Minggu, 04 November 2012

FanFiction: MEMORIES (OneShoot)


Tittle : Memories
Author : Novarida Mardliatin
Facebook ID: Fhaa Wanay Min / Kim Elfrida Missevilkyu
Twitt ID : @NovaRidaa
Gendre: Sad and Happy Ending

Legth : One Shoot
Rating : General
Cast :
  • Kim Hyun Kyo as you
  • Cho Kyuhyun (Super Junior) as your boy friend
  • Jung Hyun Hoon as your friend
  • Kim Jun Su (JYJ) as your first love
And other cast

Happy reading..^^
Date nya mohon diperhatikan

*

*

*

*

February, 13th 2012 >> 14:30
Hari ini kelabu, awan hitam membentang sejauh mata memandang hamparan langit yang maha luas. Seorang anak manusia kini berdiri kaku di tengah hamparan padang Savana merenungi semua yang telah terjadi dalam hidupnya. Sesekali dia memandang nanar pada layar sebuah benda kecil yang selalu dibawanya kemanapun dia pergi.

=Kim Hyun Kyo POV=

From: Hyunnie
Kuharap kau memikirkan ini baik-baik.
Jangan sampai masa lalumu membuat
mata hatimu semakin tertutup rapat.

Masa lalu? Ya,, masalalu itu terlalu menguasaiku. Rasa bersalah itu selalu muncul tiba-tiba saat hatiku terpaut pada seseorang yang berarti. Masa lalu itu membuat hatiku tertutup rapat dan enggan mencoba membukanya terhadap satu hal, cinta.

Ini begitu rumit bagiku. Jika aku bisa mengatur jalannya kehidupan,, maka aku akan selalu menghadirkan kebahagiaan di dunia ini. Akan kuhapuskan semua keburukan dan kesedihan. Jika aku Sang maha memiliki kehidupan, maka akan kupastikan tak akan ada yang namanya kematian dan perpisahan. Tapi kenyataannya aku hanyalah seorang anak manusia yang tak memiliki daya dan upaya dalam hidup ini. Aku hanya wayang panggung dunia yang diatur oleh Sang Maha Mendalangi kehidupan.

Masa lalu, jika itu bisa kuhapus dari memori otakku, aku akan sangat berterimakasih. Namun sayang, masa lalu itu tak bisa kuhapus. Dia begitu erat melekat dalam hidupku, dan dia juga lah yang mengatur kehidupan cintaku.

*flashback
=author POV=

June, 27th 2007
Seorang gadis remaja berdiri bingung dengan sebuah tas besar di tangannya. Baru pertama kalinya dia berjalan sendiri sampai sejauh ini. Ia menatap sekeliling tempatnya berdiri sampai ada seorang namja yang menghampirinya.

“ada yang bisa kubantu?”
“nde,,? Eh.. aku mencari alamat ini..” gadis remaja itu menunjukkan secarik kertas yang berisi sebuah alamat yang harus dia datangi.

“asrama Shinhwa..? apa kau murid baru di sekolah Shinhwa?”
“ne..” gadis itu menunjukkan wajah yang ceria.
“kebetulan sekali.. aku juga siswa di sana. Aku tingkat 2. Kau?”
“aku masih tingkat 1..”
“aahh.. kita belum berkenalan.. choneun, Kim Jun Su imnida..” namja remaja itu mengulurkan tangannya.

“Kim Hyun Kyo imnida. Bangapseumnida..” gadis manis itu membalas uluran tangan namja bernama Jun Su itu. gadis bernama Hyun Kyo tampaknya sangat senang sekali sudah mendapatkan teman sekarang. Kini di kota Seoul yang besar ini, Hyun Kyo tak sendirian lagi.

****

Jun Su adalah orang pertama yang Hyun Kyo kenal di Seoul. Dia juga lah teman pertama bagi Hyun Kyo. Jun Su adalah seorang anak yang baik, terbukti walau pun Jun Su senior bagi Hyun Kyo, tapi dia tak ragu dan tak malu untuk menunjukkan seluk beluk Sekolah Shinhwa.

Untuk ukuran senior dan junior, mereka bisa dibilang sangat dekat. Ketika Kyo lelah dengan semua aktivitas di sekolah dan di asrama, Jun Su-lah yang selalu datang menyemangati Hyun Kyo. Ditambah perlakuan para senior yeoja yang buruk terhadap Hyun Kyo, sempat membuatnya frustasi dan ingin kembali tinggal bersama kedua orang tuanya, dan Jun Su lah yang berdiri menguatkan Kyo.

Jun Su memang namja baik untuk seukuran anak tingkat 2 di SMU. Normalnya, anak seusia itu cenderung ingin menikmati masa remajanya yang penuh warna dengan bersenang-senang. Tapi tidak dengan Jun Su. Dia lebih memilih tinggal dan belajar sendiri di asrama dibanding ikut bersama teman sebaya-nya yang pergi melepas kepenatan yang selama sepekan selalu dijejali dengan materi-materi yang cukup membosankan bagi mereka. Latar belakang keluarganya yang terbilang sederhana telah membentuk pribadi yang baik dan bertanggung jawab pada diri seorang Kim Jun Su.

“Jun Su oppa, kau tak ikut bersama teman-temanmu pergi?” Tanya Hyun Kyo yang terkejut dengan keberadaan Jun Su di atap asrama, tempat mereka berdua melepaskan rasa lelah setelah seharian belajar.

“tidak.”
“wae oppa?”

“Lebih baik aku belajar dan menata masa depanku kan? Orang tuaku telah mencari uang untuk membiayai sekolahku disini dengan susah payah, jadi aku tak mungkin membuang uang mereka dengan percuma kan?”

“tapi kan kau masuk ke Shinhwa karena mendapat beasiswa oppa..?”

“justru itu aku harus memanfaatkannya dengan baik. Kau juga, banyak orang di luar sana yang iri terhadap kita karena bisa bersekolah. Tidak seperti mereka yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena tak punya biaya untuk itu. jadi.. kita harus bersyukur. Benar tidak?”

“mm.. kau benar oppa.. ^^”
“kau sendiri? Kau tak ikut pergi bersama teman mu?”

“kau jangan meledekku oppa, (=,=”) kau kan tau sendiri aku tak ada teman disini. Mereka tetap bersikap dingin dan sinis padaku. Jadi kuputuskan untuk tinggal saja disini.. tak kusangka kau juga disini. Hhee.. :D”

“ne.. lebih baik kita belajar bersama. Sebentar lagi kan ujian.. kau mau?”
“mm… tentu..^^”

****

Ujian tiba. Semua tampak serius mengerjakan semua soal-soal yang diberikan. Raut kacau tergambar jelas dari wajah mereka. tapi tidak dengan Hyun Kyo dan Jun Su.  Bahkan Kyo dapat mengerjakannya dengan cepat.

Selesai ujian, Kyo langsung bergegas pergi ke tempat favoritnya, tentu itu juga merupakan tempat favoritnya bersama Jun Su.

“oppa..!!” dia memanggil seorang namja berpakaian seragam sekolah yang sedang berdiri menikmati udara segar kota Seoul di sore hari.

“cepat sekali..”

“hehe… tapi aku justru merasa itu sangat lama. Berkat kemarin aku belajar bersama oppa, jadi aku bisa menyelesaikannya dengan baik. Gumawo oppa.. ^_^ ..” Jun Su hanya membalasnya dengan senyuman hangat.

****

Desember, 20th 2008
Dua remaja itu berdiri di tempat yang biasa mereka kunjungi setiap sore. Sesekali sang namja mencoba meredakan tangisan gadis yang berdiri bersamanya. Wajah gadis itu terlihat sangat kacau. Dia merasa inilah batas kesabarannya.

“jangan kau buat keputusan yang mungkin akan kau sesali Kyo..”
“ani oppa, keputusanku sudah bulat. Aku sudah tak kuat lagi disini.. aku harus keluar dari Shinhwa..” jawab gadis bernama Kyo sesegukan.

“tapi kenapa? Apa karena senior itu..?” gadis itu tidak menjawabnya. "bagai mana bisa? Kau ini gadis kuat yang ku kenal, sudah berapa kali seniormu itu mengganggumu? Tapi selama ini kau mampu menahannya.. “

“tapi kali ini aku benar-benar sudah tak bisa menahannya oppa…” tangis gadis manis itu semakin menjadi. Namun namja itu tetap tak habis akal.

“Kyo, kau tak perlu mereka, kau masih banyak teman di Shinhwa..”

“tidak ada tempat untukku disini oppa.. sudahlah.. apapun yang kau katakan, keputusanku sudah bulat.. lebih baik aku pindah saja.. aku sudah membicarakan ini pada appa dan eomma, mereka akan menjemputku nanti malam..” gadis itu langsung meninggalkan namja itu sendirian sambil Sesekali dia mengusap kasar pipi yang sudah basah dengan air mata.

Tepat pukul 20:00, kedua orang tua gadis itu datang dan langsung menemui kepala asrama Shinhwa. Selagi orang tuanya masih bicara dengan kepala asrama, kyo mengemasi semua barang-barangnya yang masih tersimpan rapi di kamarnya. Semua penghuni asrama putri itu berkerumun di kamar Kyo. Entah apa yang senior-senior itu pikirkan, mereka hanya menatap lekat sosok Kim Hyun Kyo yang berkemas tanpa membantunya sama sekali.

Selesai urusannya dengan kepala asrama, Hyun kyo beserta kedua orang tuanya langsung meninggalkan asrama dan pulang kembali ke kampung halamannya. Ada perasaan sedih saat dia meninggalkan asrama itu. bukan karena dia menyesali keputusannya, hanya saja ada satu yang hilang yang dia rasakan saat meninggalkan lingkungan Shinhwa.

September, 17th 2010
Waktu terus berlalu. Tak terasa kini Hyun Kyo yang awalnya seorang gadis kecil manis berubah menjelma menjadi seorang Kim Hyun Kyo yang dewasa. Kini dia telah lulus dari sekolah SMU dengan nilai terbaik.

Kembali dia harus berhijrah ke Seoul, kali ini bukan karena dikirim orang tuanya untuk belajar, namun kini dia harus ikut bersama orang tuanya pindah ke Seoul karena urusan pekerjaan. Dia pun mendaftar di sebuah universitas terkemuka di seoul.

Kini dia duduk di sebuah bangku taman di tengah kota seoul dengan memangku sebuah benda biru kesayangannya. Tak lama seorang yeoja yang tampak sebaya dengannya datang menghampiri dan duduk disampingnya.

“mian ya, kau lama menungguku, Kyo..”
“ne, gwaenchanha..”

Lama mereka berbincang-bincang di taman itu sampai seseorang menghampiri mereka berdua.

“Hyun Kyo..? kau Kim Hyun Kyo kan?” kyo menengadahkan wajahnya ke arah seseorang yang memanggilnya barusan..

“Jun Su oppa?” namja itu tersenyum ramah. ya, dia Jun Su.. teman Kyo ketika di Shinhwa dulu.
“lama tak bertemu.. ^_^ bagaimana kabarmu?”

“kabarku baik.. oh iya, kenalkan ini temanku, Hyun Hoon..” kyo memperkenalkan temannya pada Jun Su.

“hallo, Hyun Hoon imnida..” hyun Hoon dan Jun Su berjabatan tangan.
“Kim Jun Su imnida..^^. Aku temannya Hyun kyo ketika dulu dia masih di Shinhwa..”
“oh, jadi ini Jun Su yang selalu di ceritakan itu..??”
“memangnya Kyo suka cerita apa?”
“ah.. anni oppa.. jangan percaya,, dia bohong..” kedua teman Kyo itu hanya tertawa mendapati polah Hyun Kyo yang masih sedikit polos.

Setelah bertemu kembali, kedua sahabat ini semakin dekat. Mereka sering bertemu, bercerita sama seperti saat-saat mereka di Shinhwa dulu. Kyo banyak bercerita tentang sekolahnya selepas dari Shinhwa, dan Jun Su juga bercerita tentang dirinya setelah Kyo pergi meninggalkan Shinhwa. Kini mereka sering pergi bersama dan menghabiskan waktu bersama menebus waktu kebersamaan yang terputus dengan kepindahan Kyo dulu.

February, 11th 2011
‘Eonjenganeun uri dasi mannari
Eodiro ganeunji amudo moreujiman
Eonjenganeun uri dasi mannari
Heeojin moseup idaero..’
Lagu Someday yang berdering dari ponsel Hyun Kyo cukup membuat perhatiannya dari layar computer berpindah pada layar ponselnya

“Jun Su oppa? Mau apa dia telpon?” tanpa basa basi dia mengangkat telponnya.
“yeoboseo? Jun Su oppa?”
kyo.. kau sedang apa?” Tanya Jun Su dari balik telpon.
“hanya mengerjakan tugas..”
oohh.. mian ya mengganggu.. Cuma mau tanya, besok kau ada waktu?
“eehh..? memangnya kenapa? Tumben oppa bertanya seperti itu?”
ani.. Cuma Tanya aja.. kalau kau ada waktu, oppa mau bertemu denganmu..
“oohh.. boleh.. tapi aku harus kuliah dulu. Mungkin sekitar jam 2 siang baru bisa..”
baiklah.. oppa tunggu di taman ya..
“ne oppa..”
kau harus jaga kesehatan mu..
“ee.. kau kenapa oppa, tak biasanya kau seperti itu..”
ah, ani.. ya sudah, kau istirahatlah..” tuut tuut tuut.. telpon terputus.

Kyo hanya menatap heran ponselnya. Merasa ada yang aneh dengan seseorang yang baru menelponnya. Tapi dia tak ambil pusing dengan itu. kembali dia terfokus dengan layar komputernya tanpa menghiraukan apa yang dikatakan Jun Su barusan.

****

February, 12th 2011
Seorang namja kini tengah duduk di sebuah bangku kayu di tepian danau buatan yang terletak di tengah taman kota Seoul. Tampaknya namja itu sedang menunggu seseorang disana. Dengan perasaan yang bercampur aduk, sang namja tetap sabar menunggu meski waktu yang dijanjikan telah terlewat jauh. Sesekali namja itu melirik ke arah jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. 03:15. Sudah satu jam lebih namja itu menunggunya, namun tak sedikitpun tergambar raut kekesalan dari wajah tampannya.

Disisi lain seorang yeoja manis sedang sibuk bersama dengan seorang pria paruh baya yang sedang memeriksa tumpukan kertas dimejanya. Yeoja itu terus menerus melirik jam yang menempel di dinding ruangan itu. 03:25. Resah kini yang dirasakan yeoja itu, pikirannya entah melayang kemana, namun dia tak bisa berbuat apa-apa. Resahnya terkalahkan oleh pria yang duduk dihadapannya.

“baiklah Kyo, tak ada yang kurang. Ini semua sudah cukup. Kau boleh pulang sekarang..”
“baik Proff, saya permisi..” seulas senyum kini terpatri indah menghiasi paras manisnya.

Yeoja itu langsung mengambil langkah seribu menuju arah taman kota. Berharap seseorang masih ada untuknya. Senyumnya kembali terulas dari bibirnya mendapati sosok seseorang yang tengah duduk sabar menunggu dirinya datang..

“Jun Su oppa….” Namja itu menoleh dan memberikan senyum kelegaan pada Kyo, kyo melambaikan tangan padanya dan langsung menghampiri namja itu.

“mianhe oppa, aku terlambbat.. professor memintaku memeriksa tugas teman-teman semuanya.. kau pasti sudah menunggu lama”
“tak apa..^_^ duduk Kyo..” Kyo pun menuruti apa yang dikatakan Jun Su padanya.
“ngomong-ngomong ada apa oppa memintaku bertemu?”
“sebenarnya ada yang ingin oppa ceritakan.. tapi oppa bingung harus cerita pada siapa..”
“yah oppa, kenapa tak lewat telpon saja..”
“tak bisa.. oppa lebih suka bercerita langsung.”
“baiklah, sekarang cerita lah..”
“tapi oppa malu..” wajah putih namja itu seketika berubah kemerahan.
“yak oppa,, bukan kali ini kau cerita padaku.. aahh.. aku tau pasti yeoja kan..?”
“mm… begitu lah..”
“ah kau oppa.. hhhee..” kyo tersenyum, tapi sedetik kemudian wajahnya berubah serius.
“begini, sebetulnya ada yeoja yang oppa sukai..”
“lalu?”

“oppa sudah menyukainya dari sejak pertama bertemu. Dia yeoja yang baik menurutku.. belakangan ini oppa lebih dekat dengannya.. ada perasaan aneh yang oppa rasakan sejak dulu padanya. Setiap oppa dekat dengannya, oppa merasa senang sekali. Tapi saat dia jauh dari oppa, oppa sangat kehilangan dia.. oppa ingin untuk sekali saja mengatakan ‘saranghae’ padanya. Takut semuanya terlambat..”

Jun Su menceritakannya dengan ekspresi yang mungkin hanya dia sendiri yang mengerti itu. tapi berbalik dengan Hyun Kyo yang memasang wajah datar mendengarnya. Entah ada apa dengan diri Hyun Kyo saat mendengar ada yeoja lain di antara mereka.

“lalu, apa yeoja itu tau oppa menyukainya?”
“entahlah, oppa sendiri tidak tau..”
“kalau boleh tau siapa yeoja yang berhasil membuat oppa seperti itu?”
“dia yeoja yang manis.. manja..”
“siapa?” suara Hyun Kyo mulai terdengar bergetar. Jun Su meatap lekat yeoja dismpingnya..
“kau..” diam, Itu lah Hyun Kyo sekarang. Dia tak mampu mengucapkan apapun setelah itu.

Lama keduanya hanya saling tatap satu sama lain. tak ada yang mengucapkan sepatah katapun diantara mereka. Jun Su menatap Hyun Kyo dengan penuh harap, tapi Hyun Kyo memandang Jun Su dengan sebuah tanda tanya besar berputar di kepalanya dan mencoba mencerna apa yang dikatakan Jun Su barusan.

“oppa.. kau? Bagaimana bisa..”
“entahlah.. oppa juga tak mengerti. Itu lah yang oppa rasakan padamu. Sekarang oppa tegas kan padamu, oppa menyukaimu. Bukan sebagai seorang oppa terhadap yeodongsaengnya, bukan juga sebagai senior terhadap juniornya, tapi sebagai seorang namja dewasa terhadap yeoja dewasa. “

“oppa, aku bingung..”
“jangan bingung. Oppa mengatakan itu bukan semata ingin kau menjadi kekasihku. Aku hanya ingin mengucapkan apa yang selama ini tersendat diujung lidahku. Seperti yang oppa katakan di awal, oppa hanya ingin kau mengetahui apa yang oppa rasakan selama ini, oppa juga hanya ingin mengucapkan itu padamu sebelum semua terlambat.”

Kyo hanya menatap Jun Su dalam. Meski genangan itu hampir meluber ketepian pelupuk mata. Entah dia harus senang atau bagaimana, dia sendiri merasa ini sangat rumit..

“kyo..”
“nde oppa?”
“saranghae..”
“aku…??”
“aku tak perlu jawaban mu.. aku hanya perlu tau kau mencintai ku juga atau tidak.. hanya itu. supaya aku tenang.”
“entahlah oppa aku tak tau.. kenapa semuanya jadi rumit seperti ini..” Kyo menunduk pasrah.
“cinta memang rumit. Membingungkan. Kita harus mencari titik temunya saja. Baru semuanya jelas. Ya sudahlah.. perasaanmu padaku tak ku persoalkan. Aku cukup lega telah mengutarakannya padamu..” namja itu mengulaskan senyum termanisnya pada yeoja disampingnya.

*****

February, 13th 2011
Pagi ini semua kembali seperti biasanya. Kejadian kemarin tak membuat perubahan yang berarti pada Kyo. Dia hanya sesekali termenung, berfikir tentang perasaannya sendiri. Hyun Hoon, sahabat Hyun Kyo dari sejak mereka di SMU tentu paham benar sahabatnya ini. Dan Hyun kyo pun menceritakan semuanya pada Hyun Hoon berharap bisa membantu menjawab pertanyaan buntu di otaknya.

“kau sendiri bagaimana?” Tanya Hyun Hoon pada Kyo yang duduk didepannya.
“itulah Hyunnie, aku tak tau.. aku senang bersamanya. Aku bergantung padanya… sejak dulu sampai sekarang, dia yang selalu ada untukku..”
“sebelum kau tau dia menyukaimu, maksudku saat dia berkata menyukai yeoja.. perasaan mu bagaimana..” tanya Hyun Hoon lagi.
“jelas aku tidak terima. Karna jika begitu, maka perhatian Jun Su oppa akan berpaling dariku..”
“itu kau tau..”
“maksudmu..?” giliran Kyo yang menanyai Hyun Hoon.
“tanpa kau sadari, sebetulnya kau itu mencintainya, dan tak bisa jika oppa mu itu berpaling pada yeoja lain. itu menurutku”
“begitukah..?”
“mm.. kusarankan, kau bicara lagi pada Jun Su..”
“baiklah.. nanti ku temui dia..”

Siang itu terasa berat bagi Hyun kyo. Dia sudah bertekad menemui Jun Su, namun entah mengapa professor selalu memintanya untuk tinggal di kampus membantu mengoreksi tugas mahasiswanya. Perasaan Hyun Kyo sudah tak karuan.

‘Eonjenganeun uri dasi mannari
Eodiro ganeunji amudo moreujiman
Eonjenganeun uri dasi mannari
Heeojin moseup idaero..’

Ponsel Kyo berdering hebat. Sayangnya dia sengaja tak mengangkat bahkan tak melirik siapa yang menghubunginya. Sampai ponsel Kyo berdering berulang-ulang, namun tak satupun dia jawab. Panggilan demi panggilan yang masuk ke ponsel Kyo menambah keresahan hatinya. Pikirannya masih terpusat pada namja di luar sana, Jun Su. Terlihat Hyun Hoon yang menemani Kyo di ruangan itu sama resahnya dengan Kyo.

Akhirnya selesai. Lega kini dirasakan kedua gadis itu. Kyo yang menyadari ponselnya menerima panggilan berulang-ulang segera mencari tau siapa yang menelponnya.

“kenapa Kyo..”
“dari tadi ada yang menelponku terus. Tapi tak ada namanya..”
“coba kau panggil ulang. Siapa tau penting..” tanpa basa basi Kyo langsug menekan tombol CALL.
yeoboseo..” suara di sebrang telpon terdengar berat seperti suara orang yang menangis hebat. “apa kau Kim Hyun Kyo?” lanjutnya.
“ne.. maaf ini dengan siapa?”
saya ibunya Jun Su..” Kyo mulai gelisah mendengar ibunya Jun Su berbicara dengan nada lirih seperti itu.
“oh, maaf, jika aku boleh tau.. bibi kenapa menelponku..?”
Jun Su.. Jun Su..” suara isak tangis ibunya Jun Su semakin terdengar jelas dan membuat Kyo semakin bertambah resah,, matanya mulai memerah dan genangan itu kembali mencuat.
“ada apa dengan Jun Su oppa..?”
Jun Su Kecelakaan…. Cepatlah kemari,, dia menunggumu…!! kumohon

Saat itu tubuh Hyun Kyo melemas seketika. Dia kalut, dia tak tau harus bagaimana sekarang. Berdiripun tak bisa. Hyun Hoon yang merasa ada yang tidak beres langsung mengambil alih ponsel yang digenggam Hyun Kyo.

“hallo, bibi.. ada apa? Apa? Jun Su? Dimana sekarang..? baiklah aku akan membawa Kyo ke sana.. bibi tenang ya..”

****

February, 13th 2011 >> 16:45
Gadis manis itu menatap kosong ruangan dingin dihadapannya. Manis diwajahnya seketika berubah masam dimata semua orang yang memandangnya. awan putih nan cerah yang selama ini selalu menghiasinya kini berubah kelabu. Tak ada rona cerah terpancar lagi dari wajahnya.

Gadis itu meratapi kepergian sosok raga yang baru dia sadari arti keberadaannya. Ada rasa penyesalan yang kini dia rasakan dalam hatinya. Dalam diam hatinya menjerit merutuki semua yang terjadi:
‘Kenapa aku tak menyadari ini sejak awal.. kenapa dia harus pergi tanpa mengatakan apapun padaku.. oppa, kenapa kau meninggalkanku sendiri. Aku tak bisa jika tanpamu oppa.. seharusnya kau menungguku sebentar lagi.. aku mencoba datang secepat yang ku mampu untuk mengatakan apa yang mungkin ingin kau dengar dariku.. oppa, maafkan aku.. aku tak sempat,, harusnya aku mengatakan ini saat kemarin kau menanyakannya padaku.. naddo oppa.. naddo saranghae.. mungkin memang sudah terlambat aku mengatakan ini padamu,, ragamu yang kaku dihadapanku mungkin tak bisa mendengar apa yang aku katakan ini.. tapi aku yakin, ragamu yang lain mendengar ini kan oppa..??

February, 14th 2011
Kyo masih menatap kaku raga yang terbujur di pembaringannya. Perasaannya menginginkan semua ini hanya mimpi semu, tapi dia mencoba menguatkan diri dihadapan pembaringan Jun Su. Dia ingin tetap terlihat sebagai yeoja yang kuat seperti yang selalu Jun Su katakan padanya. Pikirannya masih terngiang ketika detik detik kepergian Jun Su yang tak sempat bertemu dengan Kyo. Ketika kyo sampai di depan ruangan ICU rumah sakit, kyo hanya mendapati kedua orang tua Jun Su menangis sejadinya..

Kyo memberanikan diri menghampiri pintu kaca ruang ICU. Sedikit dia bisa melihat jasad Jun So yang perlahan tertutupi kain putih.. ‘sebelumnya dia terus memanggil namamu, berharap bisa melihatmu untuk yang terakhir kalinya,, tapi sayang, tuhan berkehendak lain..’ suara appa Jun Su ketika itu masih terdengar jelas..

Pertahanan Kyo akhirnya runtuh dipelukan sahabatnya. Tanpa Jun Su, Kyo tak bisa menjadi yeoja yang kuat lagi. jun Su-lah yang menjadi sumber kekuatan Hyun Kyo. Dan sumber kekuatan itu kini telah sirna. Tak ada lagi yang bisa memberikan kekuatan besar pada Hyun Kyo.

February 15th – April 2011
Setiap hari setelah kepergian Jun Su, Kyo terus menerus hidup dalam bayang-bayang penyesalan terhadap Jun Su. Dia terus menutup dirinya sendiri dari orang luar. Bahkan sahabatnya sendiri pun tak sanggup berbuat apa-apa…

Hyun Hoon merasa tak tega dengan situasi Kyo saat ini. Hyun memperkenalkan Kyo dengan seorang namja bernama Cho Kyuhyun yang tak lain adalah sepupunya sendiri. Hyun berharap, setidaknya Kyo tak terus menerus larut dalam keputus asaan-nya atas kepergian Jun Su.

Pada awalnya Hyun Kyo tak menanggapi serius namja bermarga Cho itu. tapi lambat laun, Hyun Kyo bisa menata kembali perasaanya dengan bantuan Kyuhyun. Dengan sabar Kyuhyun membuat Hyun Kyo dapat bangkit dan membuat Kyo menyadari bahwa hidup itu masih terus berjalan. Tak ada gunanya menyesali semua yang terjadi. Jun Su sudah bahagia di sana, jika pun dia disini, dia tak akan rela melihat Kyo seperti ini. Kyuhyun selalu meyakinkan bahwa meski Kyo tak sempat mengatakan semuanya, tapi Jun Su pasti bisa mendengar dan melihat isi hatimu.

Hyun Kyo menyadari hal itu. tak ada gunanya dia seperti ini. Hidup harus terus berjalan. Dia yakin, suatu saat nanti, tuhan akan mempertemukannya kembali dengan Jun Su. Di kehidupan lain diluar sana.

February, 13th 2012 >> 09:00
Waktu berjalan. Seiringan dengan itu, Hyun Kyo dengan Kyuhyun semakin dekat. Kyo menemukan sisi lain Jun Su dalam diri Kyuhyun yang selalu menguatkan dirinya dan mendorongnya dari belakang. Namun jauh di lubuk hatinya dia ingin melihat sosok Kyuhyun yang sesungguhnya tanpa ada bayangan Jun Su dimatanya. Sedangkan kyuhyun sendiri menemukan titik tenang ketika bersama dengan Hyun Kyo. Dia sangat ingin melindungi dan menjaga Kyo dari segala hal.

“kyo, boleh aku mengatakan sesuatu..?”
“boleh, kenapa..?”
“kyo..”
“ne Kyuhyun oppa..?” kyo memasang wajah manisnya.
“saranghae..”

Wajah kyo seketika memucat. Saat kyuhyun mengatakan hal itu, yang dilihat Hyun Kyo adalah wajah Jun Su, bukan Kyuhyun yang memang sedari tadi berada di depannya. Wajah seseorang yang diam-diam selalu dirindukan oleh Hyun Kyo kini ada dihadapannya.

“kyo..” kyo kembali tersadar dari lamunannya. Wajah Jun Su berubah kembali menjadi wajah Kyuhyun yang sedang memandang khawatir pada dirinya.
“mian oppa, aku tak bisa..”

Kyo berlari meninggalkan Kyuhyun sendiri di tempatnya yang masih terdiam. Kyu memahami kenapa Hyun Kyo bersikap demikian. Tapi disisi lain ada perasaan sedih mendapati Hyun Kyo yang ternyata masih memendam Jun Su dalam hatinya.

Hyun kyo terus berlari tanpa tujuan. Dia hanya mengikuti kemana kakinya melangkah dan kemana mata angin membawanya. Hingga sampai di hamparan Savanna luas dan bisa melampiaskan semua sesaknya disana.. dia menjerit, berteriak sekencang mungkin tanpa ada seorang pun yang mempedulikan. Air mata yang selalu dia bendung, kini dia tumpahkan semuanya disana. Sampai sebuah pesan masuk ke ponselnya. Hyun Hoon. Kyo tau pasti Kyuhyun telah menceritakan semuanya.

*flashback end*

Perasaanku mulai tenang sekarang. Setelah kukeluarkan semuanya kini aku bisa melangkah pasti kedepan.

‘Eonjenganeun uri dasi mannari
Eodiro ganeunji amudo moreujiman
Eonjenganeun uri dasi mannari
Heeojin moseup idaero..’

Ponselku berdering kembali. Kali ini Hyun memanggilku.

“yeoboseo, wae hyunnie..?”
cepat ke rumah sakit. Kyuhyun kecelakaan..” suara hyun terdengar panic.

====

Tanpa sadar kulangkahkan kakiku secepat mungkin menyusuri koridor rumah sakit yang dulu pernah juga kulewati. Perasaan yang sama saat dulu mulai kurasakan kembai. Tuhan jangan sampai ini terulang, sungguh aku tak ingin ini terulang.

Kulihat Hyunnie bersama dua orang dewasa sedang duduk di depan ruangan.
“Hyunnie..”
“kyo, kau datang.. Kyu didalam..” aku menahan nafas sejenak, membayangkan sesuatu yang buruk kembali terulang di waktu yang sama.

Lama aku menunggu di depan ruangan itu. aku duduk tertunduk di samping Hyun Hoon. Berharap dan berdoa semoga semua baik-baik saja. Terdengar pintu terbuka dan sebuah bangsal keluar dari ruangan. Aku masih tak berani untuk melihatnya. Tapi aku memaksakan diri melihatnya.

Sakit itu kembali menusuk hatiku menatap apa yang ada dihadapanku. Semua benar-benar terjadi, tuhan telah mengambil kembali seseorang yang berharga untukku.. dihadapanku nampak sesosok badan tertutupi kain yang kubenci. Tuhan kejam.. dia tega mengambilnya lagi dariku.. melihatku, Hyun memelukku erat..

“Hyun Kyo..?” suara itu.. aku mengenalnya..“kau disini..?” kini aku yakin itu dia. Kyuhun. Aku melepaskan pelukanku dari Hyun dan ternyata itu benar Kyuhyun..
“kyo, sepertinya kau salah paham..” Hyun angkat bicara.
“maksudmu..?”
“yang keluar tadi bukan Kyu, Kyu berada di ruangan sebelahnya.. dia Cuma lecet-lecet..” jawabnya santai sambil sesekali menggaruk kepalanya yang tak gatal.
“mwo..?? kau bilang gawat..”
“aku juga tau itu dari pihak rumah sakit.. ternyata pihak rumah sakit juga salah perkiraan. Tadi ada dua kecelakaan. Kyu sama yang tadi keluar.. :D”
“Kyo, kau berpikir aku..??” kyu bertanya dengan raut wajah ngeri..
“maaf oppa aku..” iisshh.. malu sekali.. dasar Hyun.. awas kau. “sepertinya aku harus pulang. Lagi pula kau tak apa-apa.. permisi..”

cepat-cepat aku meninggalkan mereka. aku benar-benar dibuat malu oleh Hyun Hoon.. iiss.. bagai mana bisa..”bodoh..bodoh..”

“hey, kasian kepalamu kau pukuli terus..” seseorang menarik tanganku yang memukul kasar kepalaku.
“kyuhyun oppa..” kenapa dia disini, apakah dia mengejarku.. tak tau kah dia aku masih malu dengan kejadian tadi..
“kau mau kemana..”
“aku.. ahh.. oppa,, mianhe jeongmal mianhe.. aku mengira kau..” (>/|\<)
“hahaha.. lupakan.. Hyun memang begitu. Terkadang bercandanya memang keterlaluan..”
“tapi kan tak seharusnya seperti itu.. membuat orang cemas saja..”
“apa? Apa kau bilang barusan.. kau mencemaskanku?”
“hhaa.. (O,O).. sudah lah lupakan.. (*^_^*)”
“tidak.. kau benar-benar mencemaskanku..?? sungguh..?”
“siapapun juga pasti cemas jika mendengar temannya kecelakaan dan gawat..”
“Cuma teman..?” is.. apa apaan dia, sengaja menggodaku..
“iya, Cuma teman..” jawabku santai
“kalau kau menganggap ku teman saja, kenapa kau langsung mencariku dan menangis jika aku mati..? padahal kan itu bukan aku..”
“sudahlah.. jangan ingat-ingat yang tadi, memalukan..” -_-
“lalu.. bagai mana ini.. yang kukatakan tadi pagi memang sungguh-sungguh…”
“lalu aku harus bagai mana..??”
“aku butuh kepastianmu.. sebelum..”
“yak,, jangan kau katakan ‘terlambat’.. atau aku tak akan mengatakan apapun padamu oppa..” (>,<”)
“lalu bagaimana?”
“baiklah, akan ku katakan besok, kudengar di kampus akan ada pentas seni dan budaya.. bagaimana?”
“oke.. aku tunggu..”
=Kim Hyun Kyo POV=

February, 14th 2012
Pergelaran seni dan budaya dimulai. Semua tampak terantusias menyaksikan perhelatan yang sangat meriah bak pertunjukkan konser artis papan atas. Seorang yeoja dan seorang namja sudah bersiap di belakang panggung menunggu namanya di panggil untuk naik ke atas pentas. Setelah sekian menit menunggu akhirnya mereka keluar menampilkan sebuah persembahan yang telah dipersiapkannya.

“Kim Hyun Kyo dan Kyuhyun..” suara tepuk tangan yang meriah menambah semangat keduanya menampilkan bakat mereka.

“kami akan mempersembahkan lagu yang kami persembahkan untuk seseorang yang jauh disana…”

Kyuhyun kemudian memposisikan duduknya di depan sebuah piano klasik dan mencoba menyelaraskan nada. Setelah siap, kyu mulai memainkan tuts piano dan Kyo mulai menyanyikan lagu pertama… kini dentuman nada dan suara merdu mnegalun indah dari atas pentas.

Jeormeun naren jeormeumeul moreugo
Ketika kita masih muda kita tidak menyadari remaja kita
Saranghal ttaen sarangi boiji anhanne
Ketika kita dicintai kita tidak menyadari cinta kami satu sama lain
Hajiman ije dwidoraboni
Tapi sekarang kembali ke masa lalu
Urin jeormgo seoro sarangeul haetguna

Waktu itu kami yang muda, dan dicintai seperti itu

Nunmul gateun siganui gang wie
Sebagian besar kenangan pergi dengan sungai air mata
Tteonaeryeoganeun geon han dabarui chueok
waktu Perlahan-lahan mengalir jauh
Geureoke ije dwidoraboni
Tapi sekarang kembali ke masa lalu
Jeormeumdo sarangdo aju sojunghaetguna
Pemuda dan cinta dari masa lalu itu begitu berharga

Eonjenganeun uri dasi mannari
Suatu hari nanti, kita akan bertemu lagi
Eodiro ganeunji amudo moreujiman
Meskipun kita tidak tahu di mana kita akan pergi
Eonjenganeun uri dasi mannari
Suatu hari nanti, kita akan bertemu lagi
Heeojin moseup idaero..

Dengan sudah dipisahkan identitas ...

Jeormeun naren jeormeumeul ijeotgo
Ketika kita masih muda kita lupa muda kita
Saranghal ttaen sarangi heunhaeman boyeonne
Ketika kita mencintai kita melihatnya sebagai terlalu membosankan
Hajiman ije saenggakhae boni
Tapi sekarang berpikir kembali
Urin jeormgo seoro sarangeul haetguna

Waktu itu kami yang muda, dan dicintai seperti itu

Eonjenganeun uri dasi mannari
Suatu hari nanti, kita akan bertemu lagi
Eodiro ganeunji amudo moreujiman
Meskipun kita tidak tahu di mana kita akan pergi
Eonjenganeun uri dasi mannari
Suatu hari nanti, kita akan bertemu lagi
Heeojin moseup idaero..
Dengan sudah dipisahkan identitas ...
~(Someday: Super Junior)

Saat Hyun Kyo menyanyikan lagu tersebut, tak segaja dia menangkap sosok namja yang berdiri jauh dibelakang bangku penonton. Jun Su, seketika itu pula hatinya mulai tersayat kembali. Kini air mata mulai membasahinya. Alunan tuts piano yang mengalun lirih ditambah datangnya sang namja yang selalu dia rindukan menambah luka dihatinya. Namja itu menangis, tapi senyum tetap mengembang dari bibirnya.

Kyu mendekati gadis itu dan menggenggam tangan mungilnya. Dia memberikan senyum manisnya dan dibalas senyum kembali oleh gadisnya. Dia mendekatkan wajahnya pada wajah gadis itu dan membuat gambaran merah dipipi gadis manis itu. Kyu berbisik di telinga gadis di sampingnya dan dibalas senyum dan anggukan kecil gadis manis itu.

“saranghae ..”
“nado oppa…. ^_^”

Mata gadis itu kembali menatap ke arah deretan bangku di hadapannya, namja itu, Jun Su masih setia di sudut gelap di belakang sana.. dia masih tersenyum dan kemudian tangannya membentuk gambaran sebuah hati besar..  namja itu melambaikan tangan pada gadis yang memandanginya kemudian lenyap bersamaan dengan tertutupnya tirai pentas…

Kini gadis manis itu bisa menerima sepenuhnya kepergian namja yang selalu ada untuknya dan membuka hatinya untuk namja lain yang kini mengisi sudut lain dihatinya….

*****

Kim Hyun Kyo, Aku menyadari arti penting seorang Kim Jun Su dihatimu.. jika aku menjadi kau, aku pasti akan melakukan hal yang sama denganmu, bahkan mungkin lebih dari itu. aku tak akan memaksamu melupakan dia, karena seberapa pun aku membuat kau melupakannya, maka semakin dia akan melekat erat dipikiranmu. Dia masa lalu yang tak akan bisa dihapus dari kehidupan kita. jika tak ada masa lalu, kita tak akan bisa menapaki masa depan yang lebih baik.. jadikan dia sebagai guru yang baik ya.. Kyo..
_Cho Kyuhyun_

Jun su oppa, apa kau tau isi hatiku sekarang? Apa kau datang padaku untuk mengucapkan selamat tinggal padaku yang dulu belum sempat kau katakan..? maafkan aku oppa, bukan aku tak mau menemuimu dulu,, hanya aku terlambat.. kau namja baik, kau pasti tau itu bukan maksudku. Sekarang aku bersama namja lain, dia sama baiknya denganmu, tapi aku bersamanya bukan karna itu. Jun Su oppa.. percayalah, kau akan tetap berada disini.. di sudut terdalam di hatiku… selamanya aku tak akan melupakanmu oppa..
_Kim Hyun Kyo_

Kim Hyun Kyo, Aku bahagia melihat mu bahagia. Aku sedih melihatmu sedih seperti itu. Aku sengaja datang kesini hanya demi melihatmu tersenyum kembali seperti dulu. Dan saat aku bisa melihatnya.. aku bahagia sekali.. kini aku bisa pergi dengan tenang dan dengan senyum mu yang kubawa pergi.. Hyun Kyo sayang, suatu saat nanti, kita akn bertemu lagi di tempat yang lain.. dan disana aku berjanji takkan meninggalkanmu lagi seperti sekarang.. ini hanya sementara, kupastikan itu.. Kyuhyun, aku tau kau bisa menjaga dan menyayangi Hyun Kyo-ku dengan baik.. kau namja baik.. aku senang kau bisa bersama Hyun Kyo-ku.. ku titipkan dia padamu..
_Kim Jun Su_

*

*

*

*

FIN

~Akhirnya..*lap ingus..(pilek) bisa selesai…
Typo yang masih bertebaran di sana-sini tentu sudah tak asing kan? Tapi author harap readers sekalian memakluminya. Karena manusia itu tak luput dari kesalahan dan khilaf *ngeles

Setiap cerita yang saya share disini adalah murni mucul dari otak author. Jika ada kemiripan dengan cerita lain yang sudah pernah ada, itu semata-mata hanya kebetulan. Dilarang keras untuk meng-COPY PASTE CERITA INI….

Oh iya,, mohon di koreksi ya jika ada yang salah atau kurang..
Please RCL nya jangan lupa… gamsha.. ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar