hyun Kyo dengan Kyuhyun semakin dekat. Kyo
menemukan sisi lain Jun Su dalam diri Kyuhyun yang selalu menguatkan dirinya
dan mendorongnya dari belakang. Namun jauh di lubuk hatinya dia ingin melihat
sosok Kyuhyun yang sesungguhnya tanpa ada bayangan Jun Su dimatanya. Sedangkan
kyuhyun sendiri menemukan titik tenang ketika bersama dengan Hyun Kyo. Dia
sangat ingin melindungi dan menjaga Kyo dari segala hal.
“kyo,
boleh aku mengatakan sesuatu..?”
“boleh,
kenapa..?”
“kyo..”
“ne
Kyuhyun oppa..?” kyo memasang wajah manisnya.
“saranghae..”
Wajah
kyo seketika memucat. Saat kyuhyun mengatakan hal itu, yang dilihat Hyun Kyo
adalah wajah Jun Su, bukan Kyuhyun yang memang sedari tadi berada di depannya.
Wajah seseorang yang diam-diam selalu dirindukan oleh Hyun Kyo kini ada
dihadapannya.
“kyo..”
kyo kembali tersadar dari lamunannya. Wajah Jun Su berubah kembali menjadi
wajah Kyuhyun yang sedang memandang khawatir pada dirinya.
“mian
oppa, aku tak bisa..”
Kyo
berlari meninggalkan Kyuhyun sendiri di tempatnya yang masih terdiam. Kyu
memahami kenapa Hyun Kyo bersikap demikian. Tapi disisi lain ada perasaan sedih
mendapati Hyun Kyo yang ternyata masih memendam Jun Su dalam hatinya.
Hyun
kyo terus berlari tanpa tujuan. Dia hanya mengikuti kemana kakinya melangkah
dan kemana mata angin membawanya. Hingga sampai di hamparan Savanna luas dan bisa
melampiaskan semua sesaknya disana.. dia menjerit, berteriak sekencang mungkin
tanpa ada seorang pun yang mempedulikan. Air mata yang selalu dia bendung, kini
dia tumpahkan semuanya disana. Sampai sebuah pesan masuk ke ponselnya. Hyun
Hoon. Kyo tau pasti Kyuhyun telah menceritakan semuanya.
*flashback end*
Perasaanku
mulai tenang sekarang. Setelah kukeluarkan semuanya kini aku bisa melangkah pasti
kedepan.
‘Eonjenganeun uri dasi mannari
Eodiro ganeunji amudo moreujiman
Eonjenganeun uri dasi mannari
Heeojin moseup idaero..’
Ponselku
berdering kembali. Kali ini Hyun memanggilku.
“yeoboseo,
wae hyunnie..?”
“cepat ke rumah sakit. Kyuhyun kecelakaan..”
suara hyun terdengar panic.
====
Tanpa
sadar kulangkahkan kakiku secepat mungkin menyusuri koridor rumah sakit yang
dulu pernah juga kulewati. Perasaan yang sama saat dulu mulai kurasakan kembai.
Tuhan jangan sampai ini terulang, sungguh aku tak ingin ini terulang.
Kulihat
Hyunnie bersama dua orang dewasa sedang duduk di depan ruangan.
“Hyunnie..”
“kyo,
kau datang.. Kyu didalam..” aku menahan nafas sejenak, membayangkan sesuatu
yang buruk kembali terulang di waktu yang sama.
Lama
aku menunggu di depan ruangan itu. aku duduk tertunduk di samping Hyun Hoon.
Berharap dan berdoa semoga semua baik-baik saja. Terdengar pintu terbuka dan
sebuah bangsal keluar dari ruangan. Aku masih tak berani untuk melihatnya. Tapi
aku memaksakan diri melihatnya.
Sakit
itu kembali menusuk hatiku menatap apa yang ada dihadapanku. Semua benar-benar
terjadi, tuhan telah mengambil kembali seseorang yang berharga untukku..
dihadapanku nampak sesosok badan tertutupi kain yang kubenci. Tuhan kejam.. dia
tega mengambilnya lagi dariku.. melihatku, Hyun memelukku erat..
“Hyun
Kyo..?” suara itu.. aku mengenalnya..“kau disini..?” kini aku yakin itu dia.
Kyuhun. Aku melepaskan pelukanku dari Hyun dan ternyata itu benar Kyuhyun..
“kyo,
sepertinya kau salah paham..” Hyun angkat bicara.
“maksudmu..?”
“yang
keluar tadi bukan Kyu, Kyu berada di ruangan sebelahnya.. dia Cuma
lecet-lecet..” jawabnya santai sambil sesekali menggaruk kepalanya yang tak
gatal.
“mwo..??
kau bilang gawat..”
“aku
juga tau itu dari pihak rumah sakit.. ternyata pihak rumah sakit juga salah
perkiraan. Tadi ada dua kecelakaan. Kyu sama yang tadi keluar.. :D”
“Kyo,
kau berpikir aku..??” kyu bertanya dengan raut wajah ngeri..
“maaf
oppa aku..” iisshh.. malu sekali.. dasar Hyun.. awas kau. “sepertinya aku harus
pulang. Lagi pula kau tak apa-apa.. permisi..”
cepat-cepat
aku meninggalkan mereka. aku benar-benar dibuat malu oleh Hyun Hoon.. iiss..
bagai mana bisa..”bodoh..bodoh..”
“hey,
kasian kepalamu kau pukuli terus..” seseorang menarik tanganku yang memukul
kasar kepalaku.
“kyuhyun
oppa..” kenapa dia disini, apakah dia mengejarku.. tak tau kah dia aku masih
malu dengan kejadian tadi..
“kau
mau kemana..”
“aku..
ahh.. oppa,, mianhe jeongmal mianhe.. aku mengira kau..” (>/|\<)
“hahaha..
lupakan.. Hyun memang begitu. Terkadang bercandanya memang keterlaluan..”
“tapi
kan tak seharusnya seperti itu.. membuat orang cemas saja..”
“apa?
Apa kau bilang barusan.. kau mencemaskanku?”
“hhaa..
(O,O).. sudah lah lupakan.. (*^_^*)”
“tidak..
kau benar-benar mencemaskanku..?? sungguh..?”
“siapapun
juga pasti cemas jika mendengar temannya kecelakaan dan gawat..”
“Cuma
teman..?” is.. apa apaan dia, sengaja menggodaku..
“iya,
Cuma teman..” jawabku santai
“kalau
kau menganggap ku teman saja, kenapa kau langsung mencariku dan menangis jika
aku mati..? padahal kan itu bukan aku..”
“sudahlah..
jangan ingat-ingat yang tadi, memalukan..” -_-
“lalu..
bagai mana ini.. yang kukatakan tadi pagi memang sungguh-sungguh…”
“lalu
aku harus bagai mana..??”
“aku
butuh kepastianmu.. sebelum..”
“yak,,
jangan kau katakan ‘terlambat’.. atau aku tak akan mengatakan apapun padamu
oppa..” (>,<”)
“lalu
bagaimana?”
“baiklah,
akan ku katakan besok, kudengar di kampus akan ada pentas seni dan budaya..
bagaimana?”
“oke..
aku tunggu..”
=Kim Hyun Kyo POV=
February, 14th
2012
Pergelaran
seni dan budaya dimulai. Semua tampak terantusias menyaksikan perhelatan yang
sangat meriah bak pertunjukkan konser artis papan atas. Seorang yeoja dan
seorang namja sudah bersiap di belakang panggung menunggu namanya di panggil
untuk naik ke atas pentas. Setelah sekian menit menunggu akhirnya mereka keluar
menampilkan sebuah persembahan yang telah dipersiapkannya.
“Kim
Hyun Kyo dan Kyuhyun..” suara tepuk tangan yang meriah menambah semangat
keduanya menampilkan bakat mereka.
“kami
akan mempersembahkan lagu yang kami persembahkan untuk seseorang yang jauh
disana…”
Kyuhyun
kemudian memposisikan duduknya di depan sebuah piano klasik dan mencoba
menyelaraskan nada. Setelah siap, kyu mulai memainkan tuts piano dan Kyo mulai
menyanyikan lagu pertama… kini dentuman nada dan suara merdu mnegalun indah
dari atas pentas.
Jeormeun naren jeormeumeul moreugo
Ketika kita masih
muda kita tidak menyadari remaja kita
Saranghal ttaen sarangi boiji anhanne
Saranghal ttaen sarangi boiji anhanne
Ketika kita dicintai
kita tidak menyadari cinta kami satu sama lain
Hajiman ije dwidoraboni
Hajiman ije dwidoraboni
Tapi sekarang kembali
ke masa lalu
Urin jeormgo seoro sarangeul haetguna
Waktu itu kami yang muda, dan dicintai seperti itu
Urin jeormgo seoro sarangeul haetguna
Waktu itu kami yang muda, dan dicintai seperti itu
Nunmul gateun siganui gang wie
Sebagian besar kenangan
pergi dengan sungai air mata
Tteonaeryeoganeun geon han dabarui chueok
Tteonaeryeoganeun geon han dabarui chueok
waktu Perlahan-lahan mengalir
jauh
Geureoke ije dwidoraboni
Geureoke ije dwidoraboni
Tapi sekarang kembali
ke masa lalu
Jeormeumdo sarangdo aju sojunghaetguna
Pemuda dan cinta dari masa lalu itu begitu berharga
Eonjenganeun uri dasi mannari
Jeormeumdo sarangdo aju sojunghaetguna
Pemuda dan cinta dari masa lalu itu begitu berharga
Eonjenganeun uri dasi mannari
Suatu hari nanti, kita akan bertemu lagi
Eodiro ganeunji amudo moreujiman
Eodiro ganeunji amudo moreujiman
Meskipun kita tidak
tahu di mana kita akan pergi
Eonjenganeun uri dasi mannari
Eonjenganeun uri dasi mannari
Suatu hari nanti, kita akan bertemu lagi
Heeojin moseup idaero..
Dengan sudah dipisahkan identitas ...
Jeormeun naren jeormeumeul ijeotgo
Heeojin moseup idaero..
Dengan sudah dipisahkan identitas ...
Jeormeun naren jeormeumeul ijeotgo
Ketika kita masih
muda kita lupa muda kita
Saranghal ttaen sarangi heunhaeman boyeonne
Saranghal ttaen sarangi heunhaeman boyeonne
Ketika kita mencintai
kita melihatnya sebagai terlalu membosankan
Hajiman ije saenggakhae boni
Hajiman ije saenggakhae boni
Tapi sekarang berpikir
kembali
Urin jeormgo seoro sarangeul haetguna
Waktu itu kami yang muda, dan dicintai seperti itu
Urin jeormgo seoro sarangeul haetguna
Waktu itu kami yang muda, dan dicintai seperti itu
Eonjenganeun uri dasi mannari
Suatu hari nanti, kita akan bertemu lagi
Eodiro ganeunji amudo moreujiman
Meskipun kita tidak
tahu di mana kita akan pergi
Eonjenganeun uri dasi mannari
Suatu hari nanti, kita akan bertemu lagi
Heeojin moseup idaero..
Heeojin moseup idaero..
Dengan sudah
dipisahkan identitas ...
~(Someday: Super Junior)
Saat
Hyun Kyo menyanyikan lagu tersebut, tak segaja dia menangkap sosok namja yang
berdiri jauh dibelakang bangku penonton. Jun Su, seketika itu pula hatinya mulai
tersayat kembali. Kini air mata mulai membasahinya. Alunan tuts piano yang
mengalun lirih ditambah datangnya sang namja yang selalu dia rindukan menambah
luka dihatinya. Namja itu menangis, tapi senyum tetap mengembang dari bibirnya.
Kyu
mendekati gadis itu dan menggenggam tangan mungilnya. Dia memberikan senyum
manisnya dan dibalas senyum kembali oleh gadisnya. Dia mendekatkan wajahnya
pada wajah gadis itu dan membuat gambaran merah dipipi gadis manis itu. Kyu
berbisik di telinga gadis di sampingnya dan dibalas senyum dan anggukan kecil
gadis manis itu.
“saranghae
..”
“nado
oppa…. ^_^”
Mata
gadis itu kembali menatap ke arah deretan bangku di hadapannya, namja itu, Jun
Su masih setia di sudut gelap di belakang sana.. dia masih tersenyum dan
kemudian tangannya membentuk gambaran sebuah hati besar.. namja itu melambaikan tangan pada gadis yang
memandanginya kemudian lenyap bersamaan dengan tertutupnya tirai pentas…
Kini
gadis manis itu bisa menerima sepenuhnya kepergian namja yang selalu ada
untuknya dan membuka hatinya untuk namja lain yang kini mengisi sudut lain
dihatinya….
*****
Kim Hyun Kyo, Aku menyadari arti
penting seorang Kim Jun Su dihatimu.. jika aku menjadi kau, aku pasti akan melakukan
hal yang sama denganmu, bahkan mungkin lebih dari itu. aku tak akan memaksamu
melupakan dia, karena seberapa pun aku membuat kau melupakannya, maka semakin
dia akan melekat erat dipikiranmu. Dia masa lalu yang tak akan bisa dihapus
dari kehidupan kita. jika tak ada masa lalu, kita tak akan bisa menapaki masa
depan yang lebih baik.. jadikan dia sebagai guru yang baik ya.. Kyo..
_Cho Kyuhyun_
Jun su oppa, apa kau tau isi hatiku
sekarang? Apa kau datang padaku untuk mengucapkan selamat tinggal padaku yang
dulu belum sempat kau katakan..? maafkan aku oppa, bukan aku tak mau menemuimu
dulu,, hanya aku terlambat.. kau namja baik, kau pasti tau itu bukan maksudku.
Sekarang aku bersama namja lain, dia sama baiknya denganmu, tapi aku bersamanya
bukan karna itu. Jun Su oppa.. percayalah, kau akan tetap berada disini.. di
sudut terdalam di hatiku… selamanya aku tak akan melupakanmu oppa..
_Kim Hyun Kyo_
Kim Hyun Kyo, Aku bahagia melihat mu
bahagia. Aku sedih melihatmu sedih seperti itu. Aku sengaja datang kesini hanya
demi melihatmu tersenyum kembali seperti dulu. Dan saat aku bisa melihatnya..
aku bahagia sekali.. kini aku bisa pergi dengan tenang dan dengan senyum mu
yang kubawa pergi.. Hyun Kyo sayang, suatu saat nanti, kita akn bertemu lagi di
tempat yang lain.. dan disana aku berjanji takkan meninggalkanmu lagi seperti
sekarang.. ini hanya sementara, kupastikan itu.. Kyuhyun, aku tau kau bisa
menjaga dan menyayangi Hyun Kyo-ku dengan baik.. kau namja baik.. aku senang
kau bisa bersama Hyun Kyo-ku.. ku titipkan dia padamu..
_Kim Jun Su_
*
*
*
*
*
*
*
FIN
~Akhirnya..*lap ingus..(pilek) bisa
selesai…
Typo
yang masih bertebaran di sana-sini tentu sudah tak asing kan? Tapi author harap
readers sekalian memakluminya. Karena manusia itu tak luput dari kesalahan dan
khilaf *ngeles
Setiap
cerita yang saya share disini adalah murni mucul dari otak author. Jika ada
kemiripan dengan cerita lain yang sudah pernah ada, itu semata-mata hanya
kebetulan. Dilarang keras untuk meng-COPY PASTE CERITA INI….
Oh iya,, mohon di
koreksi ya jika ada yang salah atau kurang..
Please RCL nya
jangan lupa… gamsha.. ^_^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar